Logo Sulselsatu

Catat! Penerimaan Murid Baru di Parepare Mulai 22 Juli, Sekda: Via Online

Midkhal
Midkhal

Kamis, 10 Juni 2021 14:14

Catat! Penerimaan Murid Baru di Parepare Mulai 22 Juli, Sekda: Via Online

SULSELSATU.com, Parepare – Pemerintah Kota Parepare melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) siap menggelar penerimaan murid baru alias Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2021/2022.

Rencananya, PPDB untuk jenjang pendidikan SD dan SMP sederajat di Parepare, mulai dibuka 22 Juni 2021.

Sekda Kota Parepare Iwan Asaad mengaku terus berkoordinasi dengan Disdikbud untuk pelaksanaan PPDB yang seluruh prosesnya berlangsung secara online.

Baca Juga : Pemkot Parepare Gelar Seleksi 10 Jabatan Eselon IIB

“Sesuai arahan Bapak Wali Kota, kami meminta Disdikbud untuk terus mengawal pelaksanaan PPDB secara online. Pastikan berjalan baik dan prosesnya berjalan sesuai aturan. Jangan ada yang dilanggar,” ingat Sekda Iwan Asaad.

Sponsored by MGID

Secara terpisah, Kepala Disdikbud Parepare, Arifuddin Idris mengatakan, pelaksanaan PPDB di Parepare, mengacu pada Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021, yakni membuka empat jalur seleksi.

Pertama, jalur zonasi. Zonasi ini mengakomodir calon peserta didik yang berdomisili dekat dengan sekolah yang ada di wilayahnya.

Baca Juga : RSUD Parepare Buka Lelang Jabatan 16 Kepala Ruangan dan 2 Koordinator

Kedua, jalur afirmasi. Jalur ini memberikan kesempatan lebih besar bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu secara ekonomi untuk mengakses pendidikan bermutu dan disubsidi Pemerintah.

Ketiga jalur mutasi. Jalur ini untuk anak-anak dari keluarga yang orang tuanya pindah tugas dan anak guru ingin bersekolah di tempat orang tuanya bertugas atau sekolah yang dekat dari kantor orang tuanya.

Dan keempat jalur prestasi. Jalur ini merupakan bentuk apresiasi pada anak-anak yang telah menunjukkan prestasi akademik maupun prestasi non akademik.

Baca Juga : WTP Pemkot Parepare, Taufan Pawe Apresiasi Pejabat Lama BPK

Namun Arifuddin mengemukakan, ada fenomena dari pemetaan yang dilakukan Disdikbud, bahwa dari sekitar 2.500 siswa tamat SD sederajat di Parepare tahun ini, ada sekitar 30 persen kemungkinan mendaftar keluar daerah atau memilih melanjutkan pendidikan ke sekolah khusus seperti pesantren.

“Hal ini akan menyebabkan kekurangan kelas di suatu sekolah sehingga sebagian guru juga kehilangan jam mengajar,” ungkap Arifuddin.

Penulis : Andi Fardi
Sponsored by ADVERTNATIVE

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi20 Juni 2021 20:23
Asmo Sulsel Beri Bantuan CSR Rp300 Juta ke Bupati Mamuju
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) menyalurkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dengan total Rp3...
Makassar20 Juni 2021 18:04
Muchlis Misbah Minta Pemkot Makassar Beri Perhatian Khusus ke Guru Mengaji
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota DPRD Makassar Fraksi Hanura Muchlis A Misbah meminta kepada Pemerintah Kota Makassar agar bisa lebih peka lag...
OPD20 Juni 2021 14:56
Pemkot Sudah Siapkan Perda Bantuan Hukum Bagi Warga Miskin Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Masyarakat Kota Makassar tak perlu khawatir jika menghadapi masalah hukum. Sebab, Pemkot Makassar memberikan bantuan ...
Sponsored by MGID
Sulsel20 Juni 2021 11:59
Pemkot-DPRD Parepare Sosialisasi Perda SPPD, Warga Usul Pagu Wilayah Ditambah Akomodir Anak dan Disabilitas
SULSELSATU.com, PAREPARE – Pemerintah Kota Parepare bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kembali turun sosialisasikan Perda Nomor 2 Tah...