Logo Sulselsatu

Terus Membengkak, Utang Luar Negeri RI per Mei 2019 Tembus Rp5.153 Triliun

Asrul
Asrul

Senin, 15 Juli 2019 13:58

Ilustrasi. (INT)
Ilustrasi. (INT)

SULSELSATU.com, JAKARTAUtang luar negeri RI terus membengkak. Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) Indonesia hingga Mei 2019 mencapai US$368,1 miliar atau sekitar Rp5.153 triliun (kurs Rp14.313 ribu per dolar AS).

Posisi utang tersebut tumbuh 7,4 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan data BI, pertumbuhan utang luar negeri pada Mei tersebut melambat dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 8,8 persen. Perlanbatan terutama dipengarui oleh transaksi pembayaran neto utang dan pelemahan nilai tukar rupiah sehingga total utang rupiah lebih sedikit dalam dolar AS.

Baca Juga : KKS x DIGIFEST 2026 Raup Transaksi Rp1,35 Miliar, Pembiayaan UMKM Tembus Rp18,27 Miliar

BI mencatat utang luar negeri pemerintah pada Mei 2019 hanya tumbuh 3,9 persen menjadi US$183,6 miliar. Pertumbuhan utang tersebut lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 3,4 persen yang didorong penerbitan utang global pemerintah.

“Kendati tumbuh meningkat, nilai nominal utang luar negeri pemerintah pada Mei 2019 menurun dibandingkan dengan posisi April 2019 yang mencapai 186,7 miliar dolar AS,” jelas Bank Indonesia dalam keterangan resminya, Senin (15/7/2019).

Perkembangan tersebut, menurut BI, dipengaruhi oleh pembayaran neto pinjaman senilai 0,5 miliar dolar AS dan penurunan kepemilikan Surat Berharga Negara (SBN) oleh nonresiden senilai 1,5 miliar dolar AS yang dipengaruhi ketegangan perang dagang.

Baca Juga : KKS x DIGIFEST 2026 Angkat Potensi Wastra Sulsel ke Pasar Digital

Sementara itu, utang luar negeri swasta tumbuh pada akhir Mei tercatat tumbuh 11,3 persen secara tahunan, lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 14,7 persen. Total utang swasta mencapai US$196,9 miliar.

BI mencatat utang luar negeri swasta didominasi oleh sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor industri pengolahan, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara (LGA), serta sektor pertambangan dan penggalian. Utang pada sektor tersebut mencapai 75,2 persen terhadap total ULN swasta.

Kendati terus tumbuh, BI memastikan struktur ULN Indonesia tetap sehat. Kondisi tersebut, antara lain dari rasio utang luar negeri Indonesia terhadap PDB pada akhir Mei 2019 yang tercatat sebesar 36,1 persen.

Baca Juga : UMKM Binaan BI Sulsel OSP Farm Kembali Ekspor 10.2 Ton Kemiri ke Arab Saudi

“Dalam rangka menjaga struktur utang luar negeri tetap sehat, BI dan pemerintah terus meningkatkan koordinasi dalam memantau perkembangan utang luar negeri,” terang BI.

Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi06 Agustus 2026 15:07
Kepercayaan Masyarakat Meningkat, DPK Perbankan Tumbuh 5,71 Persen Jadi Rp149,77 Triliun
Kinerja perbankan di Sulawesi Selatan hingga Juni 2026 menunjukkan tren positif. Salah satu indikatornya terlihat dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (...
Metropolitan06 Agustus 2026 14:34
Munafri: PSEL Proyek Strategis Nasional Kami Dijalankan, Lokasi Masih Dimatangkan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memastikan Pemerintah Kota Makassar tetap membuka ruang dialog dengan masyarak...
Otomotif06 Agustus 2026 14:07
SJAM Siapkan 5 Motor Gratis untuk Konsumen yang Transaksi Selama Juli dan Agustus 2026
PT Suracojaya Abadimotor (SJAM) selaku main dealer Yamaha Indonesia wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) menghadirkan program "Beli...
Bisnis06 Agustus 2026 12:06
PANDE EMAS Jadi Langkah Pegadaian Kanwil VI Dorong Kemandirian Ekonomi Warga
PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) VI Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku (Sulselbarra Maluku) mendorong kemandirian eko...