Logo Sulselsatu

Dianggap Rugikan Negara Rp3,9 Triliun, Iqbal Suhaeb Bakal Dilaporkan ke KPK

Asrul
Asrul

Selasa, 31 Desember 2019 09:12

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pusat Kajian Antikorupsi Universitas Patria Artha (Pukat UPA) berencana melaporkan Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb ke KPK. Ini adalah buntut polemik reposisi 1.073 pejabat pemkot yang dilakukan Iqbal.

Reposisi pejabat dianggap merugikan negara Rp3,9 triliun. 1.073 pejabat dikembalikan ke posisi semula oleh Iqbal Suhaeb setelah SK pelantikan eks Wali Kota Moh Ramdhan Pomanto dianulir Kemendagri.

“Sesegera mungkin (dilaporkan ke KPK). Apalagi ini pimpinan baru. Ini tidak main-main, membatalkan jabatan tentu semua produk hukum yang disahkan pejabat itu dianggap tidak sah,” kata peneliti Pukat UPA, Bastian Lubis, Senin (30/12/2019).

Baca Juga : Kajati Baru Didesak Bongkar Dugaan Penyimpangan Proyek Irigasi P3A di Takalar

Bastian menjelaskan, akibat pengembalian pejabat yang telah dilantik eks wali kota Moh Ramdhan Pomanto, bisa merugikan keuangan negara Rp3,9 triliun.

Ini belum termasuk kerugian non materil akibat keputusan atau kebijakan yang dibuat pejabat yang SK-nya dicabut. Atas dasar itulah, pihaknya akan melaporkan Iqbal Suhaeb ke KPK.

“Misalnya tanda tangan ijazah yang dilakukan kepala sekolah SMP atau SD, itu semua tentu tidak sah. Harus dibuat ijazah baru sesuai pejabat yang sah. Semua anggaran yang dikelola OPD harus dibatalkan, termasuk produk hukum yang ditandatangani oleh camat selaku PPAT,” ujarnya.

Baca Juga : Pemprov Sulsel Terseret Laporan Dugaan Korupsi Anggaran 2026 ke KPK

Rektor Universitas Patria Artha Makassar ini menyebut, kata ‘membatalkan’ pada SK yang diteken Iqbal Suhaeb berdampak hukum. Di mana dalam UU Nomor 30 Tahun 2014, pasal 67 ayat 1 disebutkan ‘Dalam hal keputusan dibatalkan, badan dan atau pejabat pemerintahan menarik kembali semu dokumen, arsip, dan/atau barang yang menjadi akibat hukum dari keputusan atau menjadi dasar penetapan keputusan.’

Selain itu, menurut Bastian, segala tunjangan jabatan yang diterima oleh pejabat yang dianulir harus dikembalikan ke negara.

Dia juga menambahkan telah mengumpulkan data untuk memperkuat laporan yang akan diajukan nantinya.

Baca Juga : Bupati Takalar Pastikan Tak Terlibat Korupsi, Siap Bantu KPK Ungkap Fakta

“Menjalankan pemerintahan itu bukan lelucon, setiap keputusan harus dikaji betul dasar dan dampak hukumnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Pukat UPA, Andhika menambahkan, apa yang dilakukan Pemkot Makassar di bawah kendali Iqbal Suhaeb terkesan buru-buru.

“Kalau masalah rekomendasi itu bisa dilaksanakan atau tidak, seperti rekomendasi KASN untuk pemprov yang meminta pengembalian jabatan, itu tidak dilakukan,” katanya.

Baca Juga : KPK Ungkap Status Ridwan Kamil, Tersangka Atau Saksi?

Penulis: Jahir Majid
Editor: Hendra Wijaya

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

OPD28 September 2026 09:23
PDIP Dorong APBD Perubahan Makassar Lebih Berpihak pada Warga
SULSELSATU.com, MAKASSAR — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Makassar meminta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2026 diarahkan u...
Kriminal27 September 2026 23:00
Pemuda Tewas Diduga Tertembak Saat Perang Kelompok di Tallo, Polda Sulsel Selidiki
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Seorang pemuda bernama Rafli Ramadhani alias Pingky (19) tewas diduga tertembak saat perang kelompok di Kecamatan Tal...
Makassar27 September 2026 20:10
Bapenda Makassar Jadi Narasumber Makassar Bikers Day Fest 2026 ‎
SULSELSATU.com, ‎MAKASSAR – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar melalui Kepala Bidang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Muhammad ...
Nasional27 September 2026 17:40
PT Vale Bawa 37 Produk UMKM Binaan ke Kriyanusa 2026
PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) menghadirkan sedikitnya 37 jenis produk UMKM binaan dari Sorowako, Pomalaa, dan Bahodopi dalam Pameran Kriyanusa 2026 ...