Logo Sulselsatu

KPK Kembali Perpanjang Masa Penahanan Nurdin Abdullah Hingga 26 Juni 2021

Muh Jahir Majid
Muh Jahir Majid

Rabu, 26 Mei 2021 16:44

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memperpanjang masa tahanan Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah, Rabu (26/05/2021).

Diketahui, Nurdin Abdullah menjadi tersangka dalam kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (TPK) suap perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020-2021.

Juru bicara KPK Ali Fikri dalam keterangan resminya mengatakan, perpanjangan tidak hanya bagi tersangka Nurdin Abdullah tapi juga untuk tersangka Edy Rahmat

Baca Juga : DPRD Sulsel Terima Keppres Pemberhentian Nurdin Abdullah

“Tim Penyidik, kembali melakukan perpanjangan penahanan untuk tersangka Nurdin Abdullah(NA) dan tersangka Edy Rahmat masing-masing selama 30 hari” katanya saat melalui pesan WhatsApp.

Kata Ali Fikri penahanan NA dan ER akan diperpanjang sejak 28 Mei 2021 hingga 26 Juni 2021.

“berdasarkan penetapan penahanan kedua dari Ketua PN Makassar , terhitung sejak 28 Mei 2021 s/d 26 Juni 2021” ungkapnya Fikri.

Baca Juga : Siang Ini Nurdin Abdullah Jalani Sidang Vonis Kasus Suap di Pengadilan Tipikor Makassar

Ali Fikri menyebut, perpanjangan penahanan bagi kedua tersangka dimaksudkan untuk memaksimalkan pengumpulan data dan memperkuat dakwaan nantinya.

“Perpanjangan penahanan dimaksud, agar Tim Penyidik lebih memaksimalkan pengumpulan alata bukti diantaranya pemanggilan dan pemeriksaan saksi-saksi,” tutup Ali Fikri

Kata dia, NA akan ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur. Sementara ER akan ditahan di Rutan KPK Kavling C1.

Baca Juga : Kasus NA Disebut Tak Memenuhi Unsur OTT dan Gratifikasi

“Tersangka NA di tahan di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur; Tersangka ER di tahan di Rutan KPK Kavling C1,” jelasnya

Dia menjelaskan, Tim Penyidik KPK terus menggali bukti-bukti dalam kasus dugaan TPK ini. Kurang lebih 50 orang saksi sudah diperiksa KPK untuk memperkuat keterlibatan NA dalam dugaan TPK ini. Termasuk diantaranya, putra Nurdin Abdullah, M. Fathul Fauzy Nurdin. Begitupun istri NA, Liestiaty F. Nurdin yang tengah dijadwalkan ulang akan diperiksa KPK setelah mangkir pada Senin (24/5/2021).

Tim Penyidik KPK menetapkan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), menetapkan Nurdin Abdullah (NA) sebagai tersangka atas kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan serta pembangunan infrastruktur di Sulawesi Selatan.

Baca Juga : Eks Dirut PT VALE Sebut Nurdin Abdullah Tidak Pernah Minta Uang Sepeserpun

Penetapan Nurdin Abdullah (NA) sebagai tersangka merupakan tindak lanjut atas operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada Jumat (26/2/2021) malam di Sulawesi Selatan.

Selain Nurdin, KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya. Keduanya yakni, Sekretaris Dinas (Sekdis) PUPR Sulawesi Selatan, Edy Rahmat (ER), dan seorang kontraktor, Agung Sucipto (AS).

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News05 Agustus 2026 18:54
Ketegangan Jalur Hauling Pomalaa, Bupati Amri: Jangan Ada Premanisme Industrial
Ketegangan akibat aksi blokade jalur logistik (hauling) di kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP) memantik ...
Ekonomi05 Agustus 2026 18:29
APERSI Sulsel Gelar APEX 2026, Targetkan Transaksi Rp60 Miliar Dukung Program 3 Juta Rumah
SULSELSATU.com, MAKASSAR – DPD Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Sulawesi Selatan akan menggelar APERSI Proper...
News05 Agustus 2026 18:04
PLN UIP Sulawesi Perkuat Sinergi dengan Kejati Sultra Dukung Proyek Strategis Ketenagalistrikan
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara guna mendukung percepatan...
Bisnis05 Agustus 2026 17:27
Transformasi TelkomGroup Kini Tunjukkan Hasil, InfraNexia Bukukan Pendapatan Rp7,7 Triliun
Transformasi bisnis yang dijalankan TelkomGroup mulai menunjukkan hasil positif. PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) mencatat pendapatan se...