SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menghadiri peluncuran Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) 2026 di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan tersebut turut dihadiri Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman dan Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo.
Mengusung tema “Memperkuat Konektivitas dan Rantai Pasok untuk Ketahanan Pangan Sulampua di Tengah Risiko Iklim”, peluncuran GPIPS ditandai dengan pelepasan tali kapal virtual dan truk Mini Distribution Center Tokomoditi Kota Makassar.
Baca Juga : Pemkot Makassar Raih Terbaik I Jamsostek Award 2026
Kehadiran Munafri menegaskan dukungan Pemerintah Kota Makassar terhadap sinergi antardaerah dalam menjaga stabilitas harga, ketersediaan pasokan, dan ketahanan pangan masyarakat.
“Pengendalian inflasi membutuhkan sinergi semua pihak. Makassar memiliki peran strategis dalam distribusi pangan di kawasan timur Indonesia. Karena,” katanya.
Deputi Gubernur BI Thomas Djiwandono mengatakan, GPIPS 2026 telah memasuki pelaksanaan seremoni keempat pada tahun ini. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pengendalian inflasi dan menjaga pasokan pangan, khususnya di kawasan timur Indonesia.
Baca Juga : Pemkot Makassar Siapkan Beasiswa Siswa Kurang Mampu SD dan SMP
“Ini merupakan momentum GPIPS keempat pada 2026 sekaligus momentum memperkuat upaya pengendalian inflasi, khususnya di wilayah timur,” katanya.
Menurut Thomas, Pelabuhan Soekarno-Hatta dipilih karena posisi strategis Makassar sebagai pintu distribusi pasokan pangan menuju berbagai daerah di kawasan timur Indonesia.
Menteri Pertanian RI sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menekankan pentingnya penguatan produksi dan distribusi pangan untuk menghadapi risiko perubahan iklim.
Baca Juga : Wali Kota Appi Minta Guru Mahir Koding dan AI, Siapkan Generasi Unggul
Upaya tersebut antara lain melalui pembangunan fasilitas penyimpanan dingin (cold storage) dan pemangkasan rantai pasok agar ketersediaan pangan tetap terjaga serta harga lebih stabil.
Sementara itu, Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo menyoroti pentingnya menjamin ketersediaan pasokan, memperlancar distribusi antardaerah, dan memperkuat koordinasi untuk mengantisipasi tekanan inflasi pangan, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News






Komentar