SULSELSATU.com, MAKASSAR – OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) hingga 28 April 2025 telah melaksanakan 61 kegiatan edukasi keuangan kepada masyarakat.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi, workshop, dan program edukasi lainnya. Tujuannya adalah berfokus pada peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.
Baca Juga : Jumlah Investor Sulampua Terus Tumbuh, Total SID Capai 1.241.229
Selama itu, kegiatan edukasi telah menjangkau sebanyak 513.648 peserta yang berasal dari pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, perempuan, dan tenaga kerja di berbagai sektor, termasuk masyarakat umum.
Selain edukasi keuangan, Kantor OJK Sulselbar juga melakukan pemetaan kebutuhan pengembangan desa yang perlu didukung melalui penyediaan akses keuangan.
Kepala OJK Sulselbar Moch. Muchlasin mengatakan, pemetaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari Program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di perdesaan.
Baca Juga : Aset Perbankan Sulampua Tumbuh 4,26 Persen, Total Mencapai Rp572,44 Triliun
Berdasarkan data Mei 2025, Kantor OJK Sulselbar telah melakukan pendataan terhadap 7 desa, yaitu Desa Mandette, Desa Mattoanging, Desa Padang Sappa, dan Desa Wotu di wilayah Sulawesi Selatan, serta Desa Martajaya dan Desa Rea di wilayah Sulawesi Barat.
“Kegiatan edukasi ini menjadi wujud nyata komitmen OJK dalam mendukung terciptanya masyarakat yang melek keuangan serta mampu mengakses layanan keuangan secara bijak. Tidak hanya itu, upaya ini juga memberikan manfaat langsung kepada pelaku UMKM melalui pelatihan cakap keuangan, yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” ujar Muchlasin dalam rilis resmi OJK Sulselbar.
Terkait layanan konsumen, per Mei 2025 terdapat 283 layanan konsumen yang terdiri dari 27 penerimaan informasi, 198 pemberian informasi, dan 58 layanan pengaduan.
Baca Juga : OJK Bersama FKIJK Sulselbar Tetapkan Orientasi Kerja 2026 Bermanfaat Bagi Masyarakat
Dari total layanan konsumen tersebut, sebanyak 143 layanan terkait perbankan, 52 layanan terkait perusahaan pembiayaan, 58 layanan terkait Fintech.
Kemudian, ada 1 layanan terkait Pergadaian, 1 layanan terkait Dana Pensiun dan 6 layanan terkait asuransi. Sedangkan, untuk SLIK per 30 Mei 2025 adalah sebanyak 5.468 layanan.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar