iklan Kareba Parlementa
Sulselsatu
Sulselsatu
iklan Kareba Parlementa

Opini: Memutus Banalitas Rasisme dengan Pendidikan Multikultural

Oleh: Uje Jaelani (Dosen/Sekretaris Umum KMM-DMI Sulsel)

Indonesia adalah negara majemuk, ragam suku, ras, budaya, dan agama menyimpul komitmen untuk hidup bersama di bumi Pertiwi. Kemajemukan yang dimiliki merupakan kekayaan yang dimiliki bangsa ini, namun, kekayaan ini sekaligus menjadi ancaman yang jika tidak dirawat dengan baik akan menjadi benih konflik.

Beberapa tahun belakang ini, kemajemukan itu di usik dengan berbagai konflik agama, suku, dan ras menjadi hal yang seringkali terjadi. Dilansir Tirto.id, Komnas HAM mencatat sedikitnya 101 kasus diskriminasi ras dan etnis dalam periode 2011-2018 yang dilaporkan kepada mereka. Pelanggaran tersebut meliputi pembatasan terhadap pelayanan publik, maraknya politik etnisitas atau identitas, pembubaran ritual adat, diskriminasi atas hak kepemilikan tanah bagi kelompok minoritas.

Yang menarik adalah survei yang dilakukan oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) bekerja sama dengan tim Litbang Kompas, dalam survei berjudul “Survei Penilaian Masyarakat Terhadap Upaya Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis di 34 Provinsi” tersebut ditemukan bahwa sebanyak 81,9 persen responden mengatakan lebih nyaman hidup dalam keturunan keluarga yang sama.

Iklan Honda

Kemudian, sebanyak 82,7 persen responden dalam survei tersebut mengatakan bahwa mereka lebih nyaman hidup dalam lingkungan ras yang sama. Sementara sebanyak 83,1 persen mengatakan lebih nyaman hidup dengan kelompok etnis yang sama.

Ini mengindikasikan betapa canggungnya masyarakat Indonesia menerima keragaman etnis dan ras di Indonesia kendati semboyan ‘Bhinekka Tunggal Ika’ kerap digembar-gemborkan dalam kehidupan sosial dan bahkan diobral di ranah diplomasi.

Dari temuan ini, implementasi nilai ‘Bhinekka Tunggal Ika’ sebagi semboyang dalam berbangsa hanya menjadi tagline semata, belum mampu menjadi sebuah kesadaran kolektif dalam kehidupan berbangsa.

Sumbangsi rasisme di Indonesia mendapat nafas panjang dari praktik politik identitas yang dipertontonkan para “elit”, tak hanya itu, keberadaan beberapa ormas yang telalu jauh diberi ruang dalam mengintervensi system iteraksi social, bahkan dilakukan dengan cara kekerasan. Praktik seperti ini malah akan memperpanjang diskriminasi dan rasisme di Indonesia.

Rawat Kebinekaan dengan Pendidikan Multikultural

Memutus banalitas tindak rasisme tidak cukup dengan melakukan penidakan hukum terhadap pelaku, sabab rasis lahir dari cara pandang colonialistik, mentalitas yang arogan dalam melihat seseorang, identifikasi diri lalu membangun suverioritas identitas diri trhadap orang lain. Oleh karena itu, memutus banalitas tindak rasisme diperlukan kerja-kerja epistemic sebagai instrumen rekayasa sosial yang mampu mengubah cara pandang rasis dan itu dimulai dari bangku pendidikan kita.

Sebagai Negara majemuk diperlukan model pengembangan SDM yang berbasis multicultural, Dalam konteks Indonesia gagasan multikulturalisme menjadi isu strategis yang merupakan tuntutan yang tidak bisa ditawar lagi. Pendidikan multikultural merupakan keharusan, bukan pilihan lagi. kita membutuhkan perangkat model yang mampu mengelola keanekaragaman dan segala potensi positif dan negatif dilakukan sehingga keberbedaan bukanlah ancaman atau masalah, melainkan menjadi sumber atau daya dorong positif bagi perkembangan dan kebaikan dan juga dapat dijadikan instrument strategis untuk mengembangkan kesadaran atas kebanggaan seseorang terhadap bangsanya.

Azyumardi azra mendefinisikan pendidikan multikultural sebagai pendidikan untuk atau tentang keragaman kebudayaan dalam merespon perubahan demografi dan kultur lingkungan masyarakat tertentu atau bahkan demi secara keseluruhan.

Dengan mendorong penguatan Pendidikan multikultural sebagai instrumen rekayasa sosial mendorong para pemangku kebijakan dan istitusi pendidikan supaya dapat berperan dalam menanamkan kesadaran dalam masyarakat multikultur dan mengembangkan sikap tenggang rasa dan toleran utuk mewujudkan kebutuhan serta kemampuan bekerjasama dengan segala perbedaan yang ada.

Sehingga pada posisi ini, model pebndidikan multicultural pula akan menciptakan karakter kedirian anak bangsa, karak ter prulalitas un menghargai segala perbedaan yang ada, tumbuhnya karakter seperti ini memberikan rasa percaya diri sekaligus kebanggaan warga Negara pada identitas pribadi ataupun budaya mereka, sehingga terciptanya penghormatan terhadap keragaman budaya dan tidak ada dominasi budaya terhadap budaya lain.

Dari kasus rasisme yang terjadi membuat kita sadar untuk menegok kembali konsep, model dan praktik pendidikan kita.

Iklan Masima Radio Network
...
Sulselsatu

Kabar Buruk, Arab Saudi Hentikan Kedatangan Jemaah Umrah Asal Indonesia

SULSELSATU.com - Kabar buruk datang dari pemerintah Arab Saudi. Jemaah umrah dari beberapa negara, termasuk Indonesia, untuk sementara waktu ditangguhkan. Selain umrah, ada juga...
Sulselsatu

Batal Ikut Tes CPNS, Peserta Asal Pacekke Barru Ini Menangis

SULSELSATU.com, BARRU - Peserta CPNS dihari kedua menyisahkan rasa tangis kepada salah satu peserta asal Desa Pacekke, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru. Dia harusnya mengikuti...
Sulselsatu

Jumras Temui Nurdin Abdullah Sambil Cium Tangan dan Teteskan Air Mata

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Eks Kabiro Pembangunan Sulsel, Jumras didampingi langsung tim penyidik dari Polrestabes Makassar menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Gubernur Sulsel, Nurdin...
Sulselsatu

Warga Batulappa Barru Geger, Janin Bayi Dibawa Anjing

SULSELSATU.com, BARRU - Warga Dusun Batulappa, Desa Tompo, Kecamatan Barru digegerkan dengan penemuan janin yang dibawa oleh seekor anjing, Senin (24/2/2020) siang hari tadi.  "Soal...
Sulselsatu

Mahasiswi Asal Timika Tenggelam di Air Terjun Tompobulu Maros

SULSELSATU.com, MAROS - Emi (19) Mahasiswi Univeristas Stikes Megarezky Makassar hilang usai bermain di air terjun pumbunga kecamatan tompobulu kabupaten maros Ahad (23/2/2020) Dari keterangan...
Sulselsatu

Berkinerja Buruk, Iqbal Suhaeb Dikabarkan Bakal Digantikan Prof Yusran

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Posisi Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb kini di ujung tanduk. Kinerja buruk yang ditunjukkan Iqbal selama memimpin Kota Makassar membuatnya...
Sulselsatu

Peserta CPNS Bidan di Barru Raih Nilai 437 Hari Kedua SKD

SULSELSATU.com, BARRU - Peserta CPNS formasi kebidanan bernama Andi Tri Maswati, meraih nilai tertinggi di hari kedua tes SKD di Kabupaten Barru. Tri berhasil meraih...
Sulselsatu

Hari Pertama Tes CPNS di Barru, Nilai Tertinggi 388

SULSELSATU.com, BARRU - Hari pertama pelaksanaan Tes Kompetensi Dasar (TKD) bagi peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Barru menghasilkan nilai tertinggi atas...
Sulselsatu

GALERI FOTO: Kenaikan Harga BBM Non Subsidi

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) melakukan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) ke kendaraan roda dua, di Jalan Pengayoman, Makassar,...

Baca Juga

Sulselsatu

Kabar Baik! Empat Pasien Covid-19 di Sulsel Dinyatakan Sembuh

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel, Ichsan Mustari, menyatakan, di Sulsel terdapat empat orang pasien Covid-19 dinyatakan sembuh. "Alhamdulillah ada empat orang yang...
Sulselsatu

Disdik Sulsel Terapkan Belajar Jarak Jauh via Radio

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel menyusun model dan jadwal pembelajaran jarak jauh (online) dalam rangka belajar dan bekerja dari rumah untuk mengantisipasi...
Sulselsatu

Pemkab Gowa Surati Seluruh Pasar, Ini Poinnya

SULSELSATU.com, GOWA - Sebagai salah satu tempat keramaian, pasar juga menjadi fokus Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa untuk memutus mata rantai penularan virus corona atau...
Sulselsatu

Taufan Imbau Warga yang Keluar Rumah Wajib Gunakan Masker

SULSELSATU.com, PAREPARE - Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe, mengapresiasi kebijakan pemerintah pusat yang mulai 5 April 2020 mengharuskan semua warga yang keluar rumah...

TERKINI

Sulselsatu

Nurdin Abdullah Beri Keringan Pajak ke Pengusaha Hotel di Sulsel

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah, mengakui, sejauh...
Sulselsatu

Taufan Imbau Warga yang Keluar Rumah Wajib Gunakan Masker

SULSELSATU.com, PAREPARE - Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe, mengapresiasi kebijakan...
Sulselsatu

Ni’matullah Sarankan Pemprov Sulsel Bentuk Tim Kecil Tangani Covid-19

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Wakil Ketua DPRD Sulsel Ni'matullah menyarankan kepada Pemprov...
Sulselsatu

RSKD Dadi Akan Digunakan Untuk Pasien Covid-19

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah, menunjuk Rumah...
Sulselsatu

GenPI Barru Kumpulkan Donasi, Bantu Pedagang di Tempat Wisata

SULSELSATU.com, BARRU - Komunitas Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Kabupaten Barru terus...
Sulselsatu

Sekwan DPRD Makassar Siapkan Wastafel Jumbo dan Bilik Sterilisasi

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar...
Sulselsatuvideo

VIDEO: Rumahnya Terseret Banjir, Warga Jeneponto Ini Harap Ada Bantuan Rumah Layak Huni

SULSELSATU.com, JENEPONTO – Hari ke-6 pascabanjir bandang di Jeneponto meninggalkan puing-puing sebagian rumah warga di Dusun Sapanang, Desa Sapanang Kecamatan Binamu. Sebanyak tujuh unit rumah...