Logo Sulselsatu

Kasusnya Disebut Rekayasa, Novel Baswedan Angkat Bicara

Asrul
Asrul

Selasa, 05 November 2019 18:57

Novel Baswedan. (Int)
Novel Baswedan. (Int)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Sebuah dugaan jika kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan hanya rekayasa menjadi perbincangan di media sosial. Hal itu berawal dari video pada 2017 yang menunjukkan Novel dengan kondisi mata yang tampak baik-baik saja meski baru disiram air keras.

Dari video yang viral di media sosial, saat itu ia tengah didorong di kursi roda di kawasan rumah sakit. Dari belakang, kamerawan mengambil gambarnya sambil mendekati penyidik KPK itu. Reporter kemudian menanyai soal kondisi terkininya.

Novel melirik ke arah kamera dengan kondisi mata dan wajah yang tampak tak ada bekas penyiraman air keras. Hal itu mengundang pertanyaan warganet.

Baca Juga : Bupati Takalar Pastikan Tak Terlibat Korupsi, Siap Bantu KPK Ungkap Fakta

Novel pun angkat bicara mengenai dugaan rekayasa itu. Dia menjelaskan video milik salah satu stasiun televisi swasta itu diambil sekitar April hingga Juni 2017. Ketika itu, ia mengaku belum dioperasi.

“Saat itu belum dilakukan operasi OOKP [Osteo Odonto Keratoprosthesis] pada mata kiri saya, karena Prof Donald Tan sedang upayakan dengan stem cell dengan cara dipasang selaput membran plasenta pada kedua mata saya,” jelas Novel melalui keterangan tertulis, Selasa (5/11/2019).

Ia menambahkan langkah stem celldimaksudkan untuk menumbuhkan jaringan mati di mata Novel. Nyatanya, hingga Agustus kondisi mata Novel tak jua membaik.

Baca Juga : KPK Ungkap Status Ridwan Kamil, Tersangka Atau Saksi?

“Sedangkan diperkirakan 6 bulan setelah kejadian kedua mata akan tidak bisa melihat sama sekali,” lanjut dia.

Novel mengakui penampakan mata kirinya saat itu secara sekilas memang kelihatan seolah baik-baik saja. Karena itu diperlukan operasi OOKP untuk mata kiri yang rusaknya lebih parah.

“Seperti tidak sakit, bahkan tidak merah dan bening, seperti kelereng. Tapi sebenarnya selnya justru sudah banyak yang mati dan fungsi melihatnya sangat kurang,” jelas dia.

Baca Juga : Dugaan Korupsi Dana CSR BI, KPK Panggil 2 Anggota DPR RI

“Jadi wajar saja orang awam mengira saya tidak sakit. Kawan-kawan dari KPK yang dampingi saya mengetahui perkembangan pengobatan mata saya dari hari ke hari. Dan setiap updatedari dokter disampaikan ke pimpinan,” ungkap penyidik KPK itu lagi.

Kuasa Hukum Novel, Alghiffari Aqsa, menambahkan bahwa pasca-penyiraman Novel segera mencuci mukanya ke tempat wudu di masjid. Hal itu mencegah luka lebih parah di bagian wajahnya.

“Mukanya awal-awal sempat melepuh. Lukanya minim karena dia langsung lari ke tempat wudhu untuk cuci muka,” tuturnya.

Baca Juga : KPK Cegah Yasonna dan Hasto ke Luar Negeri

“Kalau tidak dicuci kemungkinan lebih parah,” ia menambahkan.

Pada 11 April 2017, Novel disiram dua orang tak dikenal dengan air keras. Ia kemudian bolak-balik ke Singapura untuk menjalani perawatan mata. Sekitar dua bulan kemudian, video itu diambil.

Dua tahun berlalu, video Novel itu kembali beredar di media sosial Twitter melalui akun @Paltiwest pada Senin (4/11).

Baca Juga : PDIP Sebut Penetapan Tersangka Hasto Kristiyanto Bermuatan Politis

“Mungkin ini bisa membantu analisis om @TheArieAir. Matanya waktu itu masih bisa melirik,” tulis akun tersebut sembari menyertakan tagar #KhilafahOutNKRImaju.

Sejumlah pemilik akun merespons video tersebut seraya menyangsikan cedera di mata Novel. Bahkan ada yang menyamakan kejadian tersebut dengan skenario rekayasa kasus Ratna Sarumpaet. Di kolom komentar, ada pula yang mempertanyakan soal kondisi wajahnya yang masih terlihat mulus tanpa bekas siraman air keras.

“Mata kena asap atau debu saja berair banyak banget, bahkan buat melek saja susah. Lha ini kena air keras masih bisa melek,” tulis akun @egdjo666.

Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News03 Februari 2026 17:09
Program Leadership Enhancement, SPJM Matangkan Kompetensi untuk Keunggulan Layanan dan Bisnis
PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) sebagai salah satu subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang Marine, Equipment, Port Services...
Sulsel03 Februari 2026 08:13
Rakornas 2026 di Bogor, Wali Kota Tasming Hamid Dukung Sinergi Pusat-Daerah Menuju Indonesia Emas 2045
SULSELSATU.com, BOGOR – Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menghadiri secara langsung Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan ...
Video02 Februari 2026 23:12
VIDEO: Pantai Bali Penuh Sampah, Prabowo Tegur Kepala Daerah
SULSELSATU.com – Presiden Prabowo Subianto menyindir Gubernur Bali I Wayan Koster terkait kondisi pantai di Bali yang kotor oleh sampah. Menurut...
Video02 Februari 2026 21:42
VIDEO: Presiden Prabowo Resmi Buka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026
SULSELSATU.com – Presiden Prabowo Subianto resmi membuka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di SICC, Bogor, Senin (2/2/2026). Rakornas in...