Logo Sulselsatu

Rusia Tegaskan Tak Boleh Ada Negara yang Campuri Indonesia dalam Pembelian Alat Pertahanan

Asrul
Asrul

Selasa, 28 Juli 2020 12:50

Atraksi Sukhoi pada pembukaan Makassar International Eight Festival (F8) di Anjungan Pantai losari, Makassar, Rabu (10/10/2018). (Sulselsatu/Moh Niaz Sharief)
Atraksi Sukhoi pada pembukaan Makassar International Eight Festival (F8) di Anjungan Pantai losari, Makassar, Rabu (10/10/2018). (Sulselsatu/Moh Niaz Sharief)

SULSELSATU.com – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan (Kemenhan) bakal membeli sejumlah alat pertahanan dari Rusia. Meski begitu, Amerika Serikat bereaksi atas hal tersebut.

Menanggapi hal itu, Duta Besar Rusia, Mohamad Wahid Supriyadi memastikan Indonesia masih berkomitmen terkait kesepakatan kontrak pembelian 11 unit pesawat tempur Sukhoi Su-35 dari Rusia. Nilai kontrak yang sudah diteken Kementerian Pertahanan pada 2018 ini mencapai Rp 1,14 miliar.

“Status kesepakatan masih berlangsung,” kata Mohamad Wahid Supriyadi,dikutip dari CNBC Indonesia, Selasa (28/7/2020).

Baca Juga : Cerita Kamrussamad “Opsus” Bareng Prabowo Subianto di Sulsel

Supriyadi mengatakan, bahwa sebagai negara merdeka, Indonesia memiliki hak untuk membeli peralatan pertahanan dari siapa pun di tengah kecaman dari Amerika Serikat.

Sponsored by MGID

“Kami memahami ada kekhawatiran dari negara tertentu, tetapi kami adalah negara merdeka. Kami memiliki peralatan militer yang dibeli dari banyak negara. Kami bisa mendapatkannya dari AS, dari Eropa, tetapi juga dari Rusia. Terserah kepada kami untuk memutuskan,” ujarnya lagi.

Menurut kesepakatan, dari perjanjian senilai lebih dari Rp 14 triliun tersebut, Rusia akan mengirimkan 11 pesawat Su-35 ke Indonesia.

Baca Juga : Pesan Jokowi Saat KLB Gerindra: Prioritaskan Kesehatan dan Keselamatan Rakyat

Tidak hanya itu, Kementerian Pertahanan Indonesia saat ini sedang mempertimbangkan kemungkinan pembelian tambahan helikopter militer Mi-17 buatan Rusia.

Sinyal kedekatan dengan Kremlin sudah tercium saat Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengunjungi Moskwa untuk Parade Kemenangan yang diadakan pada 24 Juni, untuk memperingati kemenangan Nazi Jerman dalam Perang Dunia II.

Selama kunjungannya, Subianto mengadakan pembicaraan dengan Wakil Menteri Pertahanan Rusia Kolonel Alexander Fomin, dengan kedua pihak membahas potensi pasukan Indonesia untuk menerima pelatihan di Rusia.

Baca Juga : KLB Gerindra Putuskan Prabowo Jadi Ketum Lagi

Editor: Asrul

Sponsored by ADVERTNATIVE

 Komentar

 Terbaru

OPD19 Januari 2022 23:01
Bertemu Mendikbudristek, Al Hidayat Minta Kuota Guru PPPK Ditambah
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar Al Hidayat Syamsu bertemu dengan Mendikbudristek Nadiem Makarim di Jakarta, Rabu (19/1/202...
Video19 Januari 2022 22:43
VIDEO: Momen Risma Hendak Bersimpuh ke DPR RI untuk Sampaikan Permohonan Maaf
SULSELSATU.com – Menteri Sosial, Tri Rismaharini menyampaikan permohonan maaf ke Komisi VIII DPR RI. Permohonan maaf itu dilakukan atas sikap ja...
Nasional19 Januari 2022 22:18
Jawab Tren Kebutuhan Masyarakat, Tahun 2022 Gojek Fokus pada Dua Hal Pengembangan
SULSELSATU.com, JAKARTA – Mewujudkan komitme terus menjadi andalan mobilitas masyarakat di tengah pandemi, Gojek melakukam berbagai inovasinya d...
Sponsored by MGID
Video19 Januari 2022 21:51
VIDEO: Detik-detik Sang Anak Pergoki Oknum Polisi Selingkuh sama Wanita Lain
SULSELSATU.com – Sebuah video memperlihatkan detik-detik oknum polisi dipergoki oleh anak kandungnya saat tengah berduaan dengan seorang wanita ...