Logo Sulselsatu

Tersangka Kasus OTT Disdik Sidrap Sebut 48 Orang Penerima Fee Proyek

Asrul
Asrul

Minggu, 09 Agustus 2020 20:30

Keluarga tersangka Ahmad. (ist)
Keluarga tersangka Ahmad. (ist)

SULSELSATU.com, SIDRAP – Hajar, adik ipar dari Ahmad yang merupakan tersangka kasus dugaan korupsi Dinas Pendidikan Sidrap mengaku, bahwa ada 48 orang yang menerima hasil fee dari proyek DAK Disdik.

Ke-48 orang tersebut termasuk pejabat, tokoh dan keluarga pejabat di Kabupaten Sidrap.

“Di catatan Ahmad disertai beberapa bukti, tidak kurang 48 orang yang menerima dana fee proyek DAK Disdik Sidrap dari Ahmad langsung atas perintah atasannya Syahrul Syam Kadisdik Sidrap,” kata Hajar kepada sejumlah LSM dan aktivis yang mendatangi kediamannya di Sidrap.

Baca Juga : Putra Dollah Mando ke Rutan Polda Minta Barang Bukti ke Tersangka

Kwitansi aliran dana kasus dugaan korupsi DAK Fisik Pendidikan di Dinas Pendidikan Kabupaten Sidrap. (ist)

Hajar menuturkan, ia didatangi 11 aktivis mahasiswa dan LSM. Mereka meminta agar ia menceritakan asal-usul kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Disdik Sidrap yang menyeret Ahmad, kakak iparnya.

Baca juga: Kasus OTT Disdik Sidrap, Tersangka Curiga Bakal Jadi Tumbal” (Edit)">Kasus OTT Disdik Sidrap, Tersangka Curiga Bakal Jadi Tumbal

Baca Juga : Kasus OTT Disdik Sidrap, Tersangka Siap Beberkan Peran Dollah Mando

Menurut Hajar, para aktivis itu merasa yakin, kalau di Sidrap ini kehidupan demokrasinya sehat, dan DPRD atau anggota DPRD Sidrap aspiratif, peka pada masalah rakyat, maka kasus OTT Disdik ini, bisa dipastikan akan membuahkan Hak Angket di DPRD Sidrap.

Sebelumnya, Hajar yang sehari-harinya mendampingi Ahmad menceritakan, bahwa kakak iparnya tersebut mengakui telah membagi-bagikan fee proyek atas perintah Kadisdik Syahrul Syam. Jumlahnya bervariasi, mulai Rp10 juta hingga Rp300 juta. “Ada yang sekali menerima dan ada yang sampai lima kali menerima dana fee dari Ahmad,” katanya.

Kepada para aktivis, Hajar bahkan menunjukkan bukti soft copy kwitansi pembayaran tagihan Bupati Dollah Mando kepada sahabatnya H. Madi. Soft copy tersebut tersimpan di smarphone-nya.

Baca Juga : Tersangka OTT di Parepare Ikuti Diklatpim III

“Kwitansi itu bukti bahwa Ahmad telah mentransfer uang ke nomor rekening H. Madi di BRI di nomor rekening 5065-01-009-670-53. Diteken oleh keluarga H. Madi di Toko Alif,” ungkap Hajar.

Dana yang ditransfer itu adalah dana dari Syahrul Syam yang diminta oleh atasannya itu, dicatatkan akan diambil atau ditutupi dari dana fee proyek pengadaan baja ringan di tahun 2019. “Feenya diambil duluan, kira-kira seperti itulah,” ungkapnya.

Hajar menyebut nama pejabat siapa lagi selain bupati. Adalah, Kepala BKD Sidrap aktif.

Ahmad bilang, dana yang asalnya dari fee proyek DAK Disdik Ahmad bayarkan tanah Kepala BKD yang ada di sekitar tanah komplek perumahan Doni, atas perintah Pak Syahrul. Kepala BKD itu punya tanah di sekitar tanah Doni putra Bupati Sirap.”

“Fakta-fakta dan bukti penguat fakta kasus ini dari pihak Ahmad, semuanya sudah diserahkan ke tim pengacara Ahmad,” pungkas Hajar.

Editor: Hendra Wijaya

 

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News02 Mei 2026 08:39
Layanan Pelindo Membaik, Kepuasan Pengguna Tembus 90 Persen
Tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap layanan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) menembus angka di atas 90 persen....
Berita Utama01 Mei 2026 23:23
Tak Sengaja Bertemu di Warkop Jeneponto, Rudianto Lallo Beri Support ke Vonny Ameliani
SULSELSATU.com, JENEPONTO – Ketua KNPI Sulawesi Selatan terpilih, Vonny Ameliani bertemu dengan Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi NasDem, , di K...
Metropolitan01 Mei 2026 20:53
Serikat Buruh Demo di Makassar, Desak Pemerintah Sahkan UU Ketenagakerjaan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ratusan massa yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Nusantara (KSN) menggelar aksi turun ke jalan dalam rangka mem...
Hukum01 Mei 2026 20:50
Geng Motor Diduga Bawa Airsoft Gun Serang Warung Warga di Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Sekelompok geng motor menyerang sebuah warung milik warga di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), diduga menggun...