SULSELSATU.com, MAKASSAR – Tiga pimpinan DPRD Sulsel melakukan kunjungan ke Polda Sulawesi Selatan, yaknj Ketua Andi Ina Kartika Sari, Ni’matullah, dan Muzayyin Arief masing-masing sebagai wakil ketua.
Turut hadir mendampingi yakni anggota Dewan Sulawesi Selatan, Suardi Haseng dari Fraksi Golkar dan Sekretaris Dewan Sulawesi Selatan, Muh Jabir.
Mereka diterima langsung oleh Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Sulawesi Selatan, Irjen Merdisyam dan sejumlah perwira menengah Polda Sulawesi Selatan
Baca Juga : Pengawasan di Mangasa, Andre Prasetyo Tanta Terima Keluhan Kabel Provider dan Pendataan Bansos
Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Ni’matullah menjelaskan, pertemuan ini merupakan pertemuan balasan dari Kapolda Sulawesi Selatan yang dilakukan pada Oktober lalu.
Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak membahas tiga hal. Pertama tentang debat publik kedua yang digelar di Jakarta dan kedua tentang sinergitas DPRD dan kepolisian dalam melakukan pengamanan sepanjang aksi unjuk rasa RUU Omnibus Law beberapa waktu lalu, dan ketiga penanganan Covid-19.
“Terkait debat publik Pilwalkot Makassar kedua yang digelar di Jakarta. Kami pimpinan dewan setuju hal itu dilakukan,” kata Ni’matullah.
Baca Juga : Pengawasan DPRD Sulsel di Mariso, Andre Prasetyo Tanta Tampung Keluhan Bansos dan Sanitasi
Alasannya kata dia, pengamanannya lebih mudah dikendalikan dibanding digelar di Makassar. Walau pada gelar debat publik perdana pada 7 November lalu terjadi insiden penikaman salah satu tim pendukung nomor urut 2 Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando.
“Dikhawatirkan, kalau tetap digelar di Makassar, eskalasi soft power makin meningkat,” tutur Ketua Demokrat Sulawesi Selatan ini.
DPRD pun lanjut Ni’matullah menambahkan, mengapresiasi tugas-tugas dari pihak keamanan sepanjang aksi unjuk rasa menolak RUU Cipta Kerja itu. Karena langkah kepolisian maupun TNI menerapkan pol humanis dalam melakukan pengamanan.
Baca Juga : Kunjungi Pelabuhan Bira, Komisi D DPRD Sulsel Dorong Perbaikan Infrastruktur
“Kami apresiasi tugas-tugas mereka dalam melakukan pengamanan. Memang perlu dilakukan langkah-langkah persuasif dan humanis,” ucapnya.
Adapun Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Merdisyam mengatakan, untuk debat publik kedua yang digelar di Jakarta, pihaknya bersama KPU telah melakukan koordinasi. Hasilnya tetap dilaksanakan di Jakarta.
Hal lain lanjut Merdisyam tentang penanganan Covid-19. Sulawesi Selatan mendapat apresiasi dari Presiden Jokowi.
Baca Juga : Andi Tenri Indah Dorong Modernisasi Pertanian Gowa dengan Bantuan Alsintan
“Saya senang karena Forkopimda bekerja dengan baik. Sehingga mendapat apresiasi dari presiden dalam pengendalian Covid-19. Dibanding daerah lainnya,” jelasnya.
Editor: Asrul
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar