Logo Sulselsatu

Digoyang Loyalis NH, Taufan Pawe: Itu Luapan Kekecewaan Mereka Bertiga

Asrul
Asrul

Rabu, 26 Agustus 2020 11:10

Wali Kota Parepare Taufan Pawe. (Sulselsatu/Fardi)
Wali Kota Parepare Taufan Pawe. (Sulselsatu/Fardi)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel terpilih Taufan Pawe kini berseteru dengan tiga loyalis mantan Plt Ketua Golkar Sulsel Nurdin Halid yang dipercayakam menjadi tim formatur.

Ketiganya adalah, Abdillah Natsir mantan Sekretaris DPD I Golkar Sulsel, Imran Tenri Tatta Ketua AMPG dan Farouk M Betta Ketua DPD II Golkar Makassar.

Farouk M Betta mengatakan jika tindakan yang dilakukan Taufan dengan mengirim SK kepengurusan baru ke DPP tanpa diputuskan bersama oleh tim formatur adalah cacat prosedural.

Baca Juga : Kasus Korupsi Dinkes Parepare, Polda Periksa Anggota DPR RI Taufan Pawe

“Jadi garis besarnya yang dilaporkan ke DPP itu mestinya hasil Musda dan SK kepengurusan itu hanya lampiran. Ditambah lagi kita belum pernah rapat tim formatur, kok tiba-tiba ada SK pengurus baru dikirim ke pusat,” kata Aru.

Menanggapi hal itu, Walikota Parepare itu dengan tegas mengaku usulan susunan struktur kepengurusan sejak 21 Agustus 2020 sudah berada di meja Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto.

“Usulan strukturnya sudah ada di DPP,” kata Taufan kepada awak media.

Baca Juga : Hadiri RDP di DPRD Makassar, Taufan Pawe Minta RSIA Paramount Ditutup Permanen Usai Cucunya Meninggal

Taufan menyadari munculnya susunan kepengurusan yang dibuat oleh tiga formaturnya buntut kekecewaan. Sebab, mereka menolak beberapa nama, salah satunya menolak anggota Fraksi DPRD Sulsel masuk dalam susunan kepengurusan DPD I Golkar Sulsel.

“Ini adalah luapan kekecewan ketiga formatur itu. Saya ingin bagaimana terwujud struktur kepengurusan ideal,” katanya.

“Sesuai saran DPP agar anggota fraksi difungsikan, atau dioptimalisasikan. Tentu saya masukkan dalam kepengurusan,” sambung walikota bergelar doktor hukum tersebut.

Baca Juga : Kuasa Hukum Minta Polda Sulsel Turun Tangan Usut Kasus Bayi Meninggal di RS Paramount

Taufan membantah tak melakukan rapat formatur. Dia mengaku lima formatur sudah melakukan rapat bersama di Jakarta. Namun, tiga formatur tersebut tetap menolak hasil rapat tersebut.

“Sudah rapat bersama, dan saya menyodorkan nama struktur, namun mereka menolak beberapa nama, termasuk nama anggota fraksi yang masuk dalam struktur, serta beberapa nama untuk mengisi jabatan yang mereka tawarkan,” jelasnya.

Editor: Asrul

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Nasional05 November 2026 06:58
Ditjen Minerba Apresiasi Kontribusi PNBP Vale Indonesia
PT Vale Indonesia Tbk menerima apresiasi dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ES...
Ekonomi04 November 2026 20:56
OJK dan Bank Sulselbar Kolaborasi Perluas Akses Keuangan Syariah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Sulselbar memperkuat kolaborasi dengan ulama, akademisi, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan untuk...
News04 November 2026 20:49
PLN Matangkan Sewa Lahan PLTMG Baubau 2
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi mematangkan draf perjanjian sewa lahan milik Pemerintah Kota Baubau untuk mendukung pembangunan...
Nasional04 November 2026 20:45
STFT Jakarta Soroti Enam Krisis Bangsa
Sivitas Akademika Sekolah Tinggi Filsafat Theologi (STFT) Jakarta menyampaikan kritik terhadap sejumlah persoalan sosial, ekonomi, lingkungan, dan dem...