Logo Sulselsatu

Mendikdasmen Ungkap Ujian Nasional Akan Kembali Diterapkan

Asrul
Asrul

Kamis, 02 Januari 2025 13:31

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Abdul Mu'ti.Foto/SS
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Abdul Mu'ti.Foto/SS

SULSELSATU.com, JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengisyaratkan kembalinya Ujian Nasional (UN) dalam sistem pendidikan Indonesia. UN direncanakan kembali digelar mulai tahun ajaran 2025/2026 dengan format baru yang masih dalam tahap perancangan.

“Konsep Ujian Nasional sudah siap, tetapi untuk tahun 2025 belum dilaksanakan. Insya Allah, di tahun ajaran 2025/2026, skema dan bentuknya akan diumumkan pada waktunya,” ungkap Abdul Mu’ti dikutip, Kamis (2/1/2025).

Mu’ti mengungkapkan bahwa kembalinya UN bertujuan untuk meningkatkan pemetaan mutu pendidikan nasional. Namun, ia menegaskan bahwa format dan teknis pelaksanaan UN akan berbeda dari sebelumnya.

Baca Juga : Seminar Tarjih Muhammadiyah di Unismuh, Prof Mu’ti Soroti Urgensi AI bagi Masa Depan Pendidikan Islam

“UN nanti akan dirancang untuk lebih menilai kemampuan individu siswa, tidak hanya berbasis sampling seperti sistem yang digunakan sekarang. Data ini juga akan mendukung proses penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi,” jelasnya.

Menurut Mu’ti, UN penting untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai kualitas siswa di berbagai daerah. Selain itu, hasil UN dapat menjadi acuan dalam menentukan kebijakan pendidikan dan memfasilitasi proses seleksi masuk perguruan tinggi.

“Selama ini data kemampuan siswa yang kita gunakan berbasis sampling. Dengan UN yang bersifat individual, informasi kualitas siswa akan lebih akurat,” tambahnya.

Baca Juga : Kunjungan Perdana ke Unismuh Makassar, Mendikdasmen RI Bahas AI dan Tantangan Dunia Pendidikan

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menyatakan dukungan atas rencana pemerintah untuk mengembalikan UN sebagai salah satu mekanisme kelulusan siswa.

Sebelumnya, kebijakan UN dihentikan oleh Mendikbudristek Nadiem Makarim pada tahun 2021. Saat itu, Nadiem menghapus UN melalui Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2021 dengan alasan bahwa materi UN terlalu padat dan hanya berfokus pada penghafalan, sehingga menggantinya dengan asesmen nasional.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sedang mempersiapkan pelatihan untuk guru agar mereka mampu beradaptasi dengan skema baru UN. Pemerintah juga akan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan pelaksanaan UN dapat berjalan lancar dan efektif.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video02 Februari 2026 23:12
VIDEO: Pantai Bali Penuh Sampah, Prabowo Tegur Kepala Daerah
SULSELSATU.com – Presiden Prabowo Subianto menyindir Gubernur Bali I Wayan Koster terkait kondisi pantai di Bali yang kotor oleh sampah. Menurut...
Video02 Februari 2026 21:42
VIDEO: Presiden Prabowo Resmi Buka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026
SULSELSATU.com – Presiden Prabowo Subianto resmi membuka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di SICC, Bogor, Senin (2/2/2026). Rakornas in...
Makassar02 Februari 2026 19:01
Hotel Royal Bay Makassar Hadirkan “Nostalgia Ramadhan” dengan Dekorasi Pos Kamling dan Sepeda Ontel
SULSELSATU.com MAKASSAR – Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, Hotel Royal Bay Makassar resmi meluncurkan paket buka puasa tahunan bertajuk �...
Pendidikan02 Februari 2026 18:54
Unismuh Makassar Dorong Kerja Sama Internasional Berbasis Program, Gandeng Lima Kampus di Kawasan ASEAN
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menegaskan kerja sama internasional tidak boleh berhenti pada penandatang...