SULSELSATU.com, MAKASSAR – Universitas Bosowa (Unibos) kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat global. Mujahid Shiddiq, mahasiswa Fakultas Psikologi angkatan 2024, berhasil terpilih sebagai salah satu dari 14 Dai terbaik nasional dalam program bergengsi Dai Ambassador Dompet Dhuafa 2025.
Ia menjadi satu-satunya perwakilan dari Sulawesi Selatan, bahkan dari seluruh Indonesia Timur, yang akan bertugas dalam program dakwah internasional tersebut.
Program ini menjadi ajang pengabdian dakwah lintas benua, mulai dari Asia, Eropa, hingga Amerika. Para peserta dipercaya menjadi duta kebaikan dengan menyebarkan nilai Islam moderat, mengedukasi masyarakat global mengenai Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF), serta pemberdayaan umat. Tahun ini, Mujahid diamanahkan untuk menjalankan misi dakwah di Timor Leste, negara dengan populasi Muslim minoritas.
Baca Juga : Universitas Bosowa Panen Penghargaan di Anugerah Diktisaintek 2025
Proses seleksi Dai Ambassador Dompet Dhuafa terkenal sangat kompetitif. Para kandidat melewati tahapan pemberkasan, ujian keilmuan Islam, hingga tes bahasa Arab dan Inggris aktif.
Wawancara langsung juga digelar oleh tim pusat Dompet Dhuafa di Makassar. Menariknya, sebagian peserta berasal dari kalangan doktor dan dosen, sehingga keberhasilan Mujahid sebagai mahasiswa menjadi capaian luar biasa.
“Ini bukan sekadar amanah pribadi, tapi bukti bahwa mahasiswa Unibos bisa berkontribusi di level internasional,” ujar Mujahid.
Baca Juga : Universitas Bosowa Tampilkan Riset dan Gagasan di Konferensi Internasional Dubai
Program ini dimulai dengan pelatihan intensif di Jakarta pada 23–27 Februari 2025, dilanjutkan dengan penugasan dakwah selama sebulan penuh di Timor Leste, tepatnya pada 3 Maret hingga 1 April 2025. Penempatan di negara dengan hanya 0,5% populasi Muslim ini menjadi tantangan besar sekaligus kehormatan tersendiri bagi Mujahid.
Dukungan dari Unibos turut berperan penting. Dosen pembimbing akademik hingga pengajar memberikan kelonggaran akademik serta dorongan moral agar Mujahid dapat menjalankan misinya dengan optimal.
“Ini bukan hanya tentang saya. Ini tentang bukti bahwa dari Unibos, dari Makassar, dari Indonesia Timur, kami bisa hadir membawa pesan damai untuk dunia,” tambahnya.
Baca Juga : Bosowa Peduli Lanjutkan Program Paket Pangan Penjaga Syiar Islam di Makassar
Ke depan, Mujahid berharap pengalaman ini menjadi pijakan untuk memperluas kapasitas dakwahnya sekaligus menginspirasi mahasiswa lain untuk berani mengharumkan nama kampus di kancah internasional.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar