Logo Sulselsatu

Dipicu Game Online, Polisi Gagalkan Tawuran Remaja Bulukumba-Makassar

ridwan ridwan
ridwan ridwan

Senin, 09 Juni 2025 19:21

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, BULUKUMBA – Aksi cepat Tim Resmob bersama Unit Intelkam Polres Bulukumba berhasil menggagalkan rencana tawuran antara dua kelompok pemuda dari Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, dan Kota Makassar pada Senin dini hari, 9 Juni 2025, sekitar pukul 02.45 WITA.

Operasi pencegahan ini dipimpin langsung oleh Dantim Resmob, Aiptu Muhammad Usman. Dalam upaya pencegahan tersebut, petugas mengamankan 13 pemuda yang diduga hendak terlibat dalam aksi kekerasan. Mereka terdiri dari tujuh pemuda asal Kajang dan enam pemuda dari Makassar.

Identitas para pemuda yang diamankan adalah: Kelompok Kajang, Bulukumba:
IM (19), RR (19), AI (17), AL (17), DAM (17), NM (17), dan MI (24). Adapun kelompok Makassar: MS (20), AS (22), SG (25), SY (22), ZA (22), dan MA (26).

Baca Juga : Kapolres Bulukumba Tinjau dan Cek Kesiapan Pos Terpadu Operasi Ketupat 2026

Dalam penggeledahan terhadap dua kelompok pemuda tersebut, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti berupa empat bilah senjata tajam jenis badik, enam anak busur, dan satu pelontar panah.

Kasat Reskrim Polres Bulukumba, Iptu Muhammad Ali, menjelaskan bahwa penggagalan tawuran ini bermula dari laporan masyarakat terkait adanya rencana perkelahian kelompok di Jalan Poros Bantaeng–Bulukumba, tepatnya di wilayah Kelurahan Bintarore, Kecamatan Ujung Bulu.

“Setelah menerima laporan, tim langsung bergerak melakukan penyelidikan. Kami menemukan kelompok pemuda asal Kajang sedang berkumpul di sekitar Taman Kota Bulukumba. Dalam pemeriksaan, ditemukan sebilah badik yang disimpan oleh IM,” ujarnya.

Baca Juga : Jelang Lebaran, Polres Bulukumba Gelar Gerakan Pangan Murah, 1.250 Kg Beras SPHP Terjual

Usai mengamankan kelompok pertama, tim kemudian menuju halaman Masjid Islamic Center Dato Tiro (ICDT), lokasi tempat berkumpulnya kelompok dari Makassar. Di sana, ditemukan kembali tiga bilah badik, enam anak busur, dan satu pelontar.

“Kedua kelompok sudah berada di lokasi berbeda dan siap untuk melakukan bentrok. Berkat informasi cepat dari masyarakat, rencana tawuran ini berhasil kami gagalkan,” terang Iptu Ali.

Dari hasil interogasi, diketahui bahwa akar konflik bermula dari perselisihan dalam permainan game online Mobile Legends. MI dari Kajang berselisih dengan AS dari Makassar. Konflik itu berlanjut ke media sosial, hingga AS memposting foto MI di TikTok yang membuat situasi semakin memanas.

Baca Juga : Jelang Mudik Lebaran 1447 H, Polres Bulukumba Siapkan Layanan Penitipan Kendaraan

Perselisihan tersebut kemudian berujung pada tantangan berkelahi. AS pun datang ke Bulukumba bersama rekan-rekannya dan berkumpul di Masjid ICDT untuk memenuhi tantangan tersebut.

“AS diketahui merupakan anggota Satpol PP Kota Makassar. Mereka semua mengakui bahwa tujuan pertemuan adalah untuk melakukan perkelahian kelompok,” ungkap Iptu Muhammad Ali.

Saat ini, ketigabelas pemuda yang diamankan tengah menjalani pemeriksaan dan proses penyelidikan lebih lanjut di Mapolres Bulukumba.

Baca Juga : Polres Bulukumba Siap Amankan Mudik Lebaran 2026

Kapolres Bulukumba, AKBP Restu Wijayanto, S.I.K., menyampaikan apresiasinya atas respon cepat tim di lapangan sehingga berhasil
menggagalkan aksi yang berpotensi menimbulkan korban jiwa tersebut.

“Terimakasih atas langkah sigap anggota yang berhasil mencegah terjadinya aksi tawuran yang dapat berujung pada korban jiwa. Kami akan terus tingkatkan patroli dan pemantauan potensi konflik antarkelompok untuk mencegah aksi serupa terjadi,” tegas Kapolres.

Kapolres juga mengimbau kepada seluruh orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anaknya, terutama saat berada di luar rumah pada malam hari. Ia menekankan pentingnya pengawasan serta peran keluarga dalam mencegah keterlibatan remaja dalam tindakan kekerasan.

Baca Juga : Pimpin Apel Operasi Ketupat 2026, Begini Amanat Kapolri yang Dibacakan Kapolres Bulukumba

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk para orang tua, tokoh masyarakat, dan tokoh agama, untuk bersama-sama melakukan pembinaan dan memberikan edukasi kepada generasi muda. Jangan sampai hanya karena hal sepele seperti permainan game online, para remaja kita terjerumus ke dalam tindak kriminal yang merugikan diri sendiri dan orang lain,” pungkasnya.

Pihak kepolisian juga akan berkoordinasi dengan pihak sekolah dan instansi terkait untuk melakukan sosialisasi mengenai bahaya penyalahgunaan media sosial termasuk game online yang berlebihan serta potensi konflik yang bisa timbul dari pergaulan bebas di dunia maya. (*)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar02 Mei 2026 13:20
Appi Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Tegaskan Pendidikan Inklusif untuk Semua ‎
SULSELSATU.com, ‎MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2026 di Lapangan...
News02 Mei 2026 12:10
Dirut Pelindo Tekankan HSSE dan Sinergi Operasional Saat Kunjungi Regional 4
Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Achmad Muchtasyar melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pelindo Regional 4, Jumat (1/5/2026)....
Pendidikan02 Mei 2026 11:00
Mubes IKA Unhas Resmi Dimulai, Ramli Rahim: Mayoritas Dukung Amran Sulaiman Kembali Jadi Ketum
SULSELSATU.com, MAKASSAR — Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) resmi digelar di Hotel Four Points by Sheraton ...
News02 Mei 2026 08:39
Layanan Pelindo Membaik, Kepuasan Pengguna Tembus 90 Persen
Tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap layanan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) menembus angka di atas 90 persen....