Logo Sulselsatu

Stok Makanan di Wuhan China Menipis

Asrul
Asrul

Selasa, 28 Januari 2020 15:31

istimewa
istimewa

JAKARTAStok makanan di Wuhan, China, menipis. Warga dilaporkan berebut makanan di supermaket.

Kota Wuhan di China merupakan tempat di mana virus corona berasal. Dugaan virus corona tersebut diakibatkan karena hewan liar seperti kelelawar yang dijual sebagai makanan di pasar setempat.

Virus corona tersebut kemudian menyebar hingga menjangkiti manusia. Hingga kini sudah ada ratusan korban di Wuhan yang dilaporkan tewas akibat terjangkit virus mengerikan tersebut.

Baca Juga : VIDEO: Virus Corona Ada di Buku Paket IPA Tahun 2017, Katanya Tidak Berbahaya

Oleh karena itu, Pemerintah China memblokade kota Wuhan agar tidak semakin banyak korban. Alhasil masyarakat Wuhan hanya berdiam diri di dalam rumah untuk berlindung.

Kini, suasana kota Wuhan seperti ‘kota mati’, karena tak ada aktivitas sibuk seperti biasanya. Namun, masyarakat Wuhan ternyata tidak hanya berjuang untuk melindungi diri dari virus corona, tetapi juga untuk bertahan hidup.

Hanya dengan berdiam diri di dalam rumah selama berhari-hari, membuat stok makanan menjadi habis. Oleh karena itu para ibu rumah tangga nekat untuk pergi ke supermarket untuk membeli bahan makanan dan jadi stok di rumah.

Baca Juga : Cegah Virus Corona, Shalat Idul Fitri di Lutra Terapkan Protkes

Suasana berbelanja di supermarket menjadi semakin mengerikan, karena para pembeli di sana berebut stok makanan hingga terjadi kericuhan. Momen mengerikan tersebut juga terekam video dan menjadi viral di media sosial.

Dalam video tersebut juga memperlihatkan ibu-ibu yang terlibat adu mulut hingga adu jotos karena berebut bahan makanan di supermarket. Selain itu juga terlihat keadaan rak-rak supermarket yang sudah kosong.

Dilansir dari Detik dari Daily Mail (23/1) harga bahan makanan di supermarket setempat juga melonjak lebih dari 10 kali harga biasa. Hal itu memicu kekhawatiran masyarakat setempat. Apalagi Pemerintah sudah menutup akses masuk dan keluar kota Wuhan.

Baca Juga : Alhamdulillah, Pasien Sembuh Covid-19 di Lutim Jadi 1.379 Orang

Kekhawatiran itu tidak hanya dirasakan oleh masyarakat asli Wuhan saja, tetapi juga Warga Negara Indonesia (WNI) yang menetap di kota tersebut untuk menjalankan studinya. Para WNI tersebut juga sedang meminta Pemerintah Indonesia dan China untuk mengevakuasi mereka dari serangan virus corona.

Editor: Hendra Wijaya

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Metropolitan03 Februari 2026 19:40
Forum Perangkat Daerah Kominfo Makassar Bahas Digitalisasi dan Integrasi Layanan Publik
SULSELSATU.com MAKASSAR – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Makassar menggelar Forum Perangkat Daerah untuk membahas penguatan digital...
Makassar03 Februari 2026 19:38
Walikota Appi Serukan Percepatan Digitalisasi Bansos agar Tepat Sasaran ke Masyarakat
SULSELSATU.com JAKARTA – Pemerintah Kota Makassar, akan terus meningkatkan efisiensi proses penyaluran bantuan sosial, melalui pemanfaatan tekno...
News03 Februari 2026 17:09
Program Leadership Enhancement, SPJM Matangkan Kompetensi untuk Keunggulan Layanan dan Bisnis
PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) sebagai salah satu subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang Marine, Equipment, Port Services...
Sulsel03 Februari 2026 08:13
Rakornas 2026 di Bogor, Wali Kota Tasming Hamid Dukung Sinergi Pusat-Daerah Menuju Indonesia Emas 2045
SULSELSATU.com, BOGOR – Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menghadiri secara langsung Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan ...