Logo Sulselsatu

Gara-gara Kurdi, Marcon Tuding Turki Sekongkol dengan ISIS

Asrul
Asrul

Rabu, 04 Desember 2019 13:10

istimewa
istimewa

LONDON – Hubungan Prancis dengan Turki kian memanas. Dua negara digdaya yang tergabung dalam NATO tersebut terancam pecah kongsi gara-gara Kurdi.

Bahkan, Presiden Prancis Emmanuel Marcon menuding pasukan Turki bersekongkol dengan ISIS saat menggempur milisi Kurdi di utara Suriah.

Hal itu disampaikan Macron saat menggelar konferensi pers bersama dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di sela-sela KTT NATO di London, Selasa (3/12).

Baca Juga : VIDEO: Pendistribusian Bantuan Indonesia untuk Korban Gempa di Turki dan Suriah

“Ketika saya melihat Turki, mereka sekarang berperang melawan kelompok yang bertempur dengan kami. Tetapi kadang-kadang mereka bekerja sama dengan proxy ISIS,” kata Macron dikutip dari AFP.

Baca Juga : VIDEO: Pria Asal Turki Nikahi Gadis Asal Bone

Turki Oktober lalu menyerang milisi Kurdi di Suriah. Macron menegaskan menolak ambiguitas Turki terhadap ISIS, sebab Ankara melawan milisi Kurdi yang selama ini menjadi sekutu AS dalam memerangi kelompok teroris itu.

Rencananya Macron akan bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam pertemuan NATO. “Kami sudah tidak bisa kerja sama lagi dengan Turki, terkait keamanan, perdagangan,” kata Macron.

Baca Juga : VIDEO: Pria Asal Turki Nikahi Gadis Asal Bone

Turki Oktober lalu menyerang milisi Kurdi di Suriah. Macron menegaskan menolak ambiguitas Turki terhadap ISIS, sebab Ankara melawan milisi Kurdi yang selama ini menjadi sekutu AS dalam memerangi kelompok teroris itu.

Rencananya Macron akan bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam pertemuan NATO. “Kami sudah tidak bisa kerja sama lagi dengan Turki, terkait keamanan, perdagangan,” kata Macron.

Kata dia, di pertemuan NATO nanti, Turki harus memberikan klarifikasi soal masalah tersebut. Termasuk soal keanggotaan Turki di NATO.

Baca Juga : Diguncang Gempa, Jokowi Sampaikan Belasungkawa ke Turki

Macron menilai kerja sama dengan Turki sulit dilanjutkan mengingat keputusan mereka membeli sistem rudal S-400 dari Rusia yang sangat ditentang AS.

AS menyebut S-400 tidak kompatibel dengan NATO dan dapat menimbulkan ancaman bagi jet-jet F-35 Lockheed Martin Corp.

Sebelumnya Pemerintah Turki juga menuduh Macron berada di balik aksi terorisme di Suriah. Tudingan itu dilontarkan untuk merespons kritikan Macron terkait operasi Ankara di Suriah.

Baca Juga : VIDEO: Gempa Bumi di Turki, 26 Orang Tewas

Bagaimanapun, dia (Macron) mensponsori organisasi teroris, dia menerimanya secara teratur di Elysee (istana kepresidenan),” kata Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu seperti dikutip dari kantor berita Anadolu.

Editor: Hendra Wijaya

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Kriminal04 November 2026 10:43
LBH Anak Rakyat Dampingi Korban Dugaan Persetubuhan Anak di Gowa, Minta Aparat Usut Tuntas
SULSELSATU, GOWA- Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Anak Rakyat menerjunkan tim pendamping hukum untuk memberikan perlindungan dan pendampingan terhadap seo...
Bisnis04 November 2026 08:28
Tiket Kapal PELNI Diskon 30 Persen Saat Nataru
PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) memberikan diskon tarif tiket kapal penumpang sebesar 30 persen untuk kelas ekonomi selama periode Natal 2026 ...
Bisnis03 November 2026 20:09
Kalla Beton Perluas Kolaborasi Industri Infrastruktur di Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16
Kalla Beton memperkuat jejaring dengan pelaku industri infrastruktur melalui partisipasi dalam Konferensi Regional Teknik Jalan (KRTJ) ke-16 yang dise...
Politik03 November 2026 20:00
Irmawati Haeruddin Pastikan PAN Sulsel Siap Hadapi Berbagai Skenario Pemilu 2029
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Selatan sudah menyiapkan infrastruktur partai untuk pemilu yang akan digelar du...