Jemput Paksa Nurhadi, KPK Diingatkan Jangan Melanggar Hukum

JAKARTA – Pakar hukum Universitas Khairun Ternate Margarito Kamis mengingatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar tidak melanggar aturan hukum dalam KUHAP terkait panggilan pemeriksaan hingga penjemputan paksa terhadap tersangka mantan Sekretaris MA Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono.

Margarito mengatakan, penyidik KPK boleh saja memanggil mantan Sekretaris MA Nurhadi Abdurachman dan Rezky Herbiyono (menantu Nurhadi) untuk diperiksa sebagai tersangka maupun saksi. Tapi menurut Margarito, pemanggilan tersebut harus dilakukan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku yakni KUHAP.

Menurut KUHAP, kata Margarito, surat panggilan untuk seseorang harus di bawah tiga hari sebelum waktu pemeriksaan, dibawa oleh petugas ke kediaman orang yang dipanggil, penyidik bertemu dengan langsung dengan orang yang dipanggil, dan dibuatkan tanda terimanya. Aturan dalam KUHAP tersebut juga berlaku ketika KPK menyampaikan surat panggilan pemeriksaan atau akan memeriksa Nurhadi dan menantunya.

“Sesuai KUHAP memang begitu. Bagaimana anda tahu bahwa orang itu tidak memenuhi panggilan kalau anda sendiri tidak tahu bahwa surat itu sudah sampai pada yang bersangkutan atau yang dipanggil,” ujar Margarito saat dihubungi di Jakarta.

Iklan Honda

Dia membeberkan, pernyataan KPK sebelumnya bahwa Nurhadi dan menantunya mangkir dari jadwal pemeriksaan pada Senin (27/1) karena telah ada tanda terimanya juga tidak berdasar. Karena menurut Margarito, KPK tidak menyampaikan secara spesifik dan detil surat tersebut diterima oleh siapa dan dibawa ke alamat mana. Penyidik juga tidak mengetahui apakah benar-benar surat panggilan diterima Nurhadi atau tidak.

“Oleh karena itu pernyataan bahwa Nurhadi dan menantunya tidak memenuhi panggilan, itu tidak berdasar. Kenapa tidak berdasar? Oleh karena KPK atau penyidik sendiri tidak tahu bahwa surat ini sudah sampai atau belum,” katanya.

Margarito berpandangan, kalau KPK atau penyidik KPK mengutarakan bahwa surat panggilan diterima oleh orang yang berada di rumah Nurhadi maupun Rezky atau keluarga keduanya maka juga tidak bisa ditarik kesimpulan bahwa Nurhadi dan Rezky telah menerima surat itu. Seharusnya penyidik KPK mendatangi kembali kediaman Nurhadi dan Rezky guna memastikan surat tersebut telah benar-benar diterima keduanya.

“Kenapa KPK tidak ke rumahnya orang ini untuk menanyakan lagi surat ini sudah sampai atau belum? Balik aja lagi, pastikan surat panggilan diterima Nurhadi dan menantunya atau tidak. Dalam kerangka itu, penyidik harus bisa memastikan bahwa surat itu sudah sungguh-sungguh sampai ke yang bersangkutan,” ungkap Margarito.

Dia menegaskan, rencana KPK menyiapkan langkah hukum selanjutnya berupa penjemputan paksa terhadap Nurhadi dan Rezky juga tidak bisa dibenarkan. Alasannya, penyidik saja belum bisa memastikan surat panggilan sebelumnya telah diterima Nurhadi dan Rezky. Kalau penyidik tetap melakukan penjemputan paksa, maka akan memiliki risiko hukum di kemudian hari.

“Itu berisiko. Saran saya untuk teman-teman penyidik KPK, pastikan dulu surat itu sungguh-sungguh sudah sampai di Pak Nurhadi dan menantunya. Karena kalau tidak, akan menimbulkan masalah hukum juga di belakang hari. Oleh karena bisa di-challenges bahwa saya belum dapat suratnya, saya tidak tahu surat itu,” demikian Margarito.

Editor: Hendra Wijaya

...
Sulselsatu

Kabar Buruk, Arab Saudi Hentikan Kedatangan Jemaah Umrah Asal Indonesia

SULSELSATU.com - Kabar buruk datang dari pemerintah Arab Saudi. Jemaah umrah dari beberapa negara, termasuk Indonesia, untuk sementara waktu ditangguhkan. Selain umrah, ada juga...
Sulselsatu

Batal Ikut Tes CPNS, Peserta Asal Pacekke Barru Ini Menangis

SULSELSATU.com, BARRU - Peserta CPNS dihari kedua menyisahkan rasa tangis kepada salah satu peserta asal Desa Pacekke, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru. Dia harusnya mengikuti...
Sulselsatu

