SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel terpilih Taufan Pawe kini berseteru dengan tiga loyalis mantan Plt Ketua Golkar Sulsel Nurdin Halid yang dipercayakam menjadi tim formatur.
Ketiganya adalah, Abdillah Natsir mantan Sekretaris DPD I Golkar Sulsel, Imran Tenri Tatta Ketua AMPG dan Farouk M Betta Ketua DPD II Golkar Makassar.
Farouk M Betta mengatakan jika tindakan yang dilakukan Taufan dengan mengirim SK kepengurusan baru ke DPP tanpa diputuskan bersama oleh tim formatur adalah cacat prosedural.
Baca Juga : Taufan Pawe Optimistis IKN Siap Jadi Ibu Kota Politik pada 2028
“Jadi garis besarnya yang dilaporkan ke DPP itu mestinya hasil Musda dan SK kepengurusan itu hanya lampiran. Ditambah lagi kita belum pernah rapat tim formatur, kok tiba-tiba ada SK pengurus baru dikirim ke pusat,” kata Aru.
Menanggapi hal itu, Walikota Parepare itu dengan tegas mengaku usulan susunan struktur kepengurusan sejak 21 Agustus 2020 sudah berada di meja Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto.
“Usulan strukturnya sudah ada di DPP,” kata Taufan kepada awak media.
Baca Juga : Taufan Pawe Serukan Gotong Royong Hadapi Bencana Sumatera-Aceh di Acara HUT Golkar
Taufan menyadari munculnya susunan kepengurusan yang dibuat oleh tiga formaturnya buntut kekecewaan. Sebab, mereka menolak beberapa nama, salah satunya menolak anggota Fraksi DPRD Sulsel masuk dalam susunan kepengurusan DPD I Golkar Sulsel.
“Ini adalah luapan kekecewan ketiga formatur itu. Saya ingin bagaimana terwujud struktur kepengurusan ideal,” katanya.
“Sesuai saran DPP agar anggota fraksi difungsikan, atau dioptimalisasikan. Tentu saya masukkan dalam kepengurusan,” sambung walikota bergelar doktor hukum tersebut.
Baca Juga : Menuju 2026, Taufan Pawe Dorong Optimalisasi Kinerja Kementerian dan Penyelenggara Pemilu
Taufan membantah tak melakukan rapat formatur. Dia mengaku lima formatur sudah melakukan rapat bersama di Jakarta. Namun, tiga formatur tersebut tetap menolak hasil rapat tersebut.
“Sudah rapat bersama, dan saya menyodorkan nama struktur, namun mereka menolak beberapa nama, termasuk nama anggota fraksi yang masuk dalam struktur, serta beberapa nama untuk mengisi jabatan yang mereka tawarkan,” jelasnya.
Editor: Asrul
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar