Logo Sulselsatu

Pemkot Makassar Imbau Masyarakat Jangan Percaya Calo CPNS

Asrul
Asrul

Minggu, 17 November 2019 09:00

Ribuan peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menunggu panggilan masuk tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) atau Tes Kompetensi Dasar berbasis sistem komputerisasi (Computer Assissted Test/ CAT) di Gedung RRI, Jalan Ributane, Makassar, Kamis (1/10/2018). (Sulselsatu/Moh Niaz Sharief)
Ribuan peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menunggu panggilan masuk tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) atau Tes Kompetensi Dasar berbasis sistem komputerisasi (Computer Assissted Test/ CAT) di Gedung RRI, Jalan Ributane, Makassar, Kamis (1/10/2018). (Sulselsatu/Moh Niaz Sharief)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar melalui Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Makassar mengibau masyarakat agar tidak percaya dengan oknum yang menjanjikan kelulusan pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019.

Kepala BKPSDMD Kota Makassar, Kadir Masri mengimbau kepada calon peserta CPNS untuk tidak mempercayai oknum yang menjanjikan kelulusan dalam tahapan seleksi CPNS.

Ia mengatakan, pendaftaran CPNS itu bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Untuk itu, agar pelamar cukup mengikuti tes sesuai dengan ketentuan yang sudah ada.

Baca Juga : Bank Sampah hingga RT/RW Disiapkan, Pemkot Makassar Perkuat Gerakan Pilah Sampah

“Sistem pendaftaran online ini dituntut kepada pendaftar agar betul-betul jujur dalam mengupload data-data dirinya termasuk dokumen yang dipersyaratkan. kalau discan saja ijazahnya, lalu kemudian hari ketahuan kalau palsu maka akan gugur lagi,” ujarnya, Sabtu (16/11/2019).

Untuk itu, ia mengatakan agar tidak melakukan kecurangan dalam bentuk apapun, sebab jika ditemukan ketidaksesuaian maupun pemalsuan berkas, maka berkas pendaftar secara otomatis akan dinilai tidak memenuhi syarat (TMS).

“Sebaiknya jangan melakukan itu, karena kita butuh pendaftar CPNS yang punya kompetensi. Jadi kalau dia curang dari awal sudah tdk bisa lagi bekerja dengan baik apa lagi kalau curang manipulasi,” katanya.

Baca Juga : Kabar Gembira! Olymrun 2026 Hadir di Makassar, Siapkan Hadiah Rp150 Juta

Sebelumnya, Pemerintah Kota Makassar mendapatkan jatah formasi sebanyak 526 orang. Didominasi oleh guru dengan jumlah 397 orang, yang paling banyak dibutuhkan Guru Kelas Ahli Pertama (S1 PGSD) sebanyak 218 orang.

Penulis: Resti Setiawati
Editor: Kink Kusuma Rein

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi06 Agustus 2026 09:34
Kalla Institute Dampingi UMKM Sambusa di Pangkep Go Digital dan Tingkatkan Produksi
Kalla Institute terus memperkuat perannya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM)....
Video05 Agustus 2026 22:59
VIDEO: Viral, Mobil Dikejar dan Dirusak Massa di Pattontongan Maros
SULSELSATU.com – Sebuah mobil dirusak massa di Jalan Pattontongan, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Selasa (4/8/2026). Berdasarkan informasi yang ...
News05 Agustus 2026 18:54
Ketegangan Jalur Hauling Pomalaa, Bupati Amri: Jangan Ada Premanisme Industrial
Ketegangan akibat aksi blokade jalur logistik (hauling) di kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP) memantik ...
Ekonomi05 Agustus 2026 18:29
APERSI Sulsel Gelar APEX 2026, Targetkan Transaksi Rp60 Miliar Dukung Program 3 Juta Rumah
SULSELSATU.com, MAKASSAR – DPD Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Sulawesi Selatan akan menggelar APERSI Proper...