Logo Sulselsatu

Relawan Sekaligus Dokter Asal Jepang Tewas Tertembak di Afghanistan

Asrul
Asrul

Kamis, 05 Desember 2019 09:56

Ilustrasi (int)
Ilustrasi (int)

JAKARTA – Seorang telawan sekaligus dokter asal Jepang, dr Tetsu Nakamura tewas terbunuh di Afghanistan.

Mobil yang ditumpanginya diberondong tembakan saat melintas di jalanan Kota Jalalabad, Provinsi Nangarhar, Afghanistan.

“Sangat disayangkan dr. Nakamura meninggal akibat luka tembak dalam serangan hari ini,” kata juru bicara Provinsi Nangarhar, Attaulah Khogyani, seperti dilansir dari CNNIndonesia dari AFP, Rabu (4/12/2019).

Baca Juga : Ngendap-ngendap Dikira Babi Hutan, Kepala Pria Riau Pecah Ditembak Senapan Angin

Dalam kejadian itu lima warga Afghanistan juga tewas. Mereka adalah tiga pengawal, seorang sopir, dan satu rekannya.

Dari hasil otopsi, Nakamura tertembak pada bagian dada sebelah kanan. Dia meninggal ketika dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Nakamura tergabung dalam misi damai bidang kesehatan. Rekannya, Mitsuji Fukumoto, menyatakan sampai saat ini belum mengetahui motif penembakan.

Baca Juga : VIDEO: Taliban Temukan Uang Rp 93 Miliar dan 18 Batang Emas di Rumah Mantan Wapres Afganistan

“Saya tidak tahu alasan di balik serangan itu, apakah perampokan atau ada konflik kepentingan,” kata Fukumoto.

Nakamura mendirikan organisasi bantuan itu sejak 1984. Dia bermukim di Afghanistan dan Pakistan sejak 1980-an untuk menangani pasien lepra.

Sepak terjangnya sebagai aktivis kesehatan yang berada di daerah konflik cukup mengilap. Pada 2003, Nakamura yang lahir di Fukuoka meraih penghargaan Ramon Magsaysay untuk perdamaian.

Baca Juga : VIDEO: Detik-detik Ribuan Orang Berusaha Keluar Afganistan

Nakamura juga salah satu aktivis yang menentang penyerbuan Amerika Serikat ke Afghanistan pada 2001, usai tragedi serangan Wolrd Trade Center pada 11 September di tahun yang sama.

Kelompok Taliban menolak bertanggung jawab terkait kejadian itu. Mereka menyatakan menghormati lembaga yang turut membantu pembangunan Afghanistan.

Nangarhar dilaporkan menjadi basis kelompok bersenjata simpatisan Negara Islam (ISIS-Khurasan). Meski mereka disebut berhasil dipukul mundur, tetapi sebagian kecil pengikutnya diperkirakan masih berada di sana.

Baca Juga : Tak Ada Kejelasan, 2 Pengungsi di Makassar Asal Afganistan “Pulang Kampung”

Serangan terhadap relawan asing juga kerap terjadi di Afghanistan. Pada 24 November lalu, seorang warga AS yang menjadi staf Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Anil Raj, meninggal setelah mobil yang ditumpanginya diserang bom di Ibu Kota Kabul.

Pada Mei lalu, kelompok Taliban menyerang kantor organisasi relawan asal AS, Counterpart International. Sebanyak sembilan orang meninggal dalam serangan itu.

Editor: Hendra Wijaya

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Otomotif18 September 2026 19:11
Hyundai STARGAZER Cartenz di Makassar Mulai Rp247,3 Juta, Dilengkapi Fitur Smart Cruise Control
Hyundai STARGAZER Cartenz dan STARGAZER Cartenz X hadir sebagai pilihan kendaraan keluarga dengan teknologi bantuan berkendara, kenyamanan kabin, sert...
OPD18 September 2026 18:30
RDP Tuntas, Komisi D DPRD Makassar Rekomendasikan Penutupan RSIA Paramount
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Komisi D DPRD Kota Makassar telah merampungkan rekomendasi terkait kasus meninggalnya seorang bayi di RSIA Paramount....
OPD18 September 2026 18:24
Komisi D DPRD Sulsel Soroti Pembangunan Koperasi Merah Putih di Lahan Terminal Pinrang
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Komisi D DPRD Sulawesi Selatan menyoroti pembangunan Koperasi Merah Putih di atas lahan Terminal Pinrang yang disebut...
OPD18 September 2026 18:22
Komisi A DPRD Sulsel Bakal Konsultasi ke BKN, Soroti Guru PPPK, Banyaknya Plt hingga TPP ASN
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Komisi A DPRD Sulawesi Selatan berencana melakukan konsultasi ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk memperjelas sej...