Logo Sulselsatu

Membaca Potensi Pesisir di Kabupaten Luwu Utara

Asrul
Asrul

Rabu, 18 Desember 2019 14:35

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, LUTRA – Kabupaten Luwu Utara adalah sebuah daerah otonom pecahan dari Kabupaten Luwu, yang resmi terbentuk pada 27 April 1999. Luas wilayah Kabupaten Luwu Utara 7.502 km², dan terletak paling utara di Provinsi Sulawesi Selatan, dengan karakteristik wilayah yang terdiri atas wilayah pegunungan, pesisir dan daratan.

80% penduduk Kabupaten Luwu Utara bergerak di sektor pertanian, tentunya pertanian dalam arti yang luas, dan salah satu potensi yang cukup menjanjikan adalah potensi di wilayah pesisir, karena Luwu Utara di wilayah selatan berupa dataran dan pantai yang berbatasan dengan Teluk Bone. Potensi pesisir Luwu Utara 52,5 km.

Luwu Utara memiliki potensi spawning ground (daerah pemijahan) dan nursery ground (daerah pemeliharaan) di Teluk Bone dengan potensi penangkapan dan budidaya berupa komoditas rumput laut cottoni dan gracillaria, udang vanname, udang windu, udang galah, dan jenis hasil tangkapan laut seperti ikan kakap, kerapu, dan baronang.

Baca Juga : VIDEO: Kebakaran di Desa Tolada Luwu Utara, Rumah Ludes Terbakar

“Kalau kita lihat dari karakteristik topografi pesisir, Kabupaten Luwu Utara juga memiliki karang yang biasa disebut pasi. Spot-nya ada beberapa tempat, termasuk yang besar ada di Munte dan Poreang, yang merupakan habitat hidup udang karang atau barong seperti lobster batu,” tutur Kadis Perikanan, Muharwan, Selasa (17/12/2019), di Masamba.

Yang menarik, potensi lobster di Lutra juga ada. “Lobster ini dapat ditangkap menggunakan alat tangkap ramah lingkungan seperti trapnet atau lighting catch (pencahayaan),” jelasnya. Menangkap lobster tak boleh dengan destruktif fishing seperti bom, potasium, strom tegangan tinggi dan alat tangkap ilegal lainnya seperti mini trawl.

Ia menyebutkan, saat ini di perairan Munte, ada banyak jenis lobster air tawar yang berhasil ditangkap oleh para nelayan di sana, di antaranya adalah adalah lobster pasir, lobster batu, lobster bambu, lobster batik dan yang paling mahal lobster mutiara. “Beratnya rerata 500 gram dengan harga jual Rp 180.000 – Rp 200.000,” ungkap Muharwan.

Baca Juga : VIDEO: Warga di Lara Luwu Utara Protes Jalan Rusak, Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan

Ia mengingatkan bahwa ada regulasi melarang penangkapan benih lobster di bawah 200 gram. “Kita juga harus memperhatikan Peraturan Menteri KKP-RI Nomor 56 Tahun 2016 tentang Larangan Penangkapan Benih Lobster dengan berat di bawah 200 gram. “Regulasi ini ada untuk menjaga kelangsungan hidup lobster air laut,” pungkasnya. (rls)

Editor: Hendra Wijaya

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Sulsel29 Januari 2026 09:36
Komitmen Jamin Kesehatan Masyarakat, Gowa Raih UHC Award Kategori Pratama 2026
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa meraih Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Kategori Pratama pada Penerimaan Penghargaan UHC Award 2026 dira...
Nasional28 Januari 2026 19:16
BI Prediksi Perekonomian Indonesia Tahun Ini Tumbuh hingga 5,7 Persen
Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus menguat. Pada 2026 ini, ekonomi nasional diprakirakan tumbuh pada kisaran 4,9...
Ekonomi28 Januari 2026 18:43
Jumlah Investor Sulampua Terus Tumbuh, Total SID Capai 1.241.229
Sektor pasar modal di wilayah Sulampua terus menunjukkan perkembangan positif, khususnya dari sisi peningkatan partisipasi investor....
News28 Januari 2026 17:53
Cetak Prestasi Gemilang, Kalla Toyota Dinobatkan Jadi Role Model Company di KALLA Award 2025
KALLA kembali menggelar ajang penghargaan KALLA AWARD 2025, sebagai bentuk apresiasi tinggi bagi unit bisnis di bawah naungan KALLA....