SULSELSATU.com, MAKASSAR – Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatatakan akan menambah insenerator untuk pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).
Pengadaan insenerator menurut dia, sangat penting. B3 yang dihasilkan rumah sakit se-Sulsel mencapai 15 ton per hari. Namun sebagian besar limbah tersebut dikirim ke Surabaya untuk diurai.
“Anggaran tidak ada masalah yang penting program produktif. Kayak pengadaan insenerator ini, silahkan dikoordinasikan dengan Pak Kepala Bappeda,” ujar Nurdin.
Baca Juga : Dorong Konektivitas Logistik di KTI, Pemprov Sulsel Apresiasi Kontribusi Pelindo
Kepala UPT Pengelolaan Limbah DPLH Sulsel, Tamrin mengatakan, insenerator yang dimiliki baru beroperasi tiga minggu. Insenerator ini sempat terhambat masalah perizinan di KLHK.
Pihaknya telah mengoperasikan satu unit insenerator berkapasitas 100 Kg per jam. Hanya saja, dalam sehari alat yang ditempatkan di Kawasan KIMA ini hanya bisa mengurai 2,4 ton limbah B3.
“Meski baru tiga minggu, kami sudah menghasilkan PAD Rp200 juta. Dalam sehari kita bisa mendapatkan PAD Rp30 juta. Sejauh ini baru limbah dari Makassar yang kami olah, di mana dalam sehari ada 3 ton dari semua RS,” kata Tamrin.
Baca Juga : Pemprov Sulsel Dukung Pengembangan Pelabuhan Pelindo
Penulis: Jahir Majid
Editor: Hendra Wijaya
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar