Logo Sulselsatu

Pengamat Sebut Pembangunan Twin Tower Menyalahi Regulasi

Asrul
Asrul

Rabu, 10 Maret 2021 14:22

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pengamat Pemerintahan Universitas Patria Artha (UPA) Zainuddin Djaka menilai pembangunan Twin Tower yang diinisiasi Gubernur Sulsel non aktif Nurdin Abdullah menyalahi regulasi yang ada.

Adapun regulasi yang dilanggar kata dia yakni pembangunan ini berada di atas lahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Kelanjutan proyek pembangunan Twin Tower yang diinisiasi Gubernur Sulsel non aktif Nurdin Abdullah terancam mangkrak.

Hal ini termuat dalam UU no 28 Tahun 2002 tentang bangunan, peraturan daerah Pemkot Makassar no 4 Tahun 2015 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Tahun 2015-2034. Kemudian peraturan Walikota Makassar no 60 Tahun 2015 tanggal 6 Oktober 2015 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan Terpadu satu pintu pada Pemkot Makassar.

Baca Juga : Nasib Twin Tower Belum Jelas, Pemkot Makassar dan Pemprov Sulsel Berebut Lahan di CPI

“Yang perlu dilihat kembali adalah tata ruang dan jelas itu memang sudah diperuntukkan untuk RTH (ruang terbuka hijau). Karena fungsi RTH itu adalah sebagai sumber-sumber perlindungan, sehingga itu tidak memungkinkan dilakukan pemindahan,” ucapnya. Rabu (10/3/2021).

Lebih lanjut, ia menuturkan pembangunan mega proyek ini terkesan dipaksakan. Apalagi lokasi yang jadi tempat pembangunan Twin Tower 36 lantai itu belum disetujui oleh pihak DPRD Kota Makassar.

“Pembangunan twin tower. Sebenarnya itu tidak, tidak bisa karena memang peruntukannya untuk RTH. Nah, kemudian yang kedua, bahwa pengambilan RTH itu kalau misalnya ingin di-ruislag itu kan harus minta persetujuan dewan, nah. Dewan. DPRD Kota Makassar,” ujarnya.

Baca Juga : Sejumlah Persoalan Ditemukan, Plt Gubernur Sulsel Tunda Pembangunan Twin Tower

Diketahui, RTH di kawasan CPI itu digagas oleh mantan gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, untuk dibuat sebagai kawasan menyerupai kawasan Karebosi baru.

Selain itu, status Perseroda sebagai penanggung jawab disebutnya tidak jelas. Diapun menilai proyek ini terancam mangkrak.

“Jadi tidak memungkinkan bahwa akan terbangun Twin Tower itu, karena terlalu banyak regulasi-regulasi yang tidak bersesuaian dengan rencana pembangunan itu yang perlu mendapat perhatian dan khususnya teman-teman dari provinsi,” tegasnya.

Baca Juga : Perseroda Kembali Yakinkan Legislatif Soal Pembangunan Twin Tower

“Kemungkinannya juga tidak bisa lanjut ya, yang pertama apakah Pemkot mau mengubah RT RW atau apakah Pemkot mau menghilangkan RTH padahal fungsi RTH itu sangat memungkinkan untuk sekelilingnya itu, apa lagi Pemkot belum cukup besar RTHnya, sehingga kalau mau dilihat lebih besar kemungkinannya itu tidak dilanjutkan daripada dilanjutkan,” pungkasnya.

Penulis: Jahir Majid
Editor: Asrul

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Metropolitan04 Agustus 2026 12:31
Pilah Sampah Jadi Kunci Selamatkan Makassar, Pakar: Bukan Lagi Imbauan, Melainkan Kewajiban Hukum
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pemilahan sampah dari rumah tangga dinilai menjadi langkah paling mendasar untuk menyelamatkan Kota Makassar dari ancaman...
Olahraga03 Agustus 2026 20:20
Stylix Padel Challenge 2026 Kalla Toyota Kembali Digelar, Diikuti 25 Komunitas dan 32 Media
Antusiasme olahraga padel terus berkembang di Makassar mendorong Kalla Toyota kembali menghadirkan Stylix Padel Challenge: Raize The Game....
Makassar03 Agustus 2026 19:01
Munafri Tawarkan Makassar sebagai Hub Investasi Indonesia Timur di Forum APINDO 2026
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menjadi pembicara dalam Business Investment Forum yang digelar di Hotel Claro ...
Makassar03 Agustus 2026 18:59
UNM Mulai Tahapan Pilrek, Panitia Dibentuk, Kandidat Mulai Mengemuka
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof. Farida Patittingi, memastikan proses Pemilihan ...