Jumras Temui Nurdin Abdullah Sambil Cium Tangan dan Teteskan Air Mata

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Eks Kabiro Pembangunan Sulsel, Jumras didampingi langsung tim penyidik dari Polrestabes Makassar menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Gubernur Sulsel, Nurdin...
Sulselsatu

Warga Batulappa Barru Geger, Janin Bayi Dibawa Anjing

SULSELSATU.com, BARRU - Warga Dusun Batulappa, Desa Tompo, Kecamatan Barru digegerkan dengan penemuan janin yang dibawa oleh seekor anjing, Senin (24/2/2020) siang hari tadi.  "Soal...
Sulselsatu

Mahasiswi Asal Timika Tenggelam di Air Terjun Tompobulu Maros

SULSELSATU.com, MAROS - Emi (19) Mahasiswi Univeristas Stikes Megarezky Makassar hilang usai bermain di air terjun pumbunga kecamatan tompobulu kabupaten maros Ahad (23/2/2020) Dari keterangan...
Sulselsatu

Berkinerja Buruk, Iqbal Suhaeb Dikabarkan Bakal Digantikan Prof Yusran

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Posisi Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb kini di ujung tanduk. Kinerja buruk yang ditunjukkan Iqbal selama memimpin Kota Makassar membuatnya...
Sulselsatu

Peserta CPNS Bidan di Barru Raih Nilai 437 Hari Kedua SKD

SULSELSATU.com, BARRU - Peserta CPNS formasi kebidanan bernama Andi Tri Maswati, meraih nilai tertinggi di hari kedua tes SKD di Kabupaten Barru. Tri berhasil meraih...
Sulselsatu

Hari Pertama Tes CPNS di Barru, Nilai Tertinggi 388

SULSELSATU.com, BARRU - Hari pertama pelaksanaan Tes Kompetensi Dasar (TKD) bagi peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Barru menghasilkan nilai tertinggi atas...
Sulselsatu

GALERI FOTO: UN di SLB Yapti

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) mengikuti Ujian Nasional (UN) di SLB Yapti Makassar, Rabu (11/4/2018). Para siswa terlihat serius mengikuti ujian mata...

Baca Juga

Sulselsatu

Cegah Corona, CEO RSIA Ananda Minta Warga Makassar Hindari Keramaian

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Penyebaran virus corona harus diputus. CEO RSIA Ananda, Fadly Ananda pun mengingatkan warga Makassar untuk patuh imbauan pemerintah, yakni melakukan sosial...
Sulselsatuvideo

VIDEO: Wali Kota Surabaya Perkenalkan Terobosan Bilik Disinfektan

SULSELSATU.com - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini memperkenalkan terobosan bernama bilik disinfektan untuk menekan penyebaran covid-19⁣ Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @maklambeturah, Sabtu (21/3/2020) Dalam...
Sulselsatu

Update Corona Hari Ini: 579 Kasus, Meninggal 49 Orang

JAKARTA - Kasus positif Corona Virus Disease (Covid-19) di Tanah Air terus bertambah. Hingga Senin, 23 Maret, jumlah pasien positif mencapai 579, meninggal dunia...
Sulselsatu

Selain Menunda, PSSI Bisa Jadi Hentikan Liga 1 2020

SULSELSATU.com, JAKARTA - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menunda kembali kompetisi Liga 1 dan Liga 2 hingga 29 Mei 2020 karena pandemi virus...

TERKINI

Sulselsatu

RS Unhas Dapat Bantuan Ventilator Untuk Tangani Pasien Covid-19

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Universitas Hasanuddin memberikan bantuan alat ventilator yang sangat...
Sulselsatu

Masika ICMI Makassar Minta Kas Masjid Digunakan Berantas Corona

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Di tengah musibah Covid-19 atau virus corona, Majelis...
Sulselsatu

Begini Cara Prima Karya Manunggal Cegah Corona

SULSELSATU.com, PANGKEP – Mencegah penyebaran Virus Covid-19 PT Prima Karya Manunggal...
Sulselsatu

Pemkab Gowa Siapkan Dana Tak Terduga Rp500 Juta Tangani Corona

SULSELSATU.com, GOWA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa telah menetapkan status Gowa...
Sulselsatu

Soal Pembatalan UN, Kadisdik Sinjai: Kita Ikuti Kebijakan Pemerintah

SULSELSATU.com, SINJAI - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Sinjai, Andi Jefriyanto...
Sulselsatu

Ni’matullah Geram, Minta Humas Pemprov Dipecat

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Wakil Ketua DPRD Sulsel Ni'matullah geram melihat kinerja...
Sulselsatuvideo

VIDEO: None Kunjungi Sekolah yang Tergenang Banjir di Jeneponto

SULSELSATU.com, JENEPONTO – Kadis Pendidikan Sulsel Irman Yasin Limpo meninjau langsung kondisi sekolah di Jeneponto, Rabu (23/1/2019). Sehari sebelumnya, banjir di Jeneponto juga melanda...