Logo Sulselsatu

Ini Kelebihan dan Kekurangan BPD Sulselbar jika Jadi Bank Devisa

Asrul
Asrul

Kamis, 19 September 2019 17:56

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSARBank Sulselbar pernah menyatakan kesiapannya menjadi bank devisa. Sejumlah persiapan pun dilakukan, mulai dari perekrutan SDM hingga mengajukan permohonan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Namun rencana tersebut justru menjadi bumerang. Hal ini terlihat saat Direktur Utama (Dirut) Bank Sulselbar Andi Muhammad Rahmat dicopot dari jabatannya belum lama ini.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah selaku pemegang saham pengendali Bank Sulselbar berdalih bahwa proses bank devisa belum yang menunjukkan progres signifikan menjadi alasan untuk mencopot Rahmat dari jabatannya.

Baca Juga : 570 Siswa Sekolah Rakyat di Makassar Mulai Menabung, OJK Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda

Namun di luar dari pada itu, Pengamat Keuangan Negara Universitas Patria Artha, Bastian Lubis angkat bicara soal kelebihan dan kekurangan Bank Sulselbar apabila nantinya menjadi bank devisa.

Bastian menjelaskan, bank devisa merupakan bank yang memperoleh surat penunjukan dari otoritas keuangan dan Bank Indonesia untuk dapat melakukan kegiatan usaha perbankan dalam valuta asing.

Bank devisa dapat menawarkan jasa-jasa bank yang berkaitan dengan mata uang asing tersebut seperti transfer keluar negeri, jual beli valuta asing, transaksi ekspor-impor, dan jasa-jasa valuta asing lainnya.

Baca Juga : Raih 7 Medali, Bank Sulselbar Juara Umum PORSEBANK+ BMPD Sulsel 2026

“Jika dilihat dari pengertian ini, maka sebenarnya bank devisa dapat mengibarkan sayapnya hingga ke luar negeri, namun yang harus dicatat kesiapan sebuah bank untuk mengemban tugas sebagai bank devisa,” jelas Bastian.

Dia pun mengambil contoh sederhana. Jika komposit risiko bank non devisa untuk risiko nilai tukar valas yang sebelumnya tidak ada, dengan menjadi bank devisa maka Inherent Risk (Risiko yang melekat) akan meningkat.

“Dengan melebarkan sayap bisnis bank, maka bank devisa harus siap untuk melakukan mitigasi terhadap berbagai risiko yang mungkin dapat terjadi sewaktu-waktu. Pertanyaannya, seberapa besar cadangan modal bank yang harus ditambah untuk mengantisipasi risiko nilai tukar tersebut,” kata Bastian.

Baca Juga : Bank Sulselbar Raih TOP Digital PR Award 2026, Perkuat Reputasi di Era Digital

Hal ini ditambah lagi dengan perubahan perilaku “dealing room”. Bastian menyebut jika dalam ruang treasury yang sebelumnya hanya memuat IDR saat ini harus berurusan dengan US$, Euro, Yen, dan berbagai mata uang dunia lainnya.

“Pertanyaannya apakah SDM yang ada telah siap mengelola hal tersebut karena risiko operasional akan berubah seiring dengan perkembangan bisnis. Belum lagi dengan membuka pintu datangnya dana asing maka pastilah harus dapat dikelola dengan baik dan maksimal sehingga tidak membebani cost of fund yang dimiliki oleh bank karena fungsi intermediasi yang lambat,” jelasnya.

“Jika dari dua gambaran risiko tadi saja sudah harus menjadi konsentrasi penting. Bagaimana dengan risiko strategi yang akan dilakukan sebelum dan sesudah menjadi bank devisa. Dengan kata lain stress test terhadap perubahan wajib dilakukan lebih matang sehingga kehilangan modal dapat di eliminir dengan Baik. Hal ini haruslah menjadi perhatian strategic Bank pasca menjadi bank devisa,” tandasnya. (rls)

Baca Juga : Bank Sulselbar Resmikan Kantor Cabang Syariah Maros, Perkuat Ekosistem Berbasis Syariah

Editor: Hendra Wijaya

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News18 September 2026 16:45
Pegadaian Kanwil Sulselbarra Maluku Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Barista di Makassar
PT Pegadaian Kanwil VI SulSelBarRa Maluku mendorong peningkatan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui Program Pemberdayaan ...
Pendidikan18 September 2026 16:11
Field Trip Science Athirah Ajak 133 Siswa Tanam Mangrove di Puntondo
Sebanyak 133 siswa SMP Islam Athirah Makassar belajar menjaga kelestarian lingkungan melalui kegiatan penanaman mangrove di Pusat Pendidikan Lingkunga...
News18 September 2026 15:15
PLN Sosialisasikan Kompensasi Lahan SUTT 150 kV ACN–Bungku di Morowali
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi melalui Unit Pelaksana Proyek Sulawesi Tenggara terus melakukan sosialisasi dan musyawarah bers...
News18 September 2026 14:32
Trafik Penumpang Pelindo Regional 4 Naik 12,9 Persen hingga Agustus, Capai 6,02 Juta Orang
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 mencatat pertumbuhan pada sejumlah indikator operasional selama Januari hingga Agustus 2026....