Logo Sulselsatu

Pemkab Luwu dan Masmindo Perluas Peluang Kerja Masyarakat Lewat Fasilitas Nilam

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Kamis, 12 Februari 2026 16:38

Pemkab Luwu dan Masmindo serah terima fasilitas pengolahan Nilam. Foto: Istimewa.
Pemkab Luwu dan Masmindo serah terima fasilitas pengolahan Nilam. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, LUWU — Pemerintah Kabupaten Luwu bersama PT Masmindo Dwi Area (MDA) melaksanakan serah terima fasilitas pengolahan nilam kepada Koperasi Produsen Hasil Tani Masyarakat di Desa Bonelemo.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kolaborasi pemerintah daerah dan perusahaan dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat lokal melalui penguatan usaha berbasis potensi wilayah.

Kegiatan serah terima turut dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menegah dan Perindustrian Rahimullah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Luwu Kasmaruddin, Sekretaris Pokja Zulkarnaim, Camat Bajo Barat Imran Salang, perwakilan pemerintah desa, pengurus koperasi, serta masyarakat setempat.

Baca Juga : Orasi di DPRD Luwu, Maddika Ponrang Bantah Penerbitan SKTA

Serah terima ini menandai dimulainya pengelolaan fasilitas pengolahan nilam oleh koperasi masyarakat, setelah sebelumnya dibangun dan disiapkan secara bertahap sejak 2023.

Fasilitas tersebut menjadi bagian dari pengembangan usaha nilam yang dirancang untuk dikelola langsung oleh masyarakat melalui kelembagaan koperasi.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Teknik Tambang MDA Mustafa Ibrahim menyampaikan, MDA tidak hanya membangun fasilitas fisik, tetapi juga menyiapkan ekosistem usaha yang menyertainya.

Baca Juga : Sepekan Tak Bekerja Akibat Akses Diblokade, Karyawan Awak Mas Turun Demo

Pengembangan dilakukan mulai dari pendampingan petani di tingkat budidaya, penguatan koperasi sebagai pengelola, hingga penyiapan pengelolaan hasil agar kegiatan produksi dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan nilai tambah.

Fasilitas yang diserahkan meliputi gudang bahan baku, area penjemuran, dan unit ketel penyulingan, yang dirancang untuk mendukung peningkatan nilai tambah hasil nilam masyarakat.

Operasional fasilitas dilakukan oleh koperasi dengan dukungan pendampingan agar kegiatan berjalan stabil dan terkelola dengan baik.

Baca Juga : Pemkab Luwu Perkuat FORDES MATAPPA sebagai Wadah Aspirasi Masyarakat

Pada program Tahap I yang berlangsung pada 2023–2025, MDA memfokuskan kegiatan pada pembentukan dan penguatan Koperasi Produsen Hasil Tani Masyarakat.

Koperasi ini telah memiliki legalitas dan dikelola oleh perwakilan masyarakat dari sejumlah desa di sekitar wilayah program.

Pengurus koperasi mendapatkan pendampingan dasar terkait pengelolaan organisasi, keuangan, dan perencanaan usaha, serta dipersiapkan sebagai pengelola utama fasilitas pengolahan nilam yang diserahkan.

Baca Juga : Pemkab Luwu dan MDA Buka Akademi MATAPPA, 90 Peserta Ikut Pelatihan Kerja Bersertifikat

Selain itu di tingkat hulu, petani nilam diberikan pembelajaran mengenai pengembangan demplot dan penerapan Good Agricultural Practice (GAP) untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil.

Pada tahap hilir, hasil produksi tersebut telah memiliki pembeli dan akses pasar yang jelas, sehingga kegiatan usaha berjalan dalam satu rantai yang utuh.

Melalui pengembangan usaha nilam berbasis koperasi, masyarakat tidak hanya berperan sebagai penerima program, tetapi juga sebagai pelaku usaha.

Baca Juga : Perkuat FORDES Matappa di 21 Desa, Bupati Luwu Luncurkan Program Jaga Desa

Kegiatan ini membuka peluang kerja dan usaha di sektor budidaya dan pengolahan, sehingga penguatan ekonomi tidak semata bergantung pada kesempatan kerja formal di perusahaan.

Kepala Desa Bonelemo Baso menilai bahwa pendekatan tersebut memberikan kejelasan bagi masyarakat karena pengembangan dilakukan secara menyeluruh.

“Yang kami lihat, bukan hanya ada fasilitas yang dibangun, tetapi juga ada pengelolaan yang disiapkan. Petani dibina, koperasi diberi peran, dan hasil nilam memiliki jalur pengolahan dan pasar yang jelas,” ujar Kepala Desa Bonelemo Baso.

Dengan dilaksanakannya serah terima ini, pengelolaan usaha nilam oleh koperasi tidak berhenti pada penyerahan fasilitas semata.

Ke depan, Tahap II Program Pengembangan Nilam yang direncanakan mulai 2026 akan diarahkan pada penguatan pengelolaan usaha koperasi, peningkatan kapasitas petani dalam budidaya dan pascapanen, pengembangan nursery dan demplot lanjutan.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Otomotif29 Oktober 2026 17:56
Toyota Hadirkan T Intouch with Toyota Remote di Innova Zenix
Kalla Toyota memperkenalkan teknologi konektivitas terbaru T Intouch with Toyota Remote yang memungkinkan pemilik mengakses dan mengontrol sejumlah fu...
Aneka29 Oktober 2026 14:44
Asmo Sulsel Ingatkan Pentingnya Servis Motor Berkala
Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) mengingatkan konsumen Honda agar melakukan perawatan sepeda motor sejak awal pemakaian untuk menjaga perfor...
Bisnis29 Oktober 2026 14:11
Indosat Raup Pendapatan Rp45,8 Triliun hingga September 2026
PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison) membukukan pendapatan Rp45,8 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026....
Ekonomi29 Oktober 2026 13:53
OJK Perkuat Riset untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat pemanfaatan riset berbasis bukti dalam perumusan kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan pe...