Logo Sulselsatu

Senator Asal Sulsel Ajiep Padindang Usulkan Pilkades Tak Lagi Dipilih Langsung

Asrul
Asrul

Senin, 08 April 2024 21:16

Anggota DPD RI asal Sulsel Ajiep Padindang saat FGD di Makassar. Foto/SS
Anggota DPD RI asal Sulsel Ajiep Padindang saat FGD di Makassar. Foto/SS

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota DPD RI asal Sulsel Ajiep Padindang mengusulkan agar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di seluruh Indonesia ke depan tak lagi dipilih langsung oleh warga.

Hal itu diungkapkan Ajiep pada acara Focus Grup Discussion (FGD) bertajuk “Politik Berbudaya Menyongsong Pilkada Serentak 2024” di Kafe Kanrejawa, Makassar, Senin (8/4/2024).

“Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan bahwa saya akan berjuang agar pemilihan kepala desa nantinya tidak lagi dipilih secara langsung, karena biaya untuk terpilih itu sangat mahal,” ujar Ajiep dihadapan peserta yang hadir.

Baca Juga : Bidik Senayan, Caleg Golkar Ajiep Padindang Jadikan Gowa dan Makassar Basis Utama

Senator dua periode ini menemukan fakta, seorang calon kepala desa harus menghabiskan uang ratusan juta agar bisa memenangkan Pilkades.

Menurut politisi Golkar itu, dengan biaya yang mahal ini akan membuat sang calon kepala desa akan berupaya mengembalikan “modal” politik yang digunakan saat bertarung.

“Biaya politik khususnya Pilkades itu mahal, makanya tentu dengan sisa masa jabatan saya sebagai anggota DPD RI ini akan saya maksimalkan agar Pilkades tak lagi dipilih langsung,” tutur eks legislator Sulsel itu.

Baca Juga : Panja PUU DPD RI Kunker ke DPRD Sulsel, Ini Yang Dilakukan

Senada dengan Pilkades, Ajiep juga menyoroti pesta demokrasi baru-baru ini yakni Pileg dan Pilpres yang menurutnya sudah lepas dari bilai-nilai budaya yang ada di masyarakat.

“Misalnya ada masyarakat didatangi, ditanya apa sudah ada yang kasih (uang), dia bilang belum, padahal dalam kantongnya sudah ada 2 amplop, ini kan tidak ada kejujuran. Nilai-nilai sipakatau, sipakalebbi dan sipakainge sudah tidak lagi jadi utama dalam iklim demokrasi kita,” jelas Ajiep.

Ajiep juga menyoroti kaderisasi partai politik yang menurutnya tidak berhasil, hal itu dibuktikan dengan kedewasaan masyarakat dalam berpolitik masih rendah.

Baca Juga : Kantor Perwakilan DPD RI di Sulsel Buka Posko Pengaduan Skandal Jiwasraya

“Dalam artian, Calegnya atau kontestan dari Parpol belum matang berpolitik dengan mengutamakan kekuatan uang misalnya, ini saya kira miris dan menjadi kegagalan partai menjalankan pendidikan politik,” ungkap Ajiep.

Ajiep pun berharap, agar Pemilu berikutnya Pilpres dan Pilkada justru yang digabung sementara Pileg dipisah dari Pilpres.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Bisnis18 Mei 2024 17:17
FIFGROUP Siapkan Hadiah 250 Gram Emas Bagi Konsumen Pembeli Sepeda Motor Honda
Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) menggelar program Panen Emas Honda dengan total hadiah 250 gram emas....
Sulsel18 Mei 2024 16:30
Dirjen Bimas Hindu Buka Musda Peradah Sulsel: Pemuda Hindu Harus Jadi Pencerah Masyarakat
Dewan Pimpinan Provinsi Perhimpunan Pemuda Hindu (DPP Peradah) Indonesia Sulsel menggelar kegiatan Lokasabha (Musyawarah Daerah) XII dan Seminar Kepem...
Makassar18 Mei 2024 16:06
Baznas RI Nobatkan Danny Pomanto Jadi Duta Zakat Indonesia
Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto dinobatkan sebagai Duta Zakat Indonesia....
Makassar18 Mei 2024 15:43
Danny Pomanto Lantik 5.975 Pj RT-RW Sebagai Amil Zakat Perorangan
Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto melantik 5.975 Pj RT-RW sebagai amil zakat perorangan....