SULSELSATU.com, MAKASSAR – Bank Indonesia (BI) panen perdana pada salah satu pilot project pengembangan udang vaname metode intensif di Kabupaten Pangkep.
Pengembangan tersebut merupakan salah satu upaya BI dalam rangka pengelolaan Defisit Transaksi Berjalan dengan mendorong peningkatan ekspor di Sulsel serta memperkuat UMKM dan ekonomi kerakyatan.
Pengembangan budidaya udang vaname di Kabupaten Pangkep yang dilakukan Bank Indonesia tidak hanya melalui pembinaan dan bantuan teknis, namun juga pemberian Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) berupa sarana dan prasarana pengembangan udang vaname metode intensif.
Baca Juga : Terinspirasi Film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?, Netzme Hadirkan Numofest di Makassar
Direktur Bank Indonesia Sulsel, Endang Kurnia Saputra mengatakan bantuan teknis yang diberikan oleh BI dalam program klaster pengembangan ekonomi lokal diantaranya berupa pelatihan, penelitian, penyediaan informasi, dan fasilitasi.
“Fasilitasi bertujuan untuk mendorong peningkatan produktivitas, penguatan kelembagaan kelompok, peningkatan akses pemasaran dan keuangan, serta peningkatan nilai tambah melalui pengembangan produk turunan,” ungkap Endang, Selasa, (10/12/2019).
Selanjutnya kata dia, sinergi program kerja antara BI dan Pemerintah Daerah dan dunia usaha dalam pengembangan klaster ketahanan pangan terus berlanjut dan direplikasi di wilayah lain untuk mendukung terwujudnya ketahanan pangan, kestabilan harga, dan peningkatan ekspor.
Baca Juga : Asbisindo Sulsel Kolaborasi Bersama BI dan OJK Perkuat SDM Perbankan Syariah
“Semuanya pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi Sulsel yang inklusif dan berkeadilan,” bebernya.
Pengembangan udang vaname metode intensif diberikan kepada Pokdakan Sahabat Solo di Kampung Solo, Kelurahan Mappasaile, Kec. Pangkajene dan Pokdakan Minasaupa di Kelurahan Borimasunggu, Kec. Labakkang, Pangkep.
Penulis: Sri Wahyudi Astuti
Editor: Hendra Wijaya
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar