SULSELSATU.com, MAKASSAR – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 berpartisipasi dalam Upacara Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026 Tingkat Provinsi di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (12/2/2026).
Kegiatan yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, tersebut dihadiri unsur Forkopimda, perwakilan instansi vertikal, BUMN/BUMD, asosiasi industri, serta perusahaan swasta di Sulawesi Selatan.
Dari Pelindo Regional 4, hadir Division Head Operasi Yusida M. Palesang bersama jajaran Manajemen Pelindo Group Wilayah Kerja Makassar.
Baca Juga : Tumbuh Positif Sepanjang 2025, Pelindo Regional 4 Catat Arus Kapal Naik 21,84 Persen
Dalam sambutannya, Sekda Sulsel Jufri Rahman menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja bukan sekadar kewajiban normatif, tetapi investasi jangka panjang yang berdampak langsung pada keberlanjutan usaha dan produktivitas daerah.
“Walau bagaimana pun, biaya pencegahan lebih murah daripada biaya penanganan. Kita harus membangun budaya K3 yang kuat di semua lini, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan kerja,” tegasnya.
Dia menambahkan, kecelakaan kerja bukan hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga berdampak pada aspek sosial dan psikologis, baik bagi pekerja maupun keluarganya.
Baca Juga : RUPSLB SPJM Tetapkan Jajaran Komisaris Baru, Hermanto Jadi Komisari Utama
Oleh karena itu, penerapan standar K3 harus dilakukan secara konsisten dan terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan.
Sekda Sulsel juga mengapresiasi perusahaan-perusahaan yang telah menunjukkan komitmen dalam penerapan Sistem Manajemen K3, serta mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan momentum Bulan K3 Nasional sebagai refleksi dan penguatan budaya keselamatan di tempat kerja.
Komitmen Pelindo Terhadap Budaya K3 Berkelanjutan
Sementara itu, Division Head Operasi Pelindo Regional 4 Yusida M. Palesang selaku Ketua Panitia Upacara Bulan K3 Nasional 2026 Tingkat Sulsel menyampaikan, Pelindo secara konsisten menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama dalam operasional kepelabuhanan.
Baca Juga : PLN UIP Sulawesi Bersama Mitra Peringati Bulan K3: Tidak Ada Lebih Penting dari Jiwa Manusia
“Kegiatan operasional pelabuhan memiliki tingkat risiko yang tinggi, mulai dari aktivitas bongkar muat, pergerakan alat berat, hingga lalu lintas kapal dan kendaraan di kawasan pelabuhan. Karena itu, implementasi K3 di Pelindo bukan hanya kepatuhan regulasi, tetapi menjadi budaya kerja yang harus diinternalisasi oleh seluruh insan perusahaan,” ujar Yusida.
Yusida menambahkan, Pelindo Regional 4 terus melakukan penguatan melalui pelatihan rutin, simulasi tanggap darurat, inspeksi berkala, serta penerapan standar keselamatan berbasis sistem manajemen terintegrasi.
“Pesan yang disampaikan Sekda Sulsel sangat relevan bagi kami. Investasi pada pencegahan, baik melalui pelatihan, peralatan keselamatan, maupun pengawasan, jauh lebih efektif dibandingkan harus menghadapi dampak kecelakaan kerja. Prinsip inilah yang terus kami dorong di seluruh wilayah kerja Pelindo Regional 4,” tambahnya.
Baca Juga : Tingkatkan Pemahaman K3, Pelindo Regional 4 Gelar Fire Briefing Mahasiswa Magang
Yusida juga menegaskan bahwa komitmen K3 sejalan dengan transformasi Pelindo sebagai operator pelabuhan kelas dunia yang mengedepankan aspek keselamatan, keberlanjutan, dan pelayanan prima.
Penyerahan Bibit Pohon
Rangkaian upacara ditutup dengan kegiatan simbolis penyerahan bibit pohon kepada perwakilan instansi dan perusahaan sebagai bentuk komitmen terhadap keselamatan lingkungan dan keberlanjutan.
Yusida M. Palesang turut menerima bibit pohon tersebut sebagai representasi dukungan Pelindo terhadap upaya pelestarian lingkungan serta penciptaan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan.
Baca Juga : Program Leadership Enhancement, SPJM Matangkan Kompetensi untuk Keunggulan Layanan dan Bisnis
Melalui partisipasi dalam Upacara Bulan K3 Nasional 2026 ini, Pelindo Regional 4 menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya keselamatan kerja di lingkungan pelabuhan serta mendukung terciptanya ekosistem industri yang aman dan produktif di Provinsi Sulawesi Selatan.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar