Logo Sulselsatu

Perpanjangan Jam Malam di Makassar Tidak Efektif, Ekonomi Semakin Merangkak

Asrul
Asrul

Rabu, 24 Februari 2021 17:14

DPRD Makassar. (Sulselsatu/Asrul)
DPRD Makassar. (Sulselsatu/Asrul)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota Komisi B DPRD Kota Makassar, Nurul Hidayat menyoroti Keputusan Pemerintah Kota Makassar kembali memberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat(PPKM) atau jam malam hingga 9 Maret.

Ia menilai, keputusan Pj Walikota Makassar Rudy Djamaluddin memperpanjang PPKM dinilai hanya mematikan usaha warga, utamanya yang beroperasi di malam hari. Sementara, data penurunan angka kasus Covid tidak jelas

Menurutnya, tidak sedikit pengusaha yang memaksa menghentikan usaha di atas pukul 22.00. Seperti toko, mal, kafe, warkop, rumah makan dan THM.

Baca Juga : Erick Horas Apresiasi Pelaksanaan Pilket RT/RW yang Dinilai Demokratis

“Kita tahu tidak sedikit pelaku usaha di Makassar yang baru bisa jalan bisnisnya dan mendapatkan banyak pemasukan ketika di malam hari, sejauh ini saja sudah banyak pelaku usaha yang mengeluh,” terangnya.

Tidak hanya itu, dis menilai kondisi penularan Covid-19 di Sulsel yang juga menunjukkan penurunan, menurutnya kegiatan ekonomi harusnya sudah harus sedikit dilonggarkan.

“Sebab selain masalah kesehatan, masalah ekonomi juga tidak boleh diabaikan,”paparnya.

Baca Juga : Sosper Perda Pajak Makassar, Andi Tenri Uji Minta Warga Lebih Disiplin Bayar Pajak

Lanjutnya, sejauh ini penerapan PPKM juga terbilang tidak efektif, banyak pelaku usaha disisi lain tidak mengabaikan aturan tersebut di tengah banyak UMKM yang harus gulung tikar karena harus menutup usaha.

Sementara Pemkot tidak berbuat apa-apa terkait masalah itu.

“Ini semacam aturan yang sekedar dilempar untuk dipatuhi masyarakat, namun tidak memperhatikan dampak panjangnya kepada mereka yang harus berjuang untuk mengisi perut agar tidak kosong,” tutupnya.

Baca Juga : Muchlis Misbah Sosialisasikan Perda Pembinaan Anjal Gepeng di Makassar

Sebelumnya, Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin mengklaim pembatasan yang dilakukan berhasil menurunkan penyebaran virus Covid 19.

“Ini kan sudah mulai kelihatan ada pengendalian, sudah mulai kelihatan menurun, baik korban meninggal maupun yang terpapar,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

“Maka diakhir nanti kita kaji kembali efektivitas, kalau ini secara nyata memberikan sumbangan perbaikan, nah kita coba pertahankan dulu,” pungkas Rudy.

Baca Juga : Andi Tenri Indah Dorong Evaluasi Menyeluruh Program ASS demi Cegah Pemborosan Anggaran

Penulis: Resti Setiawati
Editor: Asrul

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar29 Januari 2026 17:43
Soal PSEL Makassar, Munafri: Aspirasi Warga Jadi Pertimbangan Utama
SULSELSATU.com MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar menegaskan bahwa rencana Proyek Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) tidak akan d...
Politik29 Januari 2026 16:33
Disaksikan Istri dan Anak, Kaesang Perkenalkan RMS Sebagai Kader PSI di Forum Rakernas Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR — Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep secara resmi memperkenalkan mantan Ketua DPW Partai NasDem...
Makassar29 Januari 2026 13:46
Wali Kota Makassar Minta RKPD 2027 Fokus pada Dampak dan Keberlanjutan
SULSELSATU.com MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar mulai mematangkan arah pembangunan tahun 2027 melalui Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal ...
Sulsel29 Januari 2026 09:36
Komitmen Jamin Kesehatan Masyarakat, Gowa Raih UHC Award Kategori Pratama 2026
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa meraih Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Kategori Pratama pada Penerimaan Penghargaan UHC Award 2026 dira...