Logo Sulselsatu

Andi Kemal Wahyudi Diperiksa KPK, Yuk Intip Kedekatannya dengan Nurdin Abdullah

Asrul
Asrul

Sabtu, 22 Mei 2021 00:12

Andi Kemal Wahyudi Diperiksa KPK, Yuk Intip Kedekatannya dengan Nurdin Abdullah

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan kasus korupsi yang menimpa Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah.

Terbaru, para penyidik KPK kembali melakukan pemeriksaan saksi terkait dugaan suap yang menjerat Nurdin Abdullah.

Direktur PT Lantoraland Andi Kemal Wahyudi. Ist

Direktur PT Lantoraland (helm putih) Andi Kemal Wahyudi. Ist

Baca Juga : Warga Pulau ke Gubernur Sulsel Nonaktif: Terima Kasih Pak Sudah Peduli ke Kami

 

Sponsored by MGID

“Hari ini (21/5/2021) tim Penyidik KPK mengagendakan pemanggilan saksi untuk Tsk NA dkk,” kata Jubir KPK Ali Fikri via pesan WhatsApp, Jumat (21/5/2021).

Ali Fikri mengatakan, pemeriksaan 3 orang saksi tersebut berkaitan dengan dugaan suap perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020-2021

Baca Juga : KPK Kembali Perpanjang Masa Penahanan Nurdin Abdullah Hingga 26 Juni 2021

“Pertama Riski Anreani (Mahasiswa), kedua Andi Kemal Wahyudi (Wiraswasta) dan Henny Dhiah Tau (Wiraswasta),” kata Ali Fikri

Direktur PT Lantoraland Andi Kemal Wahyudi bersama Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah. Ist

Rencananya, ketiga saksi tersebut akan diperiksa di Polres Maros, Jalan Ahmad Yani Maros.

Baca Juga : Istri Nurdin Abdullah Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Dari tiga nama tersebut, satu diantaranya diketahui merupakan Direktur PT Lantoraland yakni Andi Kemal Wahyudi.

Penelusuran redaksi, disitus lpse.sulselprov.go.id, perusahaan Andi Kemal Wahyudi tersebut pernah memenangkan tender pembangunan jalan pada 2019 lalu.

Nama tendernya, Pembangunan Jalan Ruas Bua – Bts Kabupaten Toraja Utara.

Baca Juga : Istri Nurdin Abdullah Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Proses tender melalui satuan kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Selatan dengan menggunakan APBD 2019.

Direktur PT Lantoraland Andi Kemal Wahyudi (rompi orange) bersama Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah. Ist

PT Lantoraland yang beralamat di Jalan Muh Tahir Makassar teken kontrak pada (16/5/2019) lalu.

Baca Juga : Istri Nurdin Abdullah Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Dimana harga terkoreksi sekitar Rp21,3 miliar. Angka itu di bawah dari pagu Rp 24 miliar dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sekitar Rp 23,99 miliar.

Dalam akun media sosial miliknya, sejumlah foto bersama Nurdin Abdullah dia unggah.

Sponsored by ADVERTNATIVE

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi20 Juni 2021 20:23
Asmo Sulsel Beri Bantuan CSR Rp300 Juta ke Bupati Mamuju
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) menyalurkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dengan total Rp3...
Makassar20 Juni 2021 18:04
Muchlis Misbah Minta Pemkot Makassar Beri Perhatian Khusus ke Guru Mengaji
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota DPRD Makassar Fraksi Hanura Muchlis A Misbah meminta kepada Pemerintah Kota Makassar agar bisa lebih peka lag...
OPD20 Juni 2021 14:56
Pemkot Sudah Siapkan Perda Bantuan Hukum Bagi Warga Miskin Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Masyarakat Kota Makassar tak perlu khawatir jika menghadapi masalah hukum. Sebab, Pemkot Makassar memberikan bantuan ...
Sponsored by MGID
Sulsel20 Juni 2021 11:59
Pemkot-DPRD Parepare Sosialisasi Perda SPPD, Warga Usul Pagu Wilayah Ditambah Akomodir Anak dan Disabilitas
SULSELSATU.com, PAREPARE – Pemerintah Kota Parepare bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kembali turun sosialisasikan Perda Nomor 2 Tah...