Logo Sulselsatu

RI-Malaysia Bersepakat Soal Tapal Batas di Kaltara dan Kalbar

Asrul
Asrul

Kamis, 21 November 2019 15:56

Tito Karnavian.(int)
Tito Karnavian.(int)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Pemerintah Indonesia dan Malaysia sepakat terkait tapal batas negara di Kalimantan Utara dan Kalimantan Utara.

MoU soal tapal batas ini diteken langsung Kemendagri dengan Kementerian Air, Tanah, dan Sumber Asli Malaysia.

MoU Demarkasi dan Survei Batas Internasional antara Indonesia dengan Malaysia mengatur soal perbatasan pada segmen Sungai Simantipal di Kalimantan Utara dan Segmen C500-C600 di Kalimantan Barat.

Baca Juga : Diterapkan Bertahap, Begini Cara Buat KTP Digital

Perjanjian itu ditandatangani Sekjen Kemendagri Hadi Prabowo dan Ketua Setia Usaha Kementerian Air, Tanah, dan Sumber Asli Malaysia Datuk Zurinah Pawanteh di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (21/11).

“Acara ini sangat penting, walaupun hanya sebentar tapi berdampak 100 sampai 200 tahun ke depan, dengan adanya perjanjian tersebut berdampak bagi wilayah perbatasan antara Indonesia dan Malaysia dalam bentuk pembangunan wilayah, kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan,” kata Mendagri Tito Karnavian dalam keterangan tertulis seperti dilansir CNNIndonesia, Kamis (21/11/2019).

Nota kesepahaman tersebut juga dilengkapi lampiran hasil survei demarkasi yang dilakukan kedua negara. Pemetaan itu ditandatangani oleh Direktur Jenderal Departemen Survey and Mapping Malaysia Dato’ Sr Dr. Azhari bin Mohamed dan Direktur Wilayah Pertahanan Kementerian Pertahanan RI Laksamana Pertama Bambang Supriadi.

Baca Juga : e-KTP Bakal Diganti Jadi KTP Digital, Kemendagri Target 25 Persen Penduduk Gunakan IKD Tahun Ini

Tito berharap MoU ini dapat mengakhiri perbedaan pendapat dalam penegasan batas darat (Outstanding Boundary Problems) di dua segmen tersebut pada kurun waktu 1978-1989.

Mantan Kapolri itu juga berharap nota kesepahaman itu juga diharapkan memuluskan pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Lambang, yang letaknya tidak jauh dari Kawasan Sungai Simantipal.

“MoU tersebut juga memastikan adanya kepastian hukum bagi masyarakat di kedua belah negara,” tuturnya.

Baca Juga : Kemendagri Minta Provinsi Lain Replikasi Program PKK Sulsel Dalam Penanganan Stunting

Dengan adanya perjanjian ini, Indonesia dan Malaysia masih menyisakan sengketa di tiga segmen, yaitu Segmen Pulau Sebatik, Sungai Sinapad-Sesai, dan B- 2700-3100. Kemendagri menargetkan masalah perbatasan di tiga tempat itu bisa selesa pada tahun 2020.

Editor: Hendra Wijaya

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video13 Juli 2024 22:40
VIDEO: Prabowo Subianto: Untuk Apa Bangun Gedung-gedung, Kereta Cepat jika Negara Tidak Aman
SULSELSATU.com – Presiden terpilih Prabowo Subianto menyampaikan perlindungan rakyat Indonesia menjadi penting. Ia menyampaikan pembangunan insf...
Sulsel13 Juli 2024 22:02
Melalui Fashion Karnaval, Bupati Adnan Harap Malino Terus Dikenal Kota Bunga
SULSELSATU.com, GOWA – Beautiful Malino 2024 memasuki hari kedua dengan berbagai rangkaian kegiatan, salah satunya adalah Fashion Karnaval yang ...
Bisnis13 Juli 2024 20:53
All New Honda BeAT Series Terbaru Hiasi Langit dan Pantai Ambon
Balon udara besar bertuliskan Honda dan All New Honda BeAT Series terbaru menghiasi langit serta pantai Ambon. Masyarakat pun dikejutkan dengan hal te...
Video13 Juli 2024 20:45
VIDEO: Modus Baru Penipuan Paket COD di Tanjung Bunga Makassar
SULSELSATU.com – Sebuah video memperlihatkan seorang kurir yang mengantarkan paket bodong di Tanjung Bunga, Kota Makassar. Penghuni rumah yang m...