SULSELSATU.com, MAKASSAR – Bendahara DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Amirullah Nur, dipercaya memimpin proyek pembangunan dan renovasi kantor Golkar Sulsel dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp5 miliar.
Proyek tersebut mencakup pembenahan gedung kantor DPD I Golkar Sulsel di Jalan Ammanagappa, Makassar, serta pembangunan fasilitas pendukung untuk menunjang aktivitas organisasi partai.
Penunjukan Amirullah sebagai ketua panitia pembangunan diumumkan Sekretaris DPD I Golkar Sulsel, Rahman Pina, di sela-sela peringatan HUT ke-62 Partai Golkar di Makassar, Selasa (20/10/2026).
Baca Juga : HUT ke-62 Golkar, IAS Minta Kader Fokus Layani Rakyat Jelang Pemilu 2029
Rahman mengatakan, Amirullah menyatakan kesediaannya memimpin proyek tersebut. Pengalamannya menangani pembangunan dan renovasi Masjid Al-Markaz Al-Islami yang telah rampung menjadi salah satu hal yang disampaikan Rahman saat menjelaskan penunjukan tersebut.
“Untuk selesai kantor DPD I ini membutuhkan biaya kurang lebih Rp5 miliar. Luar biasanya, Pak Bendum langsung menyampaikan siap menjadi ketua panitia dan menyumbang Rp300 juta,” kata Rahman Pina yang juga Wakil Ketua DPRD Sulsel itu.
Ia menjelaskan, setelah rangkaian peringatan HUT Golkar selesai, panitia akan membuka rekening khusus untuk menampung sumbangan pembangunan.
Baca Juga : IAS, Nurdin Halid, dan Taufan Pawe Jadi Andalan Golkar Sulsel di Pemilu 2029
Dana tersebut diharapkan berasal dari partisipasi para pengurus, anggota fraksi, organisasi sayap, serta pihak lain yang ingin berkontribusi.
Sebagai langkah awal, Amirullah telah menyatakan kesediaannya memberikan sumbangan sebesar Rp300 juta untuk mendukung renovasi kantor DPD I Golkar Sulsel.
Amirullah mengatakan, renovasi dilakukan sesuai arahan Ketua DPD I Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin. Salah satu rencana utama dalam pembenahan gedung tersebut adalah menghadirkan ruang pleno berkapasitas hingga 400 orang di lantai atas.
Baca Juga : Golkar Sulsel Perpanjang Masa Jabatan Ketua DPD II, Musda Dikebut hingga Desember
Dengan fasilitas itu, Golkar Sulsel diharapkan dapat menggelar rapat dan kegiatan organisasi berskala besar di kantor sendiri tanpa harus menyewa hotel atau tempat lain.
“Di situ kita mau bikin ruangan pleno yang bisa menampung sampai 400 orang. Jadi kalau kita bikin ruangan pleno tidak perlu sewa-sewa hotel, karena kita bikin di atas,” ujar Amirullah.
Ia menjelaskan, pekerjaan pembenahan sudah mulai terlihat melalui pembukaan pagar dan pembongkaran pagar di lantai tiga. Area tersebut akan ditata kembali sesuai kebutuhan pengembangan fasilitas kantor.
Baca Juga : SOKSI Diminta Kembali Jadi Mesin Kaderisasi dan Penguat Golkar di Sulsel
Selain renovasi gedung utama, proyek juga mencakup pembangunan fasilitas AMPI. Amirullah menyebut total kebutuhan anggaran untuk pembangunan fasilitas AMPI dan renovasi kantor di bagian atas mencapai sekitar Rp5 miliar.
Untuk pembangunan fasilitas AMPI, ia menyebut telah tersedia sumbangan sebesar Rp1 miliar dari Nurdin Halid. Sementara itu, renovasi kantor DPD I Golkar Sulsel telah memperoleh dana awal Rp300 juta dari dirinya.
Amirullah menegaskan, pendanaan proyek akan mengandalkan semangat kebersamaan dan partisipasi sukarela. Ia membuka kesempatan bagi pengurus, anggota fraksi, organisasi sayap, maupun kader Golkar untuk memberikan sumbangan sesuai kemampuan masing-masing.
Baca Juga : SOKSI Dorong Penguatan Kaderisasi dari Kalangan Muda
Namun, ia memastikan tidak ada kewajiban bagi pengurus di tingkat kabupaten dan kota maupun kader lainnya untuk menyumbang.
“Kita ini mengharapkan partisipasi teman-teman pengurus, fraksi, AMPI, semuanya. Tidak ada paksaan dan jangan seakan-akan membangun kantor Golkar kita membebani teman-teman semuanya yang ada di kabupaten atau ada pengurus. Ini sukarela,” jelasnya.
Menurut Amirullah, pembangunan kantor tersebut merupakan bentuk gotong royong untuk menyediakan fasilitas yang lebih memadai bagi aktivitas partai. Karena itu, ia tidak ingin rencana penggalangan dana justru menimbulkan kesan bahwa pengurus daerah dibebani kewajiban finansial.
Ia mengakui, rencana tersebut telah memunculkan sejumlah tanggapan dari kalangan internal. Namun, ia menilai perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar selama pembangunan tetap dijalankan dengan prinsip kebersamaan.
“Kalau mau menyumbang kita terima, tidak juga tidak ada masalah. Ini adalah kebersamaan,” katanya.
Amirullah menambahkan, panitia menargetkan renovasi kantor DPD I Golkar Sulsel dapat diselesaikan dalam waktu sekitar enam bulan. Meski demikian, ia berharap pengerjaan dapat berlangsung lebih cepat apabila seluruh tahapan dan kebutuhan pembangunan berjalan lancar.
Sesuai arahan Ketua DPD I Golkar Sulsel, renovasi tersebut nantinya juga akan ditandai dengan pemasangan prasasti yang mencatat pembenahan kantor pada masa kepengurusan saat ini.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News






Komentar