Logo Sulselsatu

Polri Pastikan Ijazah Jokowi Asli, Kasus Dihentikan

Asrul
Asrul

Kamis, 22 Mei 2025 16:17

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, JAKARTA – Bareskrim Polri resmi menghentikan proses penyelidikan atas laporan dugaan penggunaan ijazah palsu oleh Presiden Joko Widodo. Keputusan ini diambil setelah penyidik tidak menemukan indikasi tindak pidana dalam laporan yang diajukan oleh Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA).

“Gelar perkara telah dilakukan untuk memberikan kepastian hukum. Hasilnya, tidak ditemukan adanya unsur tindak pidana,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro, di Bareskrim, Kamis (21/5/2025).

Ia menjelaskan bahwa penyelidikan mencakup penelusuran menyeluruh terhadap latar belakang pendidikan Jokowi, mulai dari tingkat Sekolah Menengah Atas hingga perkuliahan di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Baca Juga : Pedagang Diduga Bully Siswi SD, Orangtua Siap Buka Kasus ke Polisi

“Tujuan kami tidak hanya menjawab aduan masyarakat, tetapi juga memberikan pemahaman berbasis fakta agar publik tidak lagi terjebak dalam isu yang tidak berdasar,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan, lanjut Djuhandhani, penyidik memastikan keaslian ijazah SMA milik Jokowi melalui verifikasi dokumen serta keterangan sejumlah saksi. Selain itu, keberadaan skripsi dan rekam jejak akademik Jokowi di UGM juga telah dikonfirmasi.

“Dokumen asli ijazah diuji secara laboratoris dan dibandingkan dengan milik tiga rekan seangkatan di Fakultas Kehutanan UGM,” tambahnya.

Baca Juga : Isu Ijazah Palsu Jokowi, Kuasa Hukum: Serangan Politis, Bukan Cari Kebenaran

Presiden Jokowi sendiri sebelumnya telah memenuhi panggilan Bareskrim untuk memberikan keterangan. Dalam pemeriksaan selama sekitar satu jam itu, ia menjawab total 22 pertanyaan yang mencakup perjalanan pendidikannya dari SD hingga kuliah.

“Pertanyaannya seputar ijazah, mulai dari sekolah dasar, menengah, sampai universitas. Bahkan saya juga ditanya soal skripsi dan aktivitas saat kuliah,” ujar Jokowi kepada wartawan.

Diketahui, laporan terkait dugaan ijazah palsu ini pertama kali dilayangkan oleh Ketua TPUA, Egi Sudjana, pada 9 Desember 2024. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh penyidik sebagai Laporan Informasi (LI) pada 9 April 2025 dengan nomor: LI/39/IV/RES.1.24./2025.

Baca Juga : Polri Buka Layanan 24 Jam untuk Laporan Aksi Premanisme, Warga Diminta Aktif Melapor

Dengan dihentikannya penyelidikan ini, Polri berharap isu serupa tidak lagi menciptakan kegaduhan publik.

“Kami ingin suasana negara ini tetap kondusif,” pungkas Djuhandhani.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News12 September 2026 22:25
Catut Nama Adat untuk Palang Seba-seba, Gusti Riadi Terancam Hukuman 14 Tahun
Rangkaian aksi pemalangan lahan di area konsesi pertambangan group Mining Industry Indonesia (MIND ID) di Seba-seba, Morowali yang selama ini diposisi...
Video12 September 2026 20:20
VIDEO: Polisi Sita 13 Drum Berisi 2.600 Liter Solar di Selayar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Polisi menyita 13 drum berisi 2.600 liter solar bersubsidi yang diduga ditimbun di Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulau...
Makassar12 September 2026 15:20
Polisi Sita 13 Drum Berisi 2.600 Liter Solar Diduga Ditimbun di Bontoharu Selayar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Polisi menyita 13 drum berisi 2.600 liter solar bersubsidi yang diduga ditimbun di Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kep...
Bisnis12 September 2026 08:12
New Veloz Hybrid EV Dongkrak Penjualan Toyota di Segmen Low MPV
Kehadiran New Veloz Hybrid EV mendapat respons positif dari pasar dan turut memperkuat posisi Toyota di segmen Low Multi Purpose Vehicle (LMPV)....