SULSELSATU.com, MAKASSAR – Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar berhasil mencatatkan kinerja keuangan positif setelah lama dibayangi kerugian. Pada Juli 2025, perusahaan milik daerah ini membukukan laba bersih Rp 812 juta.
Plt Direktur Utama PDAM Makassar, Hamzah Ahmad, menegaskan pencapaian itu bukan karena kebijakan taksasi meter, melainkan hasil dari langkah efisiensi besar-besaran.
“Kerugian PDAM bisa tertutupi dengan efisiensi. Jadi tidak ada kaitannya langsung dengan SK taksasi,” kata Hamzah Ahmad, Selasa, 19 Agustus 2025.
Sebelumnya, PDAM Makassar mencatat kerugian Rp 5,2 miliar pada triwulan I (Januari–Maret 2025). Namun setelah Hamzah Ahmad ditunjuk sebagai Plt Dirut bersama Nanang Supriyatno sebagai Plt Direktur Keuangan pada April lalu, sejumlah langkah efisiensi dijalankan. Hasilnya, kerugian turun drastis menjadi Rp 624 juta di triwulan II, hingga akhirnya membalik menjadi laba pada Juli.
Efisiensi dilakukan mulai dari struktur organisasi. Jumlah direksi yang tadinya lima dipangkas menjadi dua, yakni direktur utama dan direktur keuangan. Dewan pengawas juga dikurangi dari lima orang menjadi satu. “Kalau dihitung, penghematan biaya operasional bisa mencapai Rp 250 juta per bulan,” ujar Hamzah.
Selain itu, manajemen memangkas komite audit dari lima menjadi satu orang, serta tidak memperpanjang kontrak lebih dari 200 pegawai. Efisiensi juga menyasar biaya tunjangan, perjalanan dinas, iklan media, hingga jasa konsultan yang dikurangi dari 24 orang menjadi hanya tiga. “Hampir semua biaya operasional dipangkas minimal 15 persen. Beberapa bahkan lebih,” jelas Hamzah.
Tidak hanya dari sisi beban biaya, pendapatan perusahaan juga terkerek naik. Dalam tiga bulan terakhir, PDAM berhasil menambah sekitar 5.300 pelanggan baru. Dari jumlah itu, 1.700 pelanggan tercatat karena adanya pemerataan tekanan air, sementara 600 pelanggan baru masuk lewat program sambungan gratis yang digagas Wali Kota Makassar. “Sambungannya memang gratis, tapi iuran bulanannya tetap berjalan. Itu yang menambah pendapatan,” katanya.
Selain itu, ada tambahan sekitar 3.000 pelanggan baru dari wilayah Pa’baeng-baeng setelah jaringan pipa baru terkoneksi. Peningkatan distribusi ini juga dibarengi dengan penertiban pencurian air di sejumlah titik, termasuk di Kecamatan Tallo.
Hamzah menegaskan, kombinasi efisiensi struktural, pengendalian biaya operasional, dan peningkatan pelanggan membuat kinerja PDAM berbalik arah dari rugi menjadi untung. “Semua ini hasil kerja kolektif, bukan manipulasi angka meteran,” tuturnya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar