Logo Sulselsatu

Pelaku Duel Maut di Panakkukang Awalnya Dikira Informan Polisi

Asrul
Asrul

Senin, 05 Agustus 2019 11:29

AS alias Bagong (29), pelaku duel maut di Jalan Toddopuli, tadi malam. (IST)
AS alias Bagong (29), pelaku duel maut di Jalan Toddopuli, tadi malam. (IST)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Insiden duel maut dua pria bertato di Jalan Toddopuli 2, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar antara AS alias Bagong (29) dan AA alias Enda (31) sejauh ini disimpulkan akibat AS pelaku penikaman dituding sebagai informan alias mata-mata polisi. Insiden nahas itu sendiri membuat Enda meregang nyawa usai ditikam dengan badik sebanyak tiga kali.

Korban Enda awalnya sedang mabuk-mabukan dengan sejumlah rekannya. Saat itulah Bagong datang ke lokasi kejadian sembari memainkan alat musik gitar. Saat adzan masjid menunjukkan waktu Isya, Bagong beranjak.

Namun Enda sendiri sejak awal diduga curiga dengan Bagong dan dianggap sebgai informan atau mata-mata polisi.

Baca Juga : Petarung MMA Asal Tapanuli Utara Dipenjara usai Bunuh Kakak Kandung

“Tiba-tiba korban mengatakan kamu yang biasa bampoli (mata-matai) saya dan pelaku pun menjawab siapa yang bilang? Kalau memang saya hadirkan orangnya dan kalau terbukti, pukuli ka sehingga korban langsung memukul wajah pelaku sebanyak 3 kali,” kata Kasi Humas Polsek Panakkukang, Bripka Ahmad Halim yang menirukan percakapan pelaku dan korban, Senin (5/8/2019).

Usai insiden pemukulan itu, rekan-rekan Enda sendiri sempat melerai. Namun pelaku Bagong sendiri sudah telanjur naik pitam karena dipukuli hingga ia mengejar dan menikam Enda.

“Pelaku AS alias Bagong mengakui telah melakukan penganiayaan terhadap korban Enda dengan cara menikam sebanyak 3 kali di bagian dada 1 kali, di bawah ketiak kiri 1 kali dan lengan kiri sebanyak 1 kali,” kata Halim.

Baca Juga : Berkaca dari Kasus Penculikan dan Pembunuhan di Makassar, Danny Pomanto Minta Pemasangan CCTV Setiap Lorong

Usai menikam korban, Bagong langsung menyerahkan diri ke Polsek Panakkukang hingga diamankan ke Polrestabes Makassar.

Sementara korban Enda, meregang nyawa meski sempat dibawa menuju RS Grestelina, Jalan Hertasning, Kota Makassar. Ia tidak tertolong.

“Diduga motif permasalahan antara korban dan pelaku akibat kesalahpahaman dimana korban saat itu dalam keadaan pengaruh minuman keras jenis ballo sehingga korban langsung memukul pelaku dan pelaku membalas dengan tikaman senjata tajam jenis badik,” pungkas Halim.

Baca Juga : Dua Remaja di Makassar Terlibat Kasus Pembunuhan dan Penjualan Organ, DP3A Siap Dampingi Pelaku

Penulis: Hermawan Mappiwali
Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News03 Mei 2026 15:45
MDA Gandeng Anak Muda Kembangkan SDM Berkualitas Generasi Emas Matappa
PT Masmindo Dwi Area (MDA) menggandeng kalangan pemuda, mahasiswa, dan akademisi melalui forum bertajuk Sinergi Strategis: Membangun Generasi Emas Mat...
Video02 Mei 2026 22:33
VIDEO: Aksi Demo di Flyover Makassar, Tolak Komersialisasi Pendidikan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Sejumlah mahasiswa di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, turun ke jalan memperingati Hari Pendidikan Nasional, 02 Mei 2...
Sulsel02 Mei 2026 22:29
Peringati Hari Buruh 2026, Wali Kota Parepare Tekankan Peran Vital Pekerja dalam Pembangunan
SULSELSATU.com, PAREPARE – Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menunjukkan komitmen dan perhatian serius Pemerintah Kota Parepare terhadap para p...
Nasional02 Mei 2026 19:50
OJK Tekankan Peran Human Firewall Hadapi Ancaman Siber di Sektor Keuangan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat kapasitas ketahanan siber industri keuangan digital nasional guna menjaga keberlangsungan sektor tersebu...