Logo Sulselsatu

Polisi Tutup Ruas Jalan Sekitar MK Saat Sidang Perdana Sengketa Pilpres

Asrul
Asrul

Jumat, 14 Juni 2019 07:58

Mahkaman Kostitusi (Int)
Mahkaman Kostitusi (Int)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Polisi menutup sejumlah ruas jalan di sekitar Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat demi pengamanan sidang sengketa Pilpres 2019,

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan melaksanakan rekayasa lalu lintas yang diterapkan mulai sebelum dan saat sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 di MK.

“Dalam rangka giat sidang PHPU di Gedung MK, ruas jalan akan ada pengalihan karena jalan ditutup,” kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol M Naseer, Kamis (13/6/2019) seperti dilansir Antara.

Baca Juga : MK Tolak Gugatan Hasil Pilkada Barru dan Lutim

Nasser mengatakan penutupan diterapkan mulai Kamis malam hingga saat proses sidang berlangsung di sekitar ruas jalan menuju gedung MK.

“Rencana pengalihan arus lalu lintas dimulai pukul 22.00 WIB [Kamis], namun sifatnya situasional,” ucap Naseer.

Ruas jalan di sekitar gedung MK yang ditutup adalah:

Baca Juga : Hanya Adili Warga Muslim, Pengadilan Agama Digugat ke MK

1. Jalan Medan Merdeka Barat sisi timur dan barat, penempatan MCB barrier di depan Museum Gajah.

2. Jalan Medan Merdeka Utara MCB Barrier di depan gedung Kemendagri.

3. Jalan Veteran Raya samping Hotel Sriwijaya arah Harmoni.

Baca Juga : APPI: Perusahaan Leasing Tetap Bisa Tarik Barang Secara Sepihak

4. Jalan Majapahit ujung Harmoni.

5. Jalan Abdul Muis arah utara di Jalan Tanah Abang 2.

6. Jalan Veteran 3 depan Bina Graha.

Baca Juga : APPI: Perusahaan Leasing Tetap Bisa Tarik Barang Secara Sepihak

Merujuk pada situs MK, Sidang PHPU Pilpres 2019 yang teregister dengan nomor 01/PHPU-PRES/XVII/2019 itu akan digelar mulai pukul 09.00 WIB, Kamis (14/6).

Kemarin, Juru Bicara MK, Fajar Laksono, mengatakan pihak kepolisian telah menyiapkan sedikitnya 12 ribu personel untuk mengamankan beberapa titik di sekitar Gedung MK pada saat pelaksanaan sidang perdana ini.

Terkait penutupan jalan dan rekayasa lalu lintas, Fajar meminta tidak dianggap sebagai upaya menghalang-halangi masuknya masyarakat.

Baca Juga : APPI: Perusahaan Leasing Tetap Bisa Tarik Barang Secara Sepihak

Semua itu, kata Fajar, semata-mata agar persidangan tidak mengalami gangguan yang signifikan mengingat MK juga hanya memiliki waktu 14 hari untuk memutus perkara PHPU Pilpres 2019 yang dimohonkan paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Editor: Awang Darmawan

 Komentar

 Terbaru

Makassar17 Mei 2022 01:05
Ramah Tamah Hari Raya Waisak, Wali Kota Danny Gagas Pembangunan Religius Park
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto menghadiri Ramah tamah hari raya Waisak yang digelar Persatuan Umat Budha Ind...
Video16 Mei 2022 22:50
VIDEO: Jalan Rusak Parah, Mobil Ambulans yang Bawa Jenazah Ikut Terjebak
SULSELSATU.com – Akses jalan Batuputih-Sangkulirang, Kalimantan Timur mengalami rusak parah. Akibatnya Mobil ambulans Puskesmas Biduk yang sedan...
Makassar16 Mei 2022 22:06
KPK Puji Kinerja Gubernur Andi Sudirman
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi (Korsupgah) Wilayah IV Komisi Pemberantasan Ko...
Kesehatan16 Mei 2022 21:35
Tingkatkan Fasilitas Pelayanan Publik, NIPAH Park Gandeng PMI Hadirkan Gerai Donor Darah
SULSELSATU.com, MAKASSAR – NIPAH Park berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Makassar menghadirkan gerai donor darah. Gerai dono...