Logo Sulselsatu

BRI kembali Gelar Program Pemberdayaan Desa Melalui Program Desa BRILiaN 2024

Asrul
Asrul

Minggu, 28 April 2024 18:30

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, JAKARTA – Setelah sukses menyelenggarakan program Desa BRILiaN 2023, BRI kembali menyelenggarakan pelatihan desa pada tahun 2024 melalui ‘Kick Off New Desa BRILiaN 2024 Batch 1’.

Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan serangkaian kegiatan awal dari penyelenggaraan program Desa BRILiaN 2024 dimana peserta Desa BRILiaN mendapatkan sejumlah materi dan pelatihan untuk selanjutnya dapat mengikuti setiap proses yang dilaksanakan dalam program Desa BRILiaN 2024.

“Pelatihan-pelatihan yang dilakukan meliputi pelatihan kepemimpinan, kelembagaan desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), kewirausahaan, inovasi desa, digitalisasi desa, teknik komunikasi dan materi tematik lainnya yang sangat dibutuhkan oleh desa,” ujar Supari.

Baca Juga : Chatbot BRI Sabrina Kembali Torehkan Prestasi, Raih Best in Personalization Strategy di Mata Lokal Award 2024

Pelatihan akan dilaksanakan selama 1-2 bulan lebih secara daring. Setiap sesi materi selesai, para peserta akan diberikan beberapa tugas yang akan menjadi salah satu komponen penilaian yang digunakan untuk memilih 40 desa terbaik dan diantaranya yaitu 15 desa terbaik akan mendapatkan pendampingan langsung.

Secara umum program Desa BRILiaN 2024 dibagi menjadi 3 batch dan dilaksanakan pada April – November 2024. Sebanyak 1.000 desa di seluruh Indonesia ditargetkan dapat mengikuti program Desa BRILiaN 2024. Desa-desa yang tergabung dalam program ini diharapkan menjadi sumber inspirasi kemajuan desa yang dapat direplikasi ke desa-desa lainnya.

Sejak dijalankan pada tahun 2020, sampai saat ini, program Desa BRILiaN telah diikuti 3.178 desa yang aktif tergerak berinisiatif dan berkomitmen untuk maju melalui program-program yang telah direncanakan. Desa BRILiaN mengembangkan 4 aspek yang terdapat dalam desa.

Baca Juga : Peringati Hari Raya Waisak, BRI Peduli Salurkan Bantuan Sarana Pra-sarana Vihara dan Bagikan Sembako Untuk Umat Buddha

Pertama, BUMDes sebagai motor ekonomi desa. Kedua, digitalisasi, implementasi produk dan aktivitas digital di desa. Ketiga, Sustainability, tangguh dan secara berkelanjutan dalam membangun desa. Keempat, Innovation, kreatif dalam menciptakan inovasi.

Sementara itu, objek pemberdayaan dari program ini adalah elemen-elemen kunci yang ada di desa yang meliputi Perangkat Desa (Kepala Desa), Pengurus BUMDes, Badan Permusyawaratan Desa, UMKM di Desa, Perwakilan kelompok Usaha (Klaster) dan Pegiat Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades).

Penguatan Ekosistem Desa

Supari menambahkan, dalam program ini, dilakukan pula penguatan ekosistem desa yang didukung dengan program penguatan kelompok-kelompok (Klaster) Usaha Mikro dengan nama Klasterkuidupku, dimana BRI mengidentifikasi keperluan pemberdayaan baik pelatihan usaha maupun bantuan sarana prasarana yang diberikan secara selektif.

Baca Juga : Lewat BRI Peduli-BRInita, Kelompok Dasawisma Pisang di Palembang Sulap TPS Liar Jadi Urban Farming yang Bernilai Ekonomis

Untuk mendukung pengembangan pasar, BRI menginisiasi pembentukan platform New Pasar.id, yaitu sebuah platform yang menghubungkan pedagang pasar dan pembeli secara online.

Sedangkan untuk pemberdayaan UMKM, BRI juga telah mengembangkan platform pemberdayaan linkumkm.id untuk mendorong dan memfasilitasi UMKM naik kelas. Selain itu tentunya produk-produk layanan BRI yang dapat dimanfaatkan oleh desa dan BUMDes seperti Agen BRILink, Stroberi, QRIS dan produk lainnya.

Sebagai bank yang memiliki fokus kepada segmen usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), peran BRI tidak terbatas sebagai Lembaga intermediary keuangan, yang memberikan value secara ekonomi namun juga memberikan social value berupa aksi pemberdayaan baik kepada individu pelaku usaha maupun pemberdayaan lembaga desa.

Baca Juga : Transaction Banking dan Bisnis Treasury BRI Sabet 2 Penghargaan Internasional dari The Asset Triple A

“Pemberdayaan wilayah pedesaan menjadi isu yang perlu diperhatikan, mengingat perkembangan desa di Indonesia relatif belum merata dan menjadi tantangan bersama. Kami berharap program ini menjadi salah satu wadah yang dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh desa-desa yang terlibat sehingga pada akhirnya mampu mendorong kemajuan desa-desa di Indonesia,” tegas Supari.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video24 Mei 2024 22:43
VIDEO: Pemotor Buang Surat Tilang, Klaim Punya Bekingan di Polda Metro Jaya
SULSELSATU.com – Sebuah video memperlihatkan seorang pengendara motor menolak untuk ditilang. Bahkan pengendara motor tersebut membuang surat ti...
OPD24 Mei 2024 21:51
Genjot Akses Menuju Stadion Sudiang, Dinas PU Makassar Kembali Survei dan Ukur Jalan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Tim Survey Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar kembali melakukan pengukuran akses jalan masu...
Politik24 Mei 2024 21:20
Muallim Tampa dan Badris Salam Berebut Rekomendasi Demokrat di Pilkada Sinjai
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Dua kandidat calon kepala daerah yang akan bertarung di Pilkada Sinjai berebut rekomendasi Partai Demokrat. Mereka ad...
Video24 Mei 2024 20:18
VIDEO: Rakernas V PDIP, Megawati Soroti Dugaan Kecurangan Pemilu 2024
SULSELSATU.com – PDI Perjuangan menggelar Rakernas V pada Jumat, 24 Mei 2024, di Beach City International Stadium, Ancol. Acara tersebut dihadir...