Logo Sulselsatu

Biaya Haji Berpeluang Turun di Bawah Rp56 Juta, Wamenag Pastikan Layanan Tetap Prima

Asrul
Asrul

Selasa, 31 Desember 2024 10:08

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, JAKARTA – Wakil Menteri Agama Romo HR Muhammad Syafii menyatakan optimisme bahwa Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) untuk jemaah Indonesia dapat ditekan di bawah Rp56 juta.

Hal ini disampaikan usai rapat kerja Kementerian Agama dengan Komisi VIII DPR RI di Senayan, Jakarta, Senin (30/12/2024).

“Jika tahun lalu Bipih Rp56 juta, insya Allah tahun depan bisa lebih rendah. Kami sedang menyisir berbagai komponen biaya,” tegasnya.

Baca Juga : Menag Nasarudin Umar Ajak MA IPNU Jawab Tantangan Kebangsaan

Dalam rapat tersebut, Kemenag mengusulkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2025 rata-rata sebesar Rp93,3 juta, turun dari rata-rata tahun ini yang mencapai Rp93,4 juta.

Komposisi pembiayaan yang diusulkan adalah 70% dari Bipih yang dibayar jemaah dan 30% dari Nilai Manfaat dana haji. Namun, Wamenag membuka peluang agar komposisi tersebut kembali ke format 60% Bipih dan 40% Nilai Manfaat, seperti tahun sebelumnya.

Wamenag juga menjelaskan sejumlah langkah efisiensi yang sedang ditempuh untuk menurunkan biaya haji. Salah satunya adalah negosiasi harga avtur untuk mengurangi biaya penerbangan, yang menyumbang sekitar 30% dari total biaya.

Baca Juga : RS UIN Alauddin Resmi Dibuka, Jadi Rumah Sakit Pendidikan Berbasis Islam Pertama di Kawasan Timur Indonesia

Potongan keuntungan dari avtur diyakini mampu menekan ongkos tiket pesawat secara signifikan. Selain itu, biaya layanan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) yang sebelumnya mencapai Rp18 juta per jemaah diproyeksikan turun hingga Rp16 juta.

Upaya lain mencakup penghematan pada anggaran katering, yang diharapkan dapat turun dari SAR 16,5 menjadi SAR 14–15 per porsi.

Penurunan biaya ini, menurut Wamenag, tidak akan berdampak pada kualitas pelayanan. Kompetisi di sektor penyediaan jasa haji kini semakin ketat, terutama di Arab Saudi.

Baca Juga : Kasus Covid-19 Naik, Jemaah Haji Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Sekembalinya ke Indonesia

Sebagai contoh, jumlah hotel yang tersedia untuk jemaah meningkat dari belasan menjadi lebih dari 400, sementara penyedia layanan di Armuzna bertambah dari lima menjadi 20 perusahaan.

“Dengan lebih banyak penyedia, harga jadi lebih kompetitif, dan pelayanan justru makin baik,” ujarnya.

Kemenag dan DPR juga telah membentuk Panitia Kerja (Panja) BPIH untuk membahas lebih lanjut usulan ini. Hasil pembahasan diharapkan rampung sebelum 10 Januari 2025 agar dapat segera diimplementasikan.

Baca Juga : DPR Siapkan Revisi Dua UU Haji Demi Adaptasi Kebijakan Arab Saudi

“Kami yakin biaya haji tahun depan bisa turun, dengan tetap menjaga dan meningkatkan kualitas layanan,” pungkas Wamenag.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Nasional05 November 2026 06:58
Ditjen Minerba Apresiasi Kontribusi PNBP Vale Indonesia
PT Vale Indonesia Tbk menerima apresiasi dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ES...
Ekonomi04 November 2026 20:56
OJK dan Bank Sulselbar Kolaborasi Perluas Akses Keuangan Syariah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Sulselbar memperkuat kolaborasi dengan ulama, akademisi, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan untuk...
News04 November 2026 20:49
PLN Matangkan Sewa Lahan PLTMG Baubau 2
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi mematangkan draf perjanjian sewa lahan milik Pemerintah Kota Baubau untuk mendukung pembangunan...
Nasional04 November 2026 20:45
STFT Jakarta Soroti Enam Krisis Bangsa
Sivitas Akademika Sekolah Tinggi Filsafat Theologi (STFT) Jakarta menyampaikan kritik terhadap sejumlah persoalan sosial, ekonomi, lingkungan, dan dem...