Logo Sulselsatu

Pelindo Multi Terminal Group Pastikan Kelancaran Bongkar Komoditas Beras

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Senin, 30 Desember 2024 13:39

SPMT pastikan kelancaran bongkar komoditas beras. Foto: Istimewa.
SPMT pastikan kelancaran bongkar komoditas beras. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, MAKASSAR – PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), subholding PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo yang bergerak di bidang layanan multipurpose memastikan kelancaran proses bongkar komoditas beras milik BULOG.

Hal tersebut untuk mendukung program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Hal ini sebagai tindak lanjut setelah adanya penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding /MoU) antara Pelindo dengan BULOG dalam rangka Pelayanan Kegiatan Jasa Bongkar Muat Komoditas Pangan pada Desember 2023.

Baca Juga : Kinerja PJM Group hingga Juli 2026 Membaik, Laba Usaha Capai 120 Persen

Terdapat enam belas pelabuhan yang dikelola SPMT dalam melayani proses bongkar komoditas beras milik BULOG tersebut yakni pelabuhan Belawan, Malahayati, Lhokseumawe, Dumai, Tanjung Emas (Semarang), Tanjung Intan (Cilacap), Jamrud Nilam Mirah (Surabaya), Tanjung Wangi (Banyuwangi), Balikpapan, Makassar, dan Lembar.

Selain itu, layanan bongkar komoditas beras ini juga dilakukan melalui anak perusahaan SPMT, yaitu PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) di antaranya pelabuhan Teluk Bayur (Padang), Palembang, Panjang (Bandar Lampung), Tanjung Priok, serta Pontianak dan Kijing.

Direktur Utama SPMT Ary Henryanto menerangkan, sampai dengan bulan November 2024, SPMT Group telah menangani bongkar komoditas beras BULOG mencapai total muatan sebanyak 2,36 juta ton.

Baca Juga : Pelindo Bawa Semangat Pemberdayaan ke Langowan Lewat Relawan Bakti BUMN

Dari jumlah tersebut, SPMT menangani 1,38 juta ton (58 persen) dengan pelabuhan terbesar di Jamrud Nilam Mirah (416.378 ton) dan Tanjung Emas (377.095 ton), sementara PTP Nonpetikemas menangani 983 ribu ton (42 persen) dengan pelabuhan terbesar di Tanjung Priok (628.198 ton).

SPMT berkomitmen untuk selalu memberikan layanan terbaik kepada seluruh pengguna jasa di seluruh terminal yang dikelola dari ujung timur hingga barat Indonesia. Termasuk dalam bongkar komoditas beras milik BULOG.

SPMT berkomitmen untuk memberikan layanan operasional 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu (24/7) untuk kelancaran arus barang di pelabuhan, terlebih lagi tren arus barang yang akan meningkat pada saat momen Nataru 2024/2025,” ungkap Ary.

Baca Juga : Pelindo Bersama Pelni Kirim untuk Bantuan Korban Gempa NTT

Senada itu, Direktur Utama PTP Nonpetikemas Indra Hidayat Sani mengungkapkan, PTP Nonpetikemas berkomitmen untuk memastikan kelancaran operasional bongkar muat berbasis planning & control yang dapat berdampak pada efisiensi dan kecepatan, serta menjaga kualitas pelayanan yang optimal.

“Kami memastikan semua proses bongkar kargo berjalan lancar dan tepat waktu untuk mendukung distribusi pangan yang merata di berbagai wilayah di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News26 Agustus 2026 11:02
PLN UIP Sulawesi Raih Lima Penghargaan Kinerja Perizinan dan Pembebasan Lahan
PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi meraih lima penghargaan atas kinerja perizinan dan pembebasan lahan Semester I 2026....
News26 Agustus 2026 10:49
Dealer Maluku Graha Motor Ajak Komunitas Jelajah Ikon Kota Ambon dengan Honda CRF
Dealer Maluku Graha Motor Ambon bersama komunitas Honda menggelar rolling city menggunakan Honda CRF, Minggu (23/8/2026)....
Video25 Agustus 2026 21:33
VIDEO: Kebakaran di Jalan Praja Raya Makassar
SULSELSATU. com — Kebakaran dilaporkan terjadi di Jalan Praja Raya, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa malam (25/8/2026). A...
Nasional25 Agustus 2026 10:30
KKI 2026 Catat Transaksi Rp144,2 Miliar, UMKM Sulsel Tembus Pasar Global
Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 mencatat peningkatan transaksi sekaligus memperluas akses UMKM Indonesia ke pasar nasional dan global....