Logo Sulselsatu

Hati Damai Target Tuntaskan Kemiskinan pada 100 Hari Pertama

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Selasa, 04 Maret 2025 17:35

Hati Damai saat rapat di kantor Bupati Gowa. Foto: Istimewa.
Hati Damai saat rapat di kantor Bupati Gowa. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, GOWA – Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang meminta seluruh pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), kepala bagian dan camat lingkup Pemkab Gowa untuk menjadi orang tua asuh bagi masyarakat yang masih tergolong miskin ekstrem.

Hal tersebut sebagai upaya pemerintah dalam menjadikan Gowa 0 (nol) persen miskin ekstrem.

“Kita harus menurunkan kemiskinan ekstrem di angka 0 persen. Salah satunya seluruh SKPD maupun camat harus menjadi orang tua asuh bagi masyarakat miskin ekstrem yang bertugas mengawasi dan controlling masyarakat untuk menemukan solusi terbaik bagi masyarakat,” ungkap Bupati Husniah, Senin (3/3/2025).

Baca Juga : Resmi Jabat Bupati, Darmawangsyah Muin Fokus Bereskan Utang Pemkab Gowa dan Hak ASN

Tak hanya itu, dirinya bersama Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin juga siap menjadi orang tua asuh yang akan memberikan perhatian lebih dan dukungan langsung, baik dalam bentuk bantuan sosial maupun program pemberdayaan.

“Yang terpenting para camat harus mengetahui titik-titik masyarakatnya yang masih tergolong miskin ekstrem sehingga nantinya kami para orang tua asuh bisa lebih tepat sasaran dalam memberikan bantuan maupun perhatian,” jelasnya.

Olehnya ia berharap dengan kolaborasi dan kerjasama seluruh pihak yang ada, kemiskinan ekstrem di Kabupaten Gowa bisa segera mencapai angka 0 persen untuk mewujudkan Gowa yang lebih maju dan masyarakatnya lebih sejahtera.

Baca Juga : Pemkab Gowa Dorong UMKM Tingkatkan Kualitas Produk hingga Tembus Pasar Internasional

“Ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial kita bersama dalam menanggulangi kemiskinan ekstrem di Gowa. Mari kita berkolaborasi dalam mewujudkan Gowa yang maju dan berkelanjuntan,” harapnya.

Sementara Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Gowa Sujjadan mengatakan, saat ini jumlah miskin ekstrem di Gowa tersisa 1.108 jiwa atau 0,14 persen dari jumlah penduduk di Kabupaten Gowa per tahun 2023.

“Tentu dengan ditunjuknya para pimpinan SKPD sebagai orang tua asuh ini akan memberikan dampak positif yang diharapkan 0 persen miskin ekstrem di Gowa dapat terwujud. Terlebih miskin ekstrem ini telah mengalami penurunan dari tahun ke tahun,” ujarnya.

Baca Juga : Plt Bupati Gowa Darmawansyah Muin Dorong UMKM Masuk Pasar Haji

Adapun beberapa kriteria miskin ekstrem yang telah ditentukan oleh pemerintah pusat yakni enam bulan terakhir tidak terdapat paling sedikit satu anggota keluarga yang memiliki sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan pokok perbulan.

Kemudian, tidak mempunyai fasilitas rumah yang layak huni, tidak semua anggota keluarga makan makanan beragam (makanan pokok, sayur, buah, dan lauk paling sedikit dua kali sehari).

Lalu, keluarga tidak memiliki tabungan/simpanan (uang kontan, perhiasan, hewan ternak, hasil kebun, dan lain-lain) dan lainnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Hukum02 November 2026 16:07
Polda Sulsel Larang Personel dan Pegawai Isap Vape Cegah Penyalahgunaan Narkotika
SULSELSATU, MAKASSAR – Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) melarang seluruh personel kepolisian dan Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), menggunakan ro...
Lifestyle02 November 2026 15:19
AHM Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Lewat Green Act Fest 2026
PT Astra Honda Motor (AHM) mengajak generasi muda menerapkan gaya hidup berkelanjutan melalui Green Act Fest (GAF) 2026 di Warkopolim, Bogor, Sabtu (3...
Olahraga02 November 2026 15:02
SMAN 2 Raha Raih Juara Tiga AXIS Nation Cup 2026
Tim futsal SMAN 2 Raha, Sulawesi Tenggara, meraih juara ketiga kategori putra AXIS Nation Cup (ANC) 2026 setelah mengalahkan MAN 2 Samarinda dengan sk...
News02 November 2026 12:22
OJK Luncurkan PELITA Syariah, Libatkan Tokoh Agama Perluas Literasi Keuangan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Buku Panduan Literasi dan Referensi Dakwah Keuangan Syariah (PELITA Syariah) untuk memperluas edukasi keuanga...