Logo Sulselsatu

Idrus Marham Kaget Respon Amien Rais Soal Prabowo Padahal Pernah Satu Koalisi

Asrul
Asrul

Senin, 04 Mei 2026 06:35

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, JAKARTA — Wakil Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Ketua Koalisi Merah Putih (KMP) 2014, Idrus Marham, menyoroti pernyataan Amien Rais dalam sebuah video yang beredar di YouTube dan menuai polemik publik.

Idrus menilai, pernyataan tersebut mencerminkan minimnya penerapan prinsip tabayun atau verifikasi dalam menyampaikan informasi di ruang publik.

Idrus mengaku terkejut dengan konten video tersebut, mengingat hubungan yang selama ini terjalin erat antara Amien Rais dan Presiden Prabowo Subianto sejak masa Koalisi Merah Putih pada 2014.

Baca Juga : Gus Kikin Terpilih Ketum PBNU, Idrus Marham: Pasangan Ideal Perkuat Peran NU Hadapi Tantangan Membentuk Peradaban

“Saya seperti disambar petir di siang bolong. Dulu komunikasi beliau dengan Pak Prabowo sangat intens dan solid. Bahkan lebih dari sekadar mitra koalisi, keduanya saling menopang secara pemikiran. Karena itu, saya bertanya, ke mana perginya semangat silaturahmi itu? Mengapa tidak bertabayyun sebelum menyampaikan tudingan serius ke publik?” ujar Idrus dalam keterangannya, Minggu (3/5/2026).

Menurut Idrus, kedekatan Amien Rais dan Prabowo bukanlah hubungan politik biasa. Dalam dinamika Koalisi Merah Putih 2014, keduanya dikenal memiliki komunikasi yang cair, intens, dan penuh kepercayaan. Oleh karena itu, perubahan sikap yang ditunjukkan melalui pernyataan terbuka dinilai menjadi pertanyaan besar.

“Hubungan itu dibangun dengan modal kepercayaan dan silaturahmi yang panjang. Maka sangat disayangkan jika kemudian ruang publik justru digunakan untuk melontarkan tuduhan tanpa proses klarifikasi,” kata dia.

Baca Juga : Idrus Marham Luncurkan Buku tentang NU dan Tantangan Peradaban

Idrus menegaskan, demokrasi memang menjamin kebebasan berpendapat. Namun, kebebasan tersebut tidak boleh dimaknai tanpa batas, apalagi jika berpotensi menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Ia menekankan bahwa dalam perspektif agama, khususnya Islam, tabayun merupakan prinsip fundamental yang wajib dipegang dalam komunikasi publik. Prinsip ini mencakup verifikasi sumber (tatsabbut), pemeriksaan isi informasi, konfirmasi kepada pihak terkait, hingga menahan diri untuk tidak menyebarluaskan informasi sebelum kebenarannya jelas.

“Tabayun itu bukan sekadar cek fakta. Ada proses menyeluruh—mulai dari memeriksa kredibilitas sumber, isi informasi, hingga memberi ruang klarifikasi kepada pihak yang dituduh. Tanpa itu, kita berisiko terjebak dalam disinformasi,” ujar Idrus.

Baca Juga : Idrus Marham Bantah Spekulasi Ketum Golkar Bahlil Menuju Pilpres 2029

Ia juga mengingatkan bahwa penyebaran tuduhan tanpa verifikasi, terlebih yang menyangkut moralitas seseorang, dapat berdampak serius dan merusak tatanan sosial maupun politik.

Dalam konteks tersebut, Idrus mengapresiasi langkah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang telah mengambil tindakan terhadap konten yang dinilai mengandung hoaks dan ujaran kebencian.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa pihaknya tidak menempuh jalur hukum terhadap Amien Rais, melainkan menjalankan kewenangan administratif sesuai undang-undang, seperti melakukan take down terhadap konten bermasalah.

Baca Juga : Idrus Marham Nilai Evaluasi Kabinet Kunci Percepatan Program Presiden Prabowo

“Langkah Komdigi sudah tepat dan proporsional. Ini bukan soal membungkam kritik, tetapi menjaga ruang publik dari konten yang mengandung fitnah dan disinformasi,” kata Idrus.

Dalam siaran pers resminya, Komdigi menyatakan bahwa video yang diunggah Amien Rais mengandung narasi fitnah, serangan personal, serta ujaran kebencian terhadap Presiden. Oleh karena itu, pemerintah mengambil langkah penurunan konten guna menjaga kualitas informasi di ruang digital.

Lebih jauh, Idrus menekankan bahwa kritik terhadap pemerintah tetap penting dalam demokrasi. Namun, kritik harus disampaikan dengan cara yang beretika dan bertanggung jawab.

Baca Juga : Pimpin IKA PTKIN, Idrus Marham Bidik Indonesia Jadi Pusat Peradaban Islam

“Kalau memang ingin menjadi moralis sejati, justru tabayyun itu wajib. Tanpa itu, kritik bisa berubah menjadi fitnah. Bahkan, kebenaran yang disampaikan dengan cara yang salah bisa menimbulkan kerusakan yang lebih besar,” tegasnya.

Idrus pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama di tengah derasnya arus digital saat ini.

“Jangan kejar viral. Viral itu sesaat, tapi dampaknya bisa panjang. Mari biasakan tabayyun agar ruang publik kita tetap sehat dan bermartabat,” pungkas Idrus.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Kriminal27 September 2026 23:00
Pemuda Tewas Diduga Tertembak Saat Perang Kelompok di Tallo, Polda Sulsel Selidiki
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Seorang pemuda bernama Rafli Ramadhani alias Pingky (19) tewas diduga tertembak saat perang kelompok di Kecamatan Tal...
Makassar27 September 2026 20:10
Bapenda Makassar Jadi Narasumber Makassar Bikers Day Fest 2026 ‎
SULSELSATU.com, ‎MAKASSAR – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar melalui Kepala Bidang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Muhammad ...
Nasional27 September 2026 17:40
PT Vale Bawa 37 Produk UMKM Binaan ke Kriyanusa 2026
PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) menghadirkan sedikitnya 37 jenis produk UMKM binaan dari Sorowako, Pomalaa, dan Bahodopi dalam Pameran Kriyanusa 2026 ...
Bisnis27 September 2026 17:05
Proyek Tol IKN Tahap 2, Kalla Beton Siapkan 8.175 Meter Kubik Beton
Kalla Beton kembali terlibat dalam pembangunan infrastruktur strategis di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur....