SULSELSATU.com – Bank Sulselbar menerima penghargaan kategori Outstanding Performance in Regional Sharia Banking dalam ajang Bisnis Indonesia Award (BIA) 2025 di The Westin Hotel, Jakarta Selatan (30/6/25).
Direktur Pemasaran dan Syariah Bank Sulselbar Dirhamsyah Kadir hadir menerima langsung penghargaan tersebut yang didampingi oleh Pemimpin Dept. Humas & CSR Acho Mallingkai.
BIA 2025 merupakan agenda tahunan sebagai bentuk apresiasi kepada korporasi, terutama yang sahamnya diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Baca Juga : Fakta Persidangan Ungkap Perkara Agus Fitrawan Tak Penuhi Unsur Korupsi
Tahun ini kegiatan tersebut bertema ‘Resilience Towards Uncertainty’ sebagai pemberian apresiasi kepada dunia usaha dan individu yang mampu menunjukkan kinerja luar biasa dari sisi finansial. Tidak hanya itu, juga termasuk dari aspek tata kelola, inovasi, daya tahan operasional, serta kontribusi terhadap pembangunan ekonomi
berkelanjutan.
“Bank Sulselbar bersyukur dan bangga bisa menjadi salah satu dari korporasi terbaik yang dapat dipertanggungjawabkan di publik. Dinilai dapat bertahan, bertumbuh, dan terus berinovasi dalam menghadapi situasi global yang tidak pasti. Penghargaan ini juga menjadi motivasi bagi Bank Sulselbar untuk terus meningkatkan performance di bidang syariah dan lainnya,” ucap Dirhamsyah Kadir.
Dewan Juri BIA 2025 terdiri dari tokoh-tokoh independen yang berpengalaman di bidang pasar modal dan keuangan – praktisi terkemuka yaitu Rudiantara (Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Periode 2014-2019), dan Raden Pardede (Sekretaris Komite Stabilitas Sistem Keuangan/KSSK Periode 2008-2009) Wimboh Santoso (Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Periode 2017-2022), Mardiasmo (Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia Periode 2014-2019), Lulu Terianto (Presiden Direktur Bisnis Indonesia Group).
Baca Juga : Bank Sulselbar Resmi Jadi LKS PWU, Perkuat Tata Kelola Wakaf di Indonesia Timur
Penilaian berdasarkan kualitatif, kuantitatif, dan persentase perusahaan. Metodologi penilaian menggunakan pendekatan komprehensif yang menggabungkan analisis kinerja finansial, tata kelola perusahaan, inovasi, dan kontribusi terhadap ekonomi berkelanjutan, dengan bobot penilaian yang disesuaikan untuk mencerminkan resiliensi perusahaan dalam menghadapi ketidakpastian.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar