Wartawan Asal Kashmir Ditahan Aparat India

SULSELSATU.com, KASHMIR – Seorang wartawan surat kabar Greater Kashmir bernama Irfan Ahmad Malik, ditahan aparat Idia pada Rabu (14/8/2019) malam. Belum diketahui pasti penyebab jurnalis berusia 28 tahun itu ditahan.

Saat ini hubungan Pakistan dan India semakin meruncing buntut kisruh Kashmir dan Jummu. Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan bahkan sudah bersiap-siap perang jika India berbuat ulah soal dua wilayah tersebut.

Baca juga: PM Pakistan Nyatakan Siap Perang dengan India Soal Sengketa Kashmir

Dilansir Kumparan dari Reuters, Kamis (15/8/2019), Malik dijemput di rumahnya di kawasan Tral, Distrik Pulwama Selatan. Saat keluarga menanyakan maksud penahanan Malik, mereka enggan menjelaskan.

“Tentara itu melompati dinding kompleks rumah kami tadi malam sekitar pukul 11.30,” kata ayah Malik, Mohammad Amin.

“Kami (saat itu sedang) tertidur ketika mendengar mereka mengetuk pintu. Saat kami membuka pintu, aparat langsung mencari keberadaan Malik dan membawanya. Mereka menolak mengatakan alasannya,” lanjut Amin.

Malik bekerja untuk Greataer Kashmir selama tiga tahun terakhir di Tral. Kota ini menjadi sarang militansi dalam gerakan separatis Kashmir yang sudah berlangsung dalam beberapa dekade.

Juru bicara pemerintah Jammu dan Kashmir, Rohit Kansal, mengatakan, ia akan mencari informasi tentang penangkapan Malik. “Kami baru saja mendengar tentang kejadian itu. Kami mencoba menyelidiki dan mengumpulkan detail untuk memeriksanya. Namun sampai sekarang kami belum mendapatkan informasi,” tutur Kansal.

Keesokan harinya, ayah Malik menerima informasi dari seorang petugas di kantor polisi Awantipora bahwa ada “perintah dari atas” untuk menangkap putranya. Ia berharap pejabat setempat bisa membebaskan putra mereka.

Melansir Huffington Post, Malik kini ditahan di kantor polisi Tral. Kendati begitu, Haseena, ibu Malik, mengaku diizinkan untuk menjenguk putranya di dalam kantor polisi.

“Dia tidak ditahan di dalam jeruji besi, tetapi bisa berjalan-jalan di dalam taman kantor polisi. Dia mengatakan tidak diperlakukan dengan buruk oleh polisi tetapi dia khawatir mengapa dia ditahan,” kata Haseena.

Saat ini, lembah wilayah Kashmir semakin memanas setelah pemerintah India di bawah kepemimpinan Partai Bharatiya Janata (BJP) mencabut Pasal 370 Konstitusi India tentang dasar pembagian hubungan Kashmir dan India selama 70 tahun terakhir. Itu berarti, otonomi khusus di negara bagian Kashmir dihapus. Kashmir tidak akan lagi memiliki konstitusi terpisah, melainkan harus mematuhi konstitusi Pemerintah New Delhi.

Sebelum dicabut, pemerintah India juga menerjunkan puluhan ribu pasukannya untuk mengisolasi Kashmir. Mereka menutup menutup sekolah dan universitas, mengusir ribuan turis, memutus layanan telepon dan internet, serta menahan sejumlah elite politik lokal.

Perdana Menteri India, Narendra Modi, menuturkan, keputusan itu diambil karena mereka melihat ada ancaman serangan dari Pakistan. Dia juga berpendapat bahwa otonomi khusus perlu dihapus untuk segera mengintegrasikan Kashmir dengan India secara utuh.

Klaim sepihak ini membuat Pakistan geram. Pasalnya, Pakistan juga ikut mengklaim Kashmir adalah wilayahnya atas kedekatan sosiokultural, agama, hingga batas geografis. Terlebih, Kashmir merupakan wilayah yang kaya dan strategis untuk jalur sutera dan pusat bisnis.

Editor: Hendra Wijaya

Populer

video

VIDEO: Diduga Lecehkan Simbol Negara, Mahasiswa Papua di Surabaya Dipaksa Keluar Asrama

SULSELSATU.com - Situasi Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya, Jawa Timur, kembali mencekam, Sabtu (17/8/2019). Negosiasi antara mahasiswa Papua dengan pihak kepolisian, camat, serta...
video

VIDEO: Mahasiswa Papua Bentrok dengan Warga di Malang

SULSELSATU.com - Sekelompok massa Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Malang terlibat bentrok dengan warga. Aksi saling lempar antara kedua kubu di tengah jalan ruas...

Mirip Cara Pemerintahan NA, Advokat Minta Legislator Seret Dollah Mando ke DPRD

SULSELSATU.com, SIDRAP - Advokat asal Sidrap, Sari Juwita Mustafa meminta legislator di daerahnya untuk menyeret Dollah Mando ke DPRD. Hal ini disampaikan Ita sapaan akrab...
video

VIDEO: Penjagal Hewan Kurban Meninggal Dunia di Atas Sapi yang Siap Disembelih

SULSELSATU.com - Ritual penyembelihan hewan kurban pada Idul Adha kemarin, Ahad (11/8/2019) menyisakan kisah pilu bagi sebuah keluarga di Cimahi. Asep Hadad, pria yang semula...

Pesta Sabu, Satu Keluarga di Kampung Sapiria Ditangkap Polisi

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Aparat tim Elang Satresnarkoba Polrestabes Makassar mengungkap kasus penyalahgunaan narkoba yang melibatkan satu keluarga. Sebanyak 16 anggota keluarga tersebut diamankan Kampung Sapiria,...

Hebat, Lima Bersaudara di HSS Terpilih sebagai Anggota DPRD

SULSELSATU.com, KANDANGAN - Lima bersaudara di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) terpilih menjadi anggota DPRD HSS. Kelima saudara ini pun sudah dilantik pada Senin...
video

VIDEO: Pasangan Ini Kedapatan Berhubungan Intim di Pesawat

SULSELSATU.com - Pria dan wanita terpergok sedang melakukan hubungan intim di pesawat. Momen itu terjadi dalam penerbangan menuju Meksiko. Tanpa memedulikan keberadaan penumpang lain. Video Editor: Andi...
video

VIDEO: Hujan Es di Kota Mekah, Jalanan Banjir

SULSELSATU.com - Abdullah Gymnastiar mengunggah video hujan es dan banjir yang terjadi di Kota Mekah, Arab Saudi. Akibat hujan tersebut sebagian jalan banjir. Video Editor: Andi...

GALERI FOTO: Ribuan Kader NasDem Sambut Meriah Kedatangan SYL

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo saat tiba di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Kamis (22/3/2018). Ribuan kader Partai NasDem menyambut kedatangan SYL...
Berita Terkait

Baca Juga

Bappelitbangda Dorong Budaya Inovasi Pemkab Selayar

SULSELSATU.com, SELAYAR - Sebagai upaya peningkatan daya saing daerah, peningkatan pelayanan publik, percepatan peningkatan tingkat kesejahteraan, peningkatan pemanfaatan sumber daya alam, dan peningkatan kualitas...

Begini Kronologi Caleg Makassar Terpilih Diciduk Polisi karena Narkoba

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Calon legislatif terpilih DPRD Makassar dari fraksi PPP, berinisial RTQ diamanakan aparat Satresnarkoba Polrestabes Makassar usai tertangkap tangan menyimpan sabu di...

Dua Karyawan Arta Mega Indo Tewas Tertimpa Tower di PLTU Punagaya

SULSELSATU.com, JENEPONTO - Dua karyawan PT Arta Mega Indo di PLTU Punagaya di Kecamatan Bangkala, Jeneponto tewas tertimpa tower, Rabu (14/8/2019). Dua karyawan tersebut adalah...

Hadiri Ramah Tamah Gubernur Sulsel, Iqbal Suhaeb Sanjung Pejuang Veteran

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb beserta jajaran SKPD lingkup Pemerintah Kota Makassar mengikuti ramah tamah bersama Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah...

Terbaru

PKK Gowa Bersama Dinas Ketapang Gelar Festival Pangan Lokal B2SA

SULSELSATU.com, GOWA - Tim Penggerak PKK Kabupaten Gowa bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Gowa menggelar Festival Pangan Lokal B2SA (Beragam Bergizi Seimbang dan...

Pembunuh Taruna ATKP Makassar Dihukum 10 Tahun Penjara

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Makassar menjatuhkan vonis 10 tahun penjara kepada Muhammad Rusdi, terdakwa kasus pembunuhan taruna muda ATKP Makassar,...

Pemkot Klaim Job Fair Tekan Angka Pengangguran

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Tingginya angka pengangguran di Kota Makassar menjadi persoalan serius bagi Pemkot Makassar. Minimnya kesempatan kerja disebut sebagai salah satu faktor. Hal ini...

Asisten Ekbangkes Selayar Buka Sosialisasi Pembentukan Sekolah Siaga Kependudukan

SULSELSATU.com, SELAYAR - Asisten Ekbang dan Kesejahteraan Kabupaten Selayar, Arfang Arif membuka secara resmi Sosialisasi Pembentukan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) Tingkat Kabupaten Kepulauan Selayar...
video

VIDEO: Bos Abu Tours Divonis 20 Tahun Penjara dan Denda 500 Juta

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pemilik Abu Tours Travel, Hamzah Mamba menjalani sidang vonis kasus penggelapan dan pencucian uang di Pengadilan Negeri Makassar, Jalan Kartini, Makassar,...