Waspada!! Penikmat Situs Porno Bakal Dilacak Polisi

Media Sosial, Pedofilia, Kaum Pedofilia, Pelaku Pedofilia, KPAI, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Asrorun Ni'am Sholeh, Bahaya Pedofilia, Video Porno
Ilustrasi. (INT)
images-ads-post

SULSELSATU.com – Kabar buruk bagi penikmat situs porno di Malaysia, pihak kepolisian di negara tersebut bakal melacak dan menangkap bagi mereka yang hobi menonton film porno di internet.

Polisi Diraja Malaysia bakal menggunakan sebuah teknologi canggih, yang mampu melacak para penggunanya.

Melansir News Straits Times, Minggu (30/8/2020), Asisten Komisaris Kepolisian Malaysia, Ong Chin Lan, mengatakan teknologi tersebut akan mencari dan menentukan pengguna internet yang menonton film porno.

Menurutnya, teknologi tersebut akan bekerja untuk mendeteksi mereka yang berselancar di situs-situs pornografi.

“Kami menggunakan perangkat lunak yang khusus dikembangkan untuk memungkinkan kami mengidentifikasi, menemukan, dan melacak kunjungan ke situs-situs porno, terutama yang melibatkan pornografi anak,” ujar Ong.

Data lewat teknologi itu, kata Ong, kemudian akan diolah Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC).

Dari hasil olahan data MCMC, Kepolisian Malaysia selanjutnya bisa memperoleh rincian pengguna internet yang sering mengakses situs pornografi.

Setelah itu, kata Ong, pengguna tersebut akan dipanggil untuk diinterogasi oleh pihak kepolisian.

“Kami kemudian akan memanggil mereka untuk diinterogasi atau kami bahkan dapat menahan mereka saat di rumah atau di mana pun,” ujarnya.

Adapun teknologi tersebut, kata Ong, dikembangkan di Amerika Serikat (AS).

“Data-data seperti alamat IP, lokasi, nama situs porno akan terbuka berkat teknologi tersebut,” jelasnya.

Menurut data dari laporan polisi Belanda, lanjut Ong, teridentifikasi hampir 20 ribu alamat IP di Malaysia aktif mengunggah dan mengunduh gambar dan rekaman eksplisit anak di bawah umur.

Berdasarkan laporan itu juga terungkap bahwa Malaysia memiliki jumlah orang yang paling banyak mengunduh film pornografi anak.

Editor: Asrul