SULSELSATU.com, MAKASSAR – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan kembali menghidupkan semangat partisipasi publik dalam pengawasan pemilu melalui kegiatan Pembelajaran Daring Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Bawaslu Sulsel dan melalui platform Zoom pada Kamis (20/11/2025) ini mengusung tema “Berfungsi dan Bergerak”, menandai komitmen Bawaslu untuk terus memperkuat pendidikan demokrasi bagi masyarakat.
Acara ini diikuti oleh jajaran Bawaslu kabupaten/kota maupun peserta program pengawasan partisipatif dari berbagai daerah. Dua Anggota Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, Saiful Jihad selaku Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat, serta Andarias Duma sebagai Koordinator Divisi Hukum, Pendidikan dan Pelatihan, hadir memberikan arahan.
Baca Juga : Taufan Pawe Tinjau Kantor Bawaslu Palopo, Tekankan Pentingnya Perencanaan Anggaran Renovasi
Sementara itu, Amrayadi—mantan Anggota Bawaslu Sulsel periode 2018–2023—menjadi narasumber utama yang membagikan pengalaman dan pemikiran tentang penguatan demokrasi.
Dalam sambutannya, Andarias Duma menegaskan bahwa kualitas demokrasi sangat bergantung pada tingkat literasi pemilih. Ia menilai pendidikan demokrasi menjadi pondasi utama dalam melahirkan masyarakat yang kritis dan bertanggung jawab dalam proses pemilu.
“Masyarakat yang terdidik akan melahirkan pemilih berkualitas. Jika kita ingin demokrasi yang baik, maka masyarakat harus dibekali pemahaman tentang nilai dan proses demokrasi,” ujarnya.
Baca Juga : Bawaslu Sulsel dan Polda Perkuat Kolaborasi Sentra Gakkumdu
Sementara itu, Saiful Jihad menekankan pentingnya peran masyarakat sebagai bagian dari ujung tombak pengawasan pemilu. Menurutnya, demokrasi yang kuat hanya dapat terwujud jika warga memiliki kesadaran untuk terlibat aktif dalam menjaga integritas pemilu.
“Ketika masyarakat abai pada nilai-nilai demokrasi, maka demokrasi akan melemah. Karena itu, ruang edukasi seperti ini menjadi sangat strategis untuk mendorong masyarakat ikut menjaga demokrasi,” jelasnya.
Saiful menambahkan bahwa P2P bukan sekadar program rutin, melainkan gerakan edukasi yang dapat diperluas ke berbagai kelompok masyarakat. Ia mendorong agar ilmu dan semangat yang diperoleh peserta dapat dibawa ke komunitas akar rumput, termasuk kelompok PKK desa dan komunitas lokal lainnya.
Baca Juga : Saiful Jihad Ajak Jajaran Bawaslu Sulsel Isi Makna Kemerdekaan dengan Tanggung Jawab dan Dedikasi
“P2P memberi ruang bagi kita untuk menyebarkan nilai demokrasi lebih luas, agar cita-cita demokrasi yang partisipatif dapat benar-benar diwujudkan,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Sulawesi Selatan menegaskan kembali komitmennya untuk terus bergerak memperkuat literasi politik masyarakat. P2P diharapkan mampu mencetak warga yang tidak hanya memahami demokrasi secara konseptual, tetapi juga siap menjadi bagian dari pengawas pemilu yang mandiri, kritis, dan berdaya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar