Logo Sulselsatu

Akademisi Nilai Wacana Pilkada Lewat DPRD Berisiko Gerus Legitimasi

Muh Jahir Majid
Muh Jahir Majid

Selasa, 10 Februari 2026 16:28

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wacana perubahan sistem pemilihan kepala daerah dari pemilihan langsung oleh rakyat menjadi pemilihan melalui DPRD kembali menuai kritik. Sejumlah akademisi menilai gagasan tersebut berpotensi menggerus kualitas demokrasi lokal meski dibungkus dengan alasan efisiensi anggaran.

Pandangan itu mengemuka dalam Diskusi Publik bertajuk Menakar Wacana Perubahan Sistem Pilkada yang digelar Selasa (10/2) di Kopitiam, Jalan Hertasning, Makassar. Para narasumber sepakat bahwa persoalan Pilkada tidak dapat disederhanakan semata sebagai soal mahalnya biaya politik.

Pakar Kebijakan Publik Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof. Dr. Risma Niswaty, menyebut Pilkada langsung sebagai sebuah paradoks. Di satu sisi, sistem ini memberi legitimasi kuat karena kepala daerah dipilih langsung oleh rakyat. Namun di sisi lain, praktiknya melahirkan biaya politik tinggi yang rawan transaksional.

“Pilkada langsung itu kuat dari sisi legitimasi, tapi lemah dari sisi efektivitas dan biaya. Cost politiknya besar dan sering diikuti dorongan balik modal yang memicu patologi demokrasi,” kata Risma.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa memindahkan Pilkada ke DPRD tidak otomatis menghilangkan praktik transaksional. Menurutnya, ruang politik hanya bergeser, bukan bersih dari kepentingan.

“Ongkos politik di DPRD juga tidak murah. Polanya bisa sama, bahkan lebih tertutup karena jauh dari pengawasan publik,” ujarnya.

Risma juga menyoroti risiko hilangnya posisi rakyat sebagai pemegang kedaulatan utama. Dalam kerangka teori principal-agent, DPRD berpotensi menjadi perantara kekuasaan yang melemahkan kontrol publik.

“Akuntabilitas yang sebelumnya vertikal ke rakyat bisa berubah menjadi horizontal antarelite. Ini berbahaya bagi demokrasi,” kata dia.

Pandangan serupa disampaikan Sosiolog UNM, Dr. Hasruddin Nur. Ia menilai pengembalian Pilkada ke DPRD sebagai langkah mundur bagi demokrasi yang telah dibangun hampir dua dekade terakhir.

“Selama ini masyarakat terlibat langsung dalam Pilkada. Jika dikembalikan ke DPRD, publik hanya menjadi penonton. Ini berisiko memicu ketidakpercayaan dan konflik representasi,” ujarnya.

Hasruddin juga menyinggung dampak sosial ekonomi Pilkada langsung yang selama ini dirasakan masyarakat, mulai dari perputaran ekonomi hingga ruang ekspresi politik warga.

Dari sudut pandang komunikasi politik, Guru Besar UIN Makassar Prof. Dr. H. Firdaus Muhammad menilai kecenderungan elite politik nasional memang mengarah pada Pilkada melalui DPRD. Namun, ia mengingatkan agar efisiensi anggaran tidak dibayar dengan kemunduran demokrasi.

“Kita pernah mengalami Pilkada lewat DPRD di masa lalu. Tapi konteks politik sekarang jauh lebih kompleks. Kepala daerah berisiko menjadi boneka partai dan kehilangan wibawa,” kata Firdaus.

Ia menegaskan bahwa kedaulatan rakyat tidak cukup dimaknai secara prosedural melalui perwakilan. “Demokrasi akan melemah ketika rakyat tidak lagi merasa memiliki pemimpinnya,” ujarnya.

Para narasumber sepakat bahwa jika Pilkada langsung dinilai bermasalah, solusi yang lebih relevan adalah memperbaiki sistemnya, bukan menarik mundur hak politik rakyat. Pembatasan biaya politik, pengetatan pendanaan, serta penguatan pengawasan dianggap lebih tepat dibanding mengubah mekanisme pemilihan.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi19 September 2026 20:06
OJK Siapkan Aturan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Mulai 2027
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan dua Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) yang menjadi dasar pengaturan dan pengawasan Bursa Mineral dan Ko...
Makassar19 September 2026 16:59
Haka Auto Ajak Komunitas Makassar Uji Efisiensi BYD M6 DM dan Teknologi V2L
PT Bumi Hijau Motor (Haka Auto) mengajak komunitas otomotif di Makassar merasakan langsung teknologi kendaraan elektrifikasi BYD melalui rangkaian keg...
Olahraga19 September 2026 16:35
Honda DBL 2026 Resmi Bergulir, Asmo Sulsel Siapkan Games dan Promo
Kompetisi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 South Sulawesi resmi bergulir setelah Opening Party digelar di GOR UMI Makassar, Jumat (18/9/2026)....
News19 September 2026 13:49
Pelindo Dorong Transformasi Green Port, Luncurkan OPS di Tanjung Priok
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo meluncurkan layanan Onshore Power Supply (OPS) di Dermaga Serbaguna Nusantara, Terminal PNP Dermaga 004,...