Logo Sulselsatu

Dinkes Sulsel Temukan 12.280 Kasus TBC Hingga Mei 2024

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Selasa, 11 Juni 2024 14:27

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sulsel Muhammad Yusri Yunus. Foto: Istimewa.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sulsel Muhammad Yusri Yunus. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel Sebanyak 12.280 kasus tuberkulosis (TB) atau TBC ditemukan pada periode Januari sampai Mei 2024.

Seperti diungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sulsel Muhammad Yusri Yunus saat memaparkan analisis situasi TBC di Sulsel.

Hal ini disampaikam Yusri Yunus dalam kegiatan diseminasi Lapor TBC pada komunitas di 26 Kota dan Kabupaten di Hotel Continent Centrepoint Makassar, Senin (10/6/2024).

Baca Juga : LAZ Hadji Kalla Bersama Coastal Sosialisasi Kawasan Tanpa Rokok untuk Remaja

“Suspek Sulsel di angka 34,2 persen dari target. Kalau periode Januari sampai Mei 2024, sudah ditemukan 12.280 kasus TBC di Sulsel,” katanya.

Dia mengatakan, penanganan berupa pengobatan dan saat ini terus melakukan skrining dalam mencegah penyebarluasan kasus.

Sementara Ketua Yayasan Kareba Baji Sulsel, Chandra Mustamin mengatakan, sebanyak 672 aduan dari masyarakat diterima melalui dashboard Lapor TBC sejak Oktober 2022 sampai Februari 2024.

Baca Juga : Asmo Sulsel Donor Darah Sambut HUT ke-54 Tahun Astra Motor

Dominasi aduan yaitu konseling bagi pasien TBC sebanyak 68 persen. Disusul keluhan enabler 13 persen, stigma dan diskriminasi 11 persen serta akses layanan 8 persen.

“Dari sebaran aduan, tercatat ada 20 pengaduan dari Sulawesi Selatan,” kata saat

Dia menjelaskan, Lapor TBC merupakan kanal aduan berbasis aplikasi dan website. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan dan mensosialisasikan penggunaan aplikasi dan website Lapor TBC.

Baca Juga : Lomba Bebas Jentik Langkah PT Vale Dorong Kesadaran Kesehatan Masyarakat

“Stigma dan diskriminasi pasien Tuberkulosis (TB) atau TBC kebanyakan terjadi di masyarakat, komunitas dan sekolah sebesar 38 persen. Disusul 34 persen di tempat kerja, keluarga 15 persen, stigma diri sendiri hingga fasilitas kesehatan,” ungkapnya.

Kegiatan juga menghadirkan narasumber Kasri Riswadi dari program dan MEL Coordinator SR Yamali TB. Dia mengisi materi tentang penggunaan aplikasi dan mengunggah informasi melalui dashboard LaporTBC.

“Kolaborasi penting dilakukan dalam kegiatan ini diharapkan dapat membantu dalam penemuan kasus TBC,” ujarnya.

Baca Juga : Kupas Tuntas Penyakit Lupus, Waspada Autoimun

Peserta yang mengikuti kegiatan merupakan kader TB di puskesmas, petugas TB di sejumlah rumah sakit dan Forum Multi Sektor Eliminasi TBC Kota Makassar. Kegiatan ini berhasil menciptakan ruang diskusi yang produktif dan berpotensi untuk meningkatkan kesadaran serta aksi dalam penanggulangan TBC di Kota Makassar.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Penulis : Andi Baso Mappanyompa
Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Pendidikan12 Juni 2024 21:58
Danny Pomanto Minta ICMI Ambil Peran Cerdaskan Anak Bangsa di Tengah Krisis Moral
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto meminta Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) mengambil peran mencerdaskan anak bangsa di tengah krisis...
Video12 Juni 2024 20:40
VIDEO: Penyerang Timnas Indonesia Beri Hadiah Sepatu kepada Seorang Supporter
SULSELSATU.com – Seorang supporter mendapatkan sepatu dari penyerang timnas Indonesia, Ragnar Oratmangoen. Ragnar memberikan sepatunya kepada fa...
Bisnis12 Juni 2024 20:13
Hyundai Perkuat Layanan Aftersales di Makassar Lewat Hyundai Hadir Untukmu
PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) kembali meningkatkan pengalaman aftersales pelanggan di Makassar. Terbaru, HMID menghadirkan program Hyundai Hadir ...
Lifestyle12 Juni 2024 19:25
Asmo Sulsel Edukasi #Cari_Aman Demi Tingkatkan Keselamatan Berkendara ASN di Gowa
Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) konsisten memberikan edukasi keselamatan berkendara atau safety riding kepada karyawan ataupun pekerja....