Logo Sulselsatu

Pemprov Sulsel Waspadai Dampak Konflik Iran-Israel, Siapkan Strategi Ekonomi Adaptif

Asrul
Asrul

Rabu, 25 Juni 2025 13:40

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak ekonomi dari konflik geopolitik global, khususnya ketegangan yang terus meningkat antara Iran dan Israel.

Ketidakpastian di kawasan Timur Tengah dikhawatirkan akan memicu lonjakan harga energi dan mengganggu distribusi global, termasuk ke Indonesia.

Sekretaris Daerah Sulsel, Jufri Rahman, menyampaikan kekhawatiran tersebut dalam pernyataannya di Baruga Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Makassar, Selasa (24/6/2025). Menurutnya, apabila konflik menyebabkan penutupan Selat Hormuz—jalur strategis ekspor minyak dunia—maka harga energi akan melonjak signifikan.

Baca Juga : Pemprov Sulsel Terseret Laporan Dugaan Korupsi Anggaran 2026 ke KPK

“Dampaknya bisa sangat luas. Jika distribusi minyak terganggu, harga BBM global akan naik. Ini akan langsung dirasakan masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah,” kata Jufri.

Ia menambahkan, kenaikan harga BBM akan berimbas pada biaya transportasi dan memicu inflasi di sektor lain, seperti bahan pangan dan logistik industri.

Sebagai langkah antisipasi, Pemprov Sulsel telah menyiapkan sejumlah strategi adaptif, khususnya dalam sektor perdagangan luar negeri.

Baca Juga : Dorong Konektivitas Logistik di KTI, Pemprov Sulsel Apresiasi Kontribusi Pelindo

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Sulsel, Ahmadi Akil, menyebutkan bahwa pihaknya telah merancang diversifikasi pasar ekspor sebagai salah satu langkah mitigasi risiko ekonomi.

“Saat ini kami memang masih dalam tahap penjajakan awal untuk ekspor ke Timur Tengah, termasuk Iran dan Palestina, jadi belum terdampak langsung. Tapi jika eskalasi berlanjut, kami akan mengalihkan ekspansi ke kawasan lain,” jelas Ahmadi.

Wilayah Eropa, Asia Timur, dan Afrika kini menjadi fokus baru dalam perluasan pasar ekspor Sulsel. Komoditas unggulan seperti rempah-rempah, menurut Ahmadi, tetap menjadi primadona dan akan terus dijaga kualitas serta kontinuitasnya.

Baca Juga : Pemprov Sulsel Dukung Pengembangan Pelabuhan Pelindo

“Pasar internasional masih sangat terbuka untuk produk-produk khas Sulsel. Kami akan memaksimalkan peluang itu sambil menjaga stabilitas perdagangan daerah,” ujarnya.

Baik Sekda Jufri maupun Kadis Ahmadi mengajak masyarakat untuk tidak panik, tetapi tetap waspada. Pemerintah, kata mereka, terus memantau situasi global dan menyiapkan kebijakan yang adaptif demi menjaga daya beli serta kestabilan ekonomi lokal.

“Semoga ketegangan tidak berlarut-larut. Kita harus tetap tenang, sambil mendukung kebijakan strategis pemerintah untuk meminimalkan dampak dari luar,” tutup Jufri.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Metropolitan01 Mei 2026 20:53
Serikat Buruh Demo di Makassar, Desak Pemerintah Sahkan UU Ketenagakerjaan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ratusan massa yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Nusantara (KSN) menggelar aksi turun ke jalan dalam rangka mem...
Hukum01 Mei 2026 20:50
Geng Motor Diduga Bawa Airsoft Gun Serang Warung Warga di Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Sekelompok geng motor menyerang sebuah warung milik warga di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), diduga menggun...
News01 Mei 2026 20:49
PT Vale Perkuat ESG 2025, Investasi Lingkungan Tembus US$43,79 Juta
PT Vale Indonesia Tbk memperkuat implementasi prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) sepanjang 2025 sebagai bagian dari strategi bisnis jan...
Hukum01 Mei 2026 20:48
Berulah Lagi, Geng Motor Keroyok Remaja Lagi Nongkrong di Pantai Losari Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Seorang pemuda yang tengah bersantai di kawasan Pantai Losari, Sulawesi Selatan (Sulsel), menjadi korban penganiayaan...