SULSELSATU.com, MAKASSAR — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar bekerja sama dengan ICMI Orwil Sulawesi Selatan menggelar Jurnalistic Training for Students (JIS) 2025, sebuah pelatihan jurnalistik yang menyasar siswa kelas XII SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah.
Kegiatan bertema “Jurnalisme Abu-Abu: Menyalakan Semangat Kepahlawanan di Era Digital” ini akan berlangsung pada 15–16 November 2025 di Balai Sidang Unismuh Makassar dan Grand Makassar Hotel.
Hal itu terungkap dalam Rapat panitia yang digelar pada Kamis, 13 November 2025 di Kantor Lembaga Penerimaan Mahasiswa Baru Unismuh Makassar.
Baca Juga : Jelang Pelantikan DPP IKA Unismuh, Pengurus Temui Wali Kota Makassar
Dalam rapat pemantapan yang dipimpin Sekretaris Panitia, Dr. Muhammad Akhir, bersama Wakil Ketua II, Dr. Hadisaputra, panitia memastikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan, termasuk materi pelatihan, telah disiapkan sesuai kebutuhan peserta yang masih berada pada jenjang SMA/ Sederajat.
Hingga saat ini, 76 peserta dari 53 sekolah di Makassar, Gowa, dan Maros telah memastikan kehadirannya. Para peserta berasal dari berbagai satuan pendidikan negeri maupun swasta dengan latar minat literasi yang beragam.
Pembukaan dijadwalkan pada Sabtu, 15 November 2025. Rektor Unismuh Makassar, Dr. Ir. H. Abd Rakhim Nanda, ST, MT, IP; dan Ketua ICMI Orwil Sulsel, Prof. Dr. Arismunandar, M.Pd. dijadwalkan menyampaikan sambutan.
Baca Juga : Jelang Ramadan, Unismuh Makassar Siapkan Ratusan Muballigh Hijrah
Ketua Panitia, Prof. Dr. Andi Syukri Samsuri, M.Hum., menegaskan bahwa JIS 2025 dirancang untuk memperkuat kompetensi literasi dan jurnalistik siswa.
Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan menulis berita, feature, opini, hingga artikel ilmiah populer, membekali peserta dengan keterampilan dasar jurnalistik seperti wawancara, observasi, dan pengumpulan data, mengembangkan kreativitas melalui fotografi, desain grafis, dan editing, menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dalam memverifikasi informasi, mendorong terbentuknya tim redaksi di lingkungan sekolah, membangun karakter jurnalis muda yang beretika dan memahami kode etik jurnalistik.
“Pelatihan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk memahami dunia jurnalistik secara lebih mendalam sekaligus mendorong lahirnya jurnalis muda yang kompeten, kritis, dan berintegritas,” ujarnya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar