Logo Sulselsatu

OJK Perkuat TPAKD, Dorong Pembiayaan Komoditas Kakao di Sulsel

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Rabu, 26 Agustus 2026 18:31

istimewa
istimewa

SULSELSARU.com, MAKASSAROtoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) untuk memperluas akses pembiayaan sekaligus mendorong pengembangan ekonomi daerah berbasis komoditas unggulan.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Workshop Penguatan Kapasitas TPAKD 2026 yang dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) Komoditas Kakao di Makassar, Kamis (20/8/2026).

Pengembangan kakao dipilih sebagai salah satu bentuk konkret pendekatan PED karena mempertemukan kebutuhan petani dan UMKM dengan dukungan industri jasa keuangan, pelaku usaha, serta akses pasar.

Baca Juga : KKI 2026 Catat Transaksi Rp144,2 Miliar, UMKM Sulsel Tembus Pasar Global

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) sekaligus Anggota Dewan Komisioner OJK Agusman mengatakan, akses keuangan harus diarahkan untuk mendukung kegiatan ekonomi yang produktif dan berkelanjutan.

“Penguatan akses keuangan harus diarahkan untuk mendukung kegiatan ekonomi yang produktif dan berkelanjutan. TPAKD memiliki posisi strategis untuk mempertemukan kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha dengan kapasitas industri jasa keuangan, sehingga pembiayaan dapat memberikan dampak yang lebih besar terhadap perekonomian daerah,” kata Agusman.

Menurut Agusman, pengembangan akses keuangan perlu dilakukan secara terintegrasi dengan memperhatikan kebutuhan sektor usaha, kemampuan masyarakat, serta keberlanjutan kegiatan ekonomi yang dibiayai.

Baca Juga : Kalla Institute Berdayakan UMKM Perempuan di Maros Lewat Digitalisasi dan Teknologi

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi mengapresiasi penguatan TPAKD dan kolaborasi pengembangan komoditas kakao yang melibatkan industri jasa keuangan dan dunia usaha.

“Sinergi yang dibangun harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya petani dan pelaku UMKM. Potensi ekonomi yang besar perlu didukung dengan akses pembiayaan, pendampingan, penguatan kapasitas, dan akses pasar agar dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat Sulawesi Selatan,” ujar Fatmawati.

Ia menilai kolaborasi lintas sektor diperlukan agar potensi ekonomi Sulsel, termasuk sektor pertanian, perkebunan, dan UMKM, dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Juga : Penyaluran Pindar ke UMKM Tumbuh 23,25 Persen, Capai Rp35,12 Triliun

Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (OJK Sulselbar) Moch. Muchlasin menekankan perlunya perubahan paradigma dalam pelaksanaan fungsi TPAKD.

TPAKD hadir sebagai problem solver di daerah. Kita harus mampu mengidentifikasi persoalan yang dihadapi masyarakat dan pelaku usaha, kemudian menghadirkan solusi yang konkret melalui sinergi dengan industri jasa keuangan. Keberhasilan TPAKD bukan hanya diukur dari banyaknya kegiatan, tetapi dari seberapa besar dampaknya terhadap peningkatan akses pembiayaan, produktivitas usaha, dan kesejahteraan masyarakat,” kata Muchlasin.

Karena itu, program TPAKD didorong disusun berdasarkan karakteristik dan potensi unggulan setiap daerah, dengan target yang jelas serta dampak yang dapat diukur.

Baca Juga : Vale Food Festival Libatkan 150 UMKM, Perkuat Ekonomi Lokal di Kolaka

Pendekatan tersebut menempatkan industri jasa keuangan sebagai bagian dari ekosistem pengembangan sektor riil.

Potensi ekonomi daerah dipetakan, kebutuhan pembiayaan diidentifikasi, kemudian dihubungkan dengan produk dan layanan keuangan yang sesuai.

Dalam pengembangan komoditas kakao, pendekatan tersebut diharapkan memperkuat keterhubungan antara petani, UMKM, lembaga keuangan, offtaker, dan pelaku industri dalam satu rantai nilai.

Baca Juga : Investor Pasar Modal di Sulsel Capai 766.125 SID, Tumbuh 79,28 Persen

Sebagai bagian dari kegiatan, dilakukan penandatanganan MoU PED Komoditas Kakao yang melibatkan PT Comextra Majora, PT Permodalan Nasional Madani (PNM), PT Pegadaian, serta petani dan UMKM komoditas kakao.

Kolaborasi tersebut tidak hanya diarahkan pada pembiayaan, tetapi juga mencakup peningkatan kapasitas petani dan UMKM, produktivitas, kualitas komoditas, penguatan rantai pasok, serta perluasan akses pasar.

Dengan pendekatan tersebut, dukungan industri jasa keuangan diharapkan tidak berhenti pada penyaluran pembiayaan, tetapi mampu memberikan dampak sepanjang rantai nilai kakao, mulai dari petani hingga pelaku usaha.

OJK selanjutnya akan mendorong TPAKD di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat untuk mengembangkan program PED yang lebih konkret, terukur, dan berkelanjutan.

Penguatan TPAKD ke depan diarahkan tidak hanya pada peningkatan literasi dan akses layanan keuangan, tetapi juga pada pembiayaan sektor produktif, pengembangan UMKM, penguatan komoditas unggulan, peningkatan kapasitas usaha, serta pengembangan rantai nilai ekonomi daerah.

Melalui sinergi OJK, pemerintah daerah, TPAKD, industri jasa keuangan, dunia usaha, dan masyarakat, akses keuangan diharapkan semakin mampu menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Sulsel26 Agustus 2026 18:54
Lawan Harga Telur Anjlok, Pemkab Sidrap Gaungkan Gerakan Makan 2 Butir Sehari
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menggaungkan Gerakan Makan Telur 2 Butir Setiap Hari sebagai upaya me...
Metropolitan26 Agustus 2026 18:24
GSIH 2026 Resmi Diluncurkan, Makassar Ambil Bagian dalam Ekosistem Digital Global
SULSELSATU.com, TANGERANG – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membawa Kota Makassar mengambil bagian dalam pengembangan ekosistem digital n...
Makassar26 Agustus 2026 18:22
Bastian Lubis Bantah Komentar soal Appi: Saya Tak Pernah Diwawancarai Media Tersebut
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Rektor Universitas Patria Artha (UPA), Bastian Lubis, menyampaikan keberatan atas pemberitaan salah satu media online...
Nasional26 Agustus 2026 17:27
BATIC 2026 Dorong Transformasi Digital Asia Pasifik, Bahas Era Autonomous AI
Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 memasuki babak baru dengan memperluas pembahasan transformasi digital dari konektivitas hingg